Janji di meja terakhir (Matius 26:29)
Yesus mengakhiri perjamuan terakhir itu dengan mengatakan pernyataan yang mengejutkan..
“ Mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.” Matius 26:29.
Dari keempat cawan yang diminum dalam perayaan paskah, kemungkinan Yesus hanya sampai pada cawan ketiga yaitu cawan berkat atau cawan penebusan.
sementara cawan keempat Paskah dikaitkan dengan janji Allah..
“Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu..” Kel 6:7.
Cawan itu dituangkan dan diikuti dengan nyanyian secara antiphonal, bagian kedua Hallel (Mzm. 115–118).
Menyanyi secara antiphonal artinya, Yesus sebagai pemimpin akan menyanyikan baris-barisnya, dan para murid-Nya akan menjawab dengan “Haleluya!”
Lagu ini menyentuh hati para murid. Setelah kebangkitan, mereka ingat syair lagu tersebut bahwa ia akan menepati janjinya (Mzm 116:12-13).
Walau Dia ditolak, tetapi pada akhirnya menang (Mazmur 118). Dia menyerukan semua bangsa untuk memuji TUHAN dan kasih perjanjian-Nya (Mz 117).
Ada kemungkinan menafsirkan Mazmur 118:25-26 sebagai rujukan pada parousia atau kedatangan Yesus.
“Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.”
Setelah menyanyi Hillel dari Mazmur 115-118, lalu mereka minum cawan keempat, yaitu cawan yang berkaitan dengan janji Allah..
Jadi Yesus tidak meminum cawan keempat, sebagai ilustrasi bahwa dia tidak akan mengambil cawan ini sampai janji kedatangan-Nya kedua kali digenapi.
Artinya, Dia akan meminum cawan itu dalam kerajaan Sorga, Ketika janji kedatangan-Nya digenapi. Dia akan menikmati perjamuan dengan semua orang percaya dari jaman ke jaman.
Jadi, kata-kata Yesus ini, (“mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku..”)
Mengandung janji yang mengharukan.. bahwa Ia harus pergi, namun juga suatu jaminan bahwa Ia akan kembali.
Ketika Dia datang kembali, Dia akan mendirikan kerajaan kekalnya di Bumi ini.
Namun sebelum saat itu tiba, perjamuan Tuhan harus terus dirayakan menjadi pengingat abadi akan kelepasan baru dan lebih besar dari belenggu dosa dan pembebasan ke dalam kehidupan kekal..
Berkat-berkat kerajaan Allah yang telah diberikan Yesus melalui penebusan dikayu salib, merupakan pengingat permanen bahwa Dia akan datang kembali menjemput umat-Nya.
Dengan demikian, janji Tuhan untuk minum bersama para murid di kerajaan masa depan itu merupakan jaminan akan kedatangan-Nya kembali..
Suatu kepastian yang akan semakin bermakna setelah kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya.
Dengan kata lain, Perjamuan Tuhan tidak hanya merupakan pengingat akan pengorbanan Tuhan atas dosa-dosa kita..
Tetapi juga merupakan pengingat akan janji-Nya untuk datang kembali dan membagikan berkat kerajaan-Nya kepada kita.
Setelah mengakhiri perjamuan dengan nyanyian, kemudian mereka pergi ke Bukit Zaitun, tempat Yesus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Bapa-Nya..
Kemudian Dia akan dikhianati oleh Yudas, dan ditangkap oleh para petugas imam kepala dan tua-tua.
Poinnya, Yesus telah menetapkan perjamuan kudus dengan roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah-Nya..
Ini untuk memperingati kematian Yesus, sekaligus untuk mengharapkan kedatangan-Nya kedua kali.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti upacara ini bersama-sama dengan orang-orang percaya..
Yesus yang telah mati, bangkit, naik ke Sorga akan datang kembali menjemput kita orang-orang percaya, yang setia menantikan kedatangan-Nya..
Mari kita menikmati perjamuan Tuhan dengan mengingat kematian-Nya untuk menebus kita dari dosa. Bersyukur atas kasih-Nya yang sejati.
Tetaplah setia dengan upacara ini. Karena akan tiba masanya, kita akan menikmati perjamuan dengan Yesus, tidak lama lagi. Yesus pasti datang!
“Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Wahyu 22:20







