Jawaban Yesus Tentang Membayar Pajak Kepada Kaisar (Matius 22:19-22)

Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.

Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”

Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi. Matius 22:19-22

Adegan ini menjadi demonstrasi hikmat Yesus yang melampaui hikmat Salomo. Tidak mudah menjawab pertanyaan jebakan. Apalagi kalau semua jawaban mengandung resiko berat..

Tetapi bagi Yesus jawabanya sangat mudah. Dia berkata kepada mereka..

Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.”

Koin khusus yang digunakan untuk pajak per kepala adalah dinar, yang merupakan upah harian seorang tentara atau buruh biasa di Palestina.

Walau saat itu beberapa mata uang juga berlaku disana, seperti mata uang Yunani dan Ibrani, tetapi untuk pajak per kepala wajib menggunakan mata uang Romawi.

Itu adalah koin perak, yang dicetak secara khusus oleh kaisar, yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan koin dalam bentuk perak atau emas.

Semua koin tersebut, termasuk dinar, memiliki ukiran kaisar di satu sisi dan tulisan pengenal di sisi lain.

Uang koin itu sangat menggangu hati nurani orang Yahudi. Karena satu sisi koin itu terukir gambar Kaisar,yang merupakan pengingat akan penindasan.

Selain itu, gambar para kaisar dalam koin sering menyinggung keimanan mereka. Misalnya kaisar Tiberius..

Di satu sisi terdapat ukiran wajahnya dan di sisi sebaliknya terdapat ukiran dirinya duduk di singgasananya dalam jubah imam, dengan tulisan yang menunjukkan dia sebagai imam besar.

Beberapa kaisar, termasuk Julius Caesar, bahkan telah menerima sebutan ketuhanan untuk diri mereka sendiri, sehingga menuntut penghormatan agama dan politik.

Kaisar Augustus mengumumkan perayaan dua belas hari, di perguruan tinggi para imam Romawi, di mana ia menjadi ketuanya, memberikan pengampunan massal dari dosa bagi seluruh rakyat di seluruh dunia.

Pada tahun yang sama koin-koin dicetak dengan menyatakan bahwa Augustus adalah Putra Allah. Dan gagasan tentang seorang kaisar putra Allah, sangat menjijikkan bagi orang-orang Yahudi.

Namun apa yang menjijikkan bagi mereka itu yang digunakan Yesus menjadi alat untuk menjawab pertanyaan mereka..

Sekarang giliran Yesus yang bertanya. Dia menunjuk ke koin itu dan meminta mereka mengidentifikasi gambar dan tulisan yang ditempa di koin tersebut..

Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”

Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”

Di sisi depan uang satu dinar perak terdapat profil kepala Kaisar Tiberius, dengan tulisan Latin di sekeliling koin, “Kaisar Tiberius, putra Augustus yang ilahi.”

Di bagian belakang koin terdapat gambar Pax yang sedang duduk, dewi perdamaian Romawi, dengan tulisan Latin “Imam Besar.”

Mereka berharap Yesus akan salah berbicara dan menghina gambar kaisar. Dan itu tidak terjadi..

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Yesus tidak menggunakan kata membayar seperti yang digunakan murid-murid Farisi ketika mengajukan pertanyaan.

Bagi mereka dan bagi kebanyakan orang Yahudi, membayar pajak apa pun ke Roma tidak dianggap sebagai kewajiban yang sah dan semua mereka lakukan dengan terpaksa..

Yesus menggunakan kata berikan (Menyerahkan), dari kata Apodid mi, artinya membayar atau memberi kembali, menyiratkan hutang.

Gagasannya tentang kewajiban dan tanggung jawab atas sesuatu yang bukan pilihan. Dalam arti sebuah kewajiban..

Karena itu, jawaban Yesus adalah sah membayar pajak per kepala kepada Kaisar karena pajak itu adalah milik Kaisar, penguasa wilayah tersebut..

Sekarang Yesus menyatakan pembayaran itu tidak hanya sah secara hukum tetapi juga wajib secara moral.

Di sini Yesus menyatakan kewajiban yang ditetapkan Allah bagi warga negara untuk membayar pajak kepada pemerintah mana pun yang berkuasa atas mereka.

Membayar pajak adalah kewajiban sah setiap orang, namun secara khusus mengikat orang percaya karena mereka secara khusus terikat pada Firman Tuhan.

Negara mempunyai hak ilahi untuk memungut pajak yang berada dalam lingkup tanggung jawabnya, dan warga negaranya mempunyai kewajiban ilahi untuk membayarnya.

Kemudian Yesus melanjutkan, kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah..

Memberikan apa yang menjadi hak Allah berarti lebih dari sekadar membayar pajak bait suci. Tuhan sebagai pencipta berdaulat atas semua ciptaan-Nya termasuk kaisar.

Kita harus menjadi penatalayan yang baik dari harta milik Tuhan. Dan kita harus menggunakan apa yang menjadi milik-Nya sesuai dengan cara yang Dia rancang untuk digunakan.

Sebagai wakil pemerintahan manusia, Kaisar mempunyai hak untuk menentukan pajak, namun mereka tidak berhak mewakili manusia menjadi pemimpin agama, seperti yang dilakukan banyak kaisar..

Setiap orang harus membayar pajak kepada pemerintah sebagai penguasa, tetapi memberi hormat sebagai Tuhan itu tidak boleh.

Baca Juga:

Apakah Boleh Membayar Pajak Kepada Kaisar?

Wilayah kekuasaannya adalah bidang politik, sosial dan ekonomi, dan ketika ia melangkah keluar dari wilayah tersebut, maka kewajiban manusia terhadapnya pun berhenti.

Apa Yang Yesus katakan benar, sekali pun pemerintah jalim atau jahat, kita harus memberikan pajak kepada pemerintah yang berkuasa..

Dan diatas semua itu, memberikan kepada Tuhan sebagai penguasa tertinggi semua pemerintahan dunia. Dia raja alam semesta.

Jadi, kalau kita memberikan kewajiban kita kepada pemerintah, maka terlebih lagi kepada Tuhan. Warga negara yang baik adalah menjadi warga gereja yang baik juga..

Mendengar tanggapan Yesus, murid-murid orang Farisi sangat takjub melihat hikmat-Nya. Mereka heran, dan meninggalkan Dia, mereka pergi.

Poinnya, Mari taat kepada pemerintah, tetapi diatas semuannya kita harus lebih taat kepada Allah..karena Allah pencipta dan penebus kita. Dia sumber segala kehidupan..

Sebagai manusia, kita punya kewajiban kepada dua oknum, pemerintah dan Tuhan..

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *