Kabar Baik Bagi Mereka yang Membaca dan Mendengar Nubuatan
Teks: Wahyu 1:3
Intro:
Sebuah perusahaan harus mengalami kerugian $ 100.000, karena kesalahan petugas, disebabkan oleh petugas operator yang mengarahkan supir untuk mengirimkan bahan bangunan ke negara bagian yang salah.
Operator mendengar kota (Portland), tetapi dia berhenti mendengarkan dan membaca kalimat berikutnya. Sebab ada 2 tempat dengan mana Portland, tetapi wilayah negara bagian yang berbeda.
Karena dia tidak mendegar dan membaca bahwa yang dimaksud adalah negara bagian Maine. Hasilnya, bahan bagunan dikirim ke negara bagian Portland Oregon sebanyak delapan truk.
Dan sang supir harus menempuh jarak 3.000 mil dari Portland, Oregon ke Portland Maine.
Yesus mengatakan bahwa mereka yang mendengar dan membaca nubuatan Wahyu akan dberkati. Bahagia. Beruntung. Kenapa? Karena disini ada rahasia hidup Bahagia di akhir zaman.
Wahyu adalah injil yang sama seperti Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Mereka berbicara tentang Yesus yang sama.
Keempat Injil menggambarkan Yesus sebagai Anak Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Ia menderita karena dosa.
Mati tersalib di Golgota, dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga. 40 hari setelah kebangkitanya, dia naik ke sorga. Di saksikan murid-murid-Nya..
“..terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.” Kisah 1:9-11.
Sebelum Yesus naik ke Sorga, dia membuat 2 janji dimasa depan: Pertama, Yesus akan menyertai kita sampai kesudahan dunia (Matius 28:20)..
Kedua, Dia akan datang kembali untuk membawa kita ke Sorga, tinggal dengan Yesus (Yohanes 14:1-3).
Kedua janji ini dijelaskan dalam kitab Wahyu. Pertama di Wahyu 1-18, Yesus akan menyertai umat-Nya di sepanjang sejarah, bahkan sampai akhir zaman.
Kedua, Dia akan datang kembali menjemput umatnya (pasal 19-22).
Jadi, 4 injil, menerangkan pelayanan Yesus selama didunia. Kemudian, kitab Wahyu, menerangkan pekerjaan Yesus di Surga.
Dia duduk di atas takhta surgawi, dan memerintah seluruh alam semesta.
Maka, wahyu adalah injil kabar baik, yang menerangkan Yesus dimuliakan, yang telah menaklukan maut dan alam maut (Why 1:17-18). Dan Dia tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya.
Itu sebabnya, diayat 1 dikatakan,
“Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.”
Kata Wahyu, Apokalupsis (Kiamat) berarti “menyingkapkan,” “membuka,” atau “melepaskan penutup” sesuatu.
Jika itu adalah botol, kita harus membuka penutupnya untuk melihat dan mencium apa yang ada di dalamnya.
Jadi kitab Wahyu, adalah membuka Yesus. Apa yang perlu dibuka-disingkapkan dari Yesus?
Ketika Dia ada di bumi, Dia adalah manusia, di dalam daging. Dia berjalan di bumi ini, berbicara dalam bahasa manusia, berpakaian seperti orang-orang di sekitar-Nya.
Dia hidup dalam budaya, waktu, dan tempat tertentu. Jadi mudah untuk melihat Yesus itu. itu sebabnya orang-orang berkata,
“Ya, Yesus adalah seorang guru yang hebat, seorang pria yang hebat, dan seorang nabi yang hebat. Tetapi, orang-orang katakan, Dia bukan raja alam semesta, bukan?”
Jadi orang mengenal Yesus hanya kemanusiaan-Nya. Karena itu, status surgawi-Nya sebagai raja alam semesta perlu diungkapkan, perlu dibuka.
Jadi wahyu membuka penutup “Yesus orang Nazaret..” Ia bukan lagi Yesus dari Nazaret, guru besar, nabi besar, manusia terhebat yang pernah hidup.
Dia adalah orang yang duduk di atas takhta di tempat kudus surgawi dan yang berkuasa atas seluruh alam semesta. Itu yang perlu disingkapkan..
Apa tujuan kitab Wahyu ditulis? Untuk menunjukkan kepada umat Allah “apa yang harus segera terjadi” (Why. 1:1).
Apa arti kalimat apa yang harus segera terjadi? Disini ada kalimat penting, “Kata Harus..(dei)” sering ditemukan dalam Injil juga.
Berulang kali dalam Matius, Markus dan Lukas, Yesus memberi tahu para murid-Nya bahwa ia “harus” pergi ke Yerusalem dan Ia “harus” menderita di sana, dan Ia “harus” dibunuh dan bangkit kembali (Mat 16:21; Markus 8:31; Lukas 9:22, dll.)
Mengapa ada kata harus terjadi? Karena itu adalah bagian dari takdir Yesus. itu sudah dinubuatkan. Yesus harus mengikuti jalan ini untuk mencapai tujuan Allah.
Maka kalimat ‘Apa yang harus segera terjadi..’ adalah bahwa peristiwa akhir zaman sudah ditentukan demikian, itu adalah bagian rencana Tuhan. itu ditandai di nubuatan. Takdir dunia.
Apa harus segera terjadi adalah tentang peristiwa yang akan terjadi mulai dari zaman Yohanes hingga akhir zaman.
Sama seperti Yesus menubuatkan tentang perang, gempa bumi dan bencana alam lainnya di Matius 24, Luk 21, wahyu juga menubuatkan peristiwa yang sama..
Yesus bericara tentang pemberitaan injil sebagai tanda kesudahan dunia, di Mat 24:14, Wahyu menjelaskan bahwa injil itu pekabaran 3 malaikat…Wah 10:7; 14:6-7.
Jadi apa yang harus segera terjadi adalah peristiwa-peristiwa yang telah dituliskan dalam Allkitab. Kedatangan Yesus kedua kali dan konflik semesta antara Tuhan dan Setan.
Umat Allah yang menang VS umat setan yang kalah.
Dan apa pun yang akan terjadi di masa depan, sehubungan dengan peristiwa akhir zaman, Allah memegang kendali. Allah akan menggenapi rencana dan tujuan-Nya bagi dunia ini.
Karena itu, tujuan utama kitab Wahyu adalah untuk meyakinkan kita bahwa Yesus hadir bersama umat-Nya di sepanjang sejarah dan dalam peristiwa-peristiwa terakhir dunia. Itu kabar kesukaan.
Bahwa krisis akhir jaman akan segera tiba disegala segi: krisis ekonomi-politik, krisis sosial, krisis, kemanusiaan, lingkungan, krisis moral, rohani..
Krisis ini akan menimpa umat Tuhan akhir zaman, maka kebutuhan kita adalah bergantung kepada Tuhan, bukan kepada manusia..
Maka krisis akhir zaman, bukan sesuatu yang menakutkan bagi kita, tetapi kabar kesukaan. Allah berserta dengan kita dalam menghadapi krisis tersebut..
Karena itu, kitab wahyu bukan buku yang menakutkan. Selama ini kita sudah terbiasa belajar buku wahyu dengan cara yang kurang tepat. Belajar kitab wahyu untuk membuat takut..
Kita akan dikejar-kejar, kita akan disiksa. Tidak boleh menjual dan membeli, dll. Kita tidak menyangkal bahwa aniaya adalah bagian dari umat Tuhan yang setia..
Tetapi bukan itu tujuan kitab Wahyu. Itu sebabnya, banyak orang malas belajar kita wahyu, karena pengajarnya, terlalu membesar-besarkan aniaya, dikejar-kejar.
Terlalu banyak perhatian diberikan kepada tanduk kecil. Naga. Patungnya. Dll..terlalu banyak sensasi dan spekulasi..
Gantinya, kitab wahyu menjadi kabar kesukaan, menjadi kabar buruk bagi Sebagian orang. Jadi, wahyu adalah tentang Yesus. Tentang pemeliharaannya. Tentang kedatangan-Nya kedua kali..
Kitab ini memberitahukan kepada kita apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Namun tidak memberitahukan kapan dan bagaimana peristiwa-peristiwa akhir zaman akan terjadi.
Karena itu jangan membuat spekulasi dan sensasi, rumor, penentuan waktu, dll. Karena itu bisa menyesatkan, karena tidak diambil dari Alkitab, melainkan dari imajinasi.
Belajar kitab Wahyu: Mengajar kita bagaimana hidup di masa kini dan mempersiapkan kita untuk masa depan. Membuat kita menjadi orang yang lebih baik, secara etik dan moral.
Memotivasi kita untuk serius akan takdir kita (hidup kekal), dan mengilhami kita untuk menjangkau orang-orang di sekitar kita dengan pesan Injil.
Jadi kalau setelah belajar kitab Wahyu, saudara menjadi takut, lalu pergi CL ke pedalaman, memisahkan diri dari jemaat, menjadi ekstrim, menjadi penganut teori konspirasi, ada yang salah dalam cara kita belajar dan salah berguru..
Kemudian’ Apa yang harus segera terjadi’ dijelaskan dalam bentuk tanda atau symbol. Bahasa symbol Wahyu adalah bahasa abad pertama. Jadi kita harus melihat maknanya dalam konteks penerima aslinya.
Sebagian besar bahasa symbol wahyu diambil dari Perjanjian Lama. Jadi Tuhan, ketika menerangkan tentang masa depan, Dia menggunakan bahasa masa lalu..
Mengapa demikian? Allah ingin menanamkan dalam pikiran kita bahwa tindakan penyelamatan-Nya di masa depan akan sama seperti tindakan penyelamatan-Nya di masa lalu..
Apa yang Ia lakukan bagi umat-Nya di masa lalu, akan Ia lakukan bagi mereka di masa depan.
Semua nubuatan PL mendapat penggenapannya dalam kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus, penggenapan terakhir pada kedatangan Yesus yang kedua.. Semua nubuat berpusat pada Kristus.
Yohanes mengambil hal-hal fisik PL yang melibatkan Israel, kedalam makna rohani..
Misalnya, dia mengambil Israel jasmani, menjadi Israel rohani. Bahwa siapa pun yang memiliki hubungan dengan Yesus akan ambil bagian dalam Israel rohani..
Babel kuno menjadi Babel modern – sistem agama palsu yang kacau. Yerusalem kuno – Yerusalem baru, umat Allah yang menang. Sungat Efrat kuno – sungai efrat kering, habisnya sumberdaya manusia..
Mereka yang berada dipihak Yesus, disebut Israel. Mereka yang menentang Tuhan, disebut Babel, Mesir, Edom dan Sungai Efrat.
Itu sebabnya, dalam Wahyu semua kitab bertemu dan berakhir. Kita menemukan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kita menemukan wahyu Injil.
Karena itu, Wahyu membuat perjanjian lama menjadi hidup, karena penerapannya kepada orang-orang di akhir zaman.
Jadi saat kita belajar wahyu, itu tidak melulu soal masa depan. Itu juga soal masa lalu. Itu bisa soal Tuhan melepaskan umatnya dari perbudakan. Cerita Elia digunung Karmel, dll..
Misalnya wahyu 14:1-5.
Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Anak domba, istilah PL. Yesus sebagai anak domba. Bukit sion, bukit disebelah tenggara kota Yerusalem, kota Daud, kota Yerusalem.
Sekarang, 144 ribu, mereka berdiri di atas Gunung Sion. Dalam Perjanjian Lama, Gunung Sion berdiri sebagai pusat pemerintahan Allah di bumi (Mzm. 48:1-3).
Ibrani 12:22-24 – mengungkapkan bukit sion, kota Allah, Yerusalem Sorgawi..
144 ribu adalah simbolis, menunjukkan totalitas umat Allah di akhir zaman.
Yohanes mendengar mereka menyanyikan “nyanyian baru” (Why. 14:3). Ini adalah nyanyian pembebasan yang dinyanyikan oleh bangsa Israel setelah melewati Laut Merah (Kel. 15).
Nyanyian ini akan dinyanyikan lagi oleh mereka yang telah melewati krisis terakhir (Why. 15:3).
“..tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.”
Nyanyian ini pengalaman mereka sendiri. Mereka memiliki hubungan yang erat dengan Yesus. Karakter Kristus ada pada mereka.
Mereka telah membasuh jubah mereka dengan darah Anak Domba. Mereka telah melalui kesengsaraan di akhir zaman (Wahyu 7:14), mengalami kemarahan Iblis (12:17).
Pengalaman kesengsaraan mereka serupa dengan yang dialami Yesus pada hari-hari terakhir pelayanan-Nya di bumi. Mereka menghadapi koalisi akhir zaman dari kekuatan politik, sekuler, dan agama yang melawan mereka.
Kesetiaan mereka telah diuji dengan berat; namun, mereka dengan penuh kemenangan bertahan dari tipu daya akhir zaman.
Mereka memberitakan Injil meskipun menghadapi kesulitan dari dunia yang tidak bersahabat (Why. 14:6-12). Dan mereka dilepaskan dalam krisis terakhir, (Dan. 12:1).
Inilah sebabnya mengapa tidak ada kelompok orang lain yang dapat mempelajari lagu ini. Karena itu lagu pengalaman hidup.
Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
Ini bahasa Perjanjian Lama, sebelum berperang, para prajurit Israel wajib menjaga kesucian diri mereka dan tidak berhubungan dengan perempuan (Ul. 23:9-11).
Jadi 144 ribu, mereka tidak mencemari diri mereka secara rohani dengan perempuan – Babel.
Artinya, mereka tidak menjalin hubungan dengan agama palsu atau mereka telah memisahkan diri dari agama itu Mereka tetap setia kepada satu Suami mereka: Kristus.
Orang-orang ini “mengikuti Anak Domba ke mana pun Ia pergi.” Mereka mempertahankan hubungan mereka dengan Yesus berapa pun harganya.
Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban sulung.. Di Israel kuno, buah sulung adalah milik Allah sebagai buah-buah terbaik dari hasil panen.
Di Wahyu,ini menggambarkan umat Allah dan untuk membedakan mereka dari orang-orang lain di dunia.
Mereka yang berjumlah 144.000 itu dibeli oleh darah Kristus dan merupakan buah sulung dari tuaian
Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela
Di sini, nubuat Zefanya digenapi: “Sisa-sisa Israel tidak akan berbuat jahat dan tidak akan berdusta, dan lidah dusta tidak akan didapati di mulut mereka” (Zef. 3:13)
Umat Allah di akhir zaman akan menerima kasih kebenaran. Sementara kebanyakan orang di dunia memilih untuk mempercayai kebohongan.
Kelompok 144 ribu disebut tidak bercacat. Bukan berarti mereka tanpa dosa, mereka setia kepada Yesus.
Dan dalam PL karakter seperti ini kita dapat temukan hidup Abraham dan Ayub. (Kej 17:1; Ayub 1:1).
Dalam Alkitab, tidak bercela berarti berjalan bersama Tuhan seperti yang dilakukan Nuh dan Abraham (Kej. 6:9; 17:1).
Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
Sementara banyak orang yang meninggalkan kesetiaan mereka kepada Yesus, 144 ribu, setia. Itulah karakter kristus yang sejati.
Mereka telah mencuci jubah mereka dan menjadikannya putih di dalam darah Anak Domba. Dengan demikian, mereka didapati “tak bercacat dan tak bercela” di hadapan Allah (2 Petrus 3:14).
Kelompok ini akan muncul sebelum kedatangan Yesus kedua kali, mereka terlibat memberitakan pekabaran 3 malaikat. Dengan demikian mereka adalah umat Allah Akhir zaman/umat yang sisa.
144 ribu, dicirikan oleh ketekunan / kesabaran, menaati perintah-perintah, dan iman kepada Yesus. (Why 14:12).
Tekun, artinya, di masa-masa sulit, mereka tidak menyerah, tidak melepaskan hubungan mereka dengan Tuhan, dan tidak kehilangan harapan akan kedatangan Yesus yang akan segera terjadi.
Menuruti perintah Allah artinya, menunjukkan kasih dan kesetiaan mereka kepada Tuhan. Mengasihi Tuhan dan sesama. 10 Perintah Allah.
Ketaatan kepada perintah-perintah Allah mencakup pemeliharaan hari Sabat Alkitab yang ada di dalam perintah keempat.
Iman kepada Yesus artinya umat yang tersisa berpegang pada Yesus dan ajaran-Nya dengan setia.
Malam ini kita semua telah membaca dan mendengar kata-kata nubuat ini. Yesus akan datang kembali, dan akan ada satu kelompok umat yang sisa. Pasukan khusus umat Allah yang menang.
Pertanyaannya, apakah kita rindu menjadi bagian dari 144 ribu? Umat Allah akhir zaman? Jikalau kita rindu, kuncinya, menuruti apa yang tertulis dalam kitab ini, agar kita berbahagia.
Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
Berbahagia, dari kata Makarios = diberkati. Mengacu pada sukacita batin yang mendalam, yang menguatkan orang-orang beriman melalui kesulitan hidup.
Jadi, para pembaca kitab Wahyu dijanjikan kebahagiaan istimewa ini ketika mereka menaati petunjuk-petunjuk yang ditentukan dalam firman kenabian.
Waktunya sudah dekat, kedatangan Yesus kedua kali. Seberapa dekat? Ketika kita melakukan perjalanan ke satu kota, kota itu semakin dekat bila kita terus berjalan mengikuti jalan..
Demikian halnya kedatangan Yesus, 1 hari kita lalui, kita semakin dekat kepada kedatangan-Nya. Karena itu mari kita hidup dalam pengharapan Advent..
- Pandang kedepan – Yesus
- Hidup sebagai seorang musafir
- Pusatkan hidup kepada Yesus
- Hidup dalam pengaruh Roh Kudus
- Hidup harmonis dengan semua orang
- Hidup dalam doa dan meditasi Alkitab
- Hidup dalam kasih
- Praktekkan keramah-tamahan
- Praktekan talentamu
- Setia beribadah: Perjamuan kudus, Setia sabat,
- Bersaksi
- Perhatikan tanda-tanda zaman.
Wahyu 1:7:
“Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.”
Matius 24:30:
“Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit, dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.”
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










