Jaga Jarak dengan Iblis

Oleh: Deddy Panjaitan

Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. Efesus 2:13

Cara hidup di normal baru

Supaya hidup tetap berjalan. Ekonomi berjalan seperti biasa. Kegiatan sehari-hari berjalan. Maka dimunculkanlah ide new normal.

New normal adalah cara hidup baru ketika virus corona masih mewabah.

Disebut normal baru karena gaya atau cara hidup sebelumnya tidak memungkinkan dipraktekkan pada saat ini.

Berjabat tangan, berpelukan cara yang santun dalam komunikasi dengan orang-orang sebelum corona.

Dan sekarang, di normal baru. Kita tidak lagi bersalaman, tangan ketemu tangan.

Dan justru sekarang kalau ada orang yang bersalaman menjadi aneh. Orang menolak diajak bersalaman..

Normal lama, kaum perempuan selalu cipeka cipeki kalau ktemu digereja. Normal baru tidak bisa lagi dilakukan.

Normal lama, duduk tidak boleh berjauhan. Musti dekat-dekat, sampai tidak ada spasi buat angin lewat.

Sekarang duduknya berjauhan, jaga jarak 1-2 meter.

Dulu kalau seseorang duduk menjauh akan dipanggil supaya jangan jauh-jauh. Mari dekat sini. Kalau duduk menjauh dianggap mengasingkan diri.

Sekarang kalau duduk dekat-dekat, rapat-rapat, disuruh menjauh.

Pake masker dulu hanya bagi mereka yang sakit flu dan batuk-batuk. Dan itupun tidak ada kewajiban.

Sekarang, semua orang harus pakai masker. Sekalipun kita sehat harus pakai masker. Masker menjadi sama pentingnya dengan helm.

Dan karena semua orang pakai masker, kita tidak bisa lagi lihat raut wajah senyuman satu dengan lain. Karena wajah kita hanya terlihat separo.

Normal lama cuci tangan hanya ketika mau makan saja. Dulu ada kampanye rajin cuci tangan dari pemerintah.

Tetapi nampaknya kampanye itu kurang berhasil. Tetapi corona membuat program ini sangat berhasil.

Sekarang, setiap saat orang cuci tangan. Sampai telapak tangan ini menipis. Dalam sehari bisa diatas 10 kali.

Cuci tangan

Pertama keluar rumah cuci tangan. Masuk pasar cuci tangan, keluar pasar cuci tangan.

Dari pasar pergi ke toko beli barang lain. Cuci tangan, keluar cuci tangan.

Mampir sebentar di indomaret, cuci tangan, keluar cuci lagi. Sampai dirumah cuci tangan lagi..

Maka tidak heran kalau ada orang yang bergurau, telapaknya sampai menipis karena over dosis cuci tangan..

Tapi itulah cara hidup di normal baru. Mau tidak mau suka tidak suka jika ingin selamat dari virus corona harus mengikuti cara ini dan membiasakannya.

Dan semua kebiasaan baru yang kita lakukan ini sebenarnya tidak normal. Tetapi supaya hidup tetap normal kita harus lakukan.

Dan normal baru yang menjadi budaya baru dunia saat ini konsentrasi utamanya adalah bagaimana cara memutus mata rantai penularan virus.

Maka ingat saja kuncinya: jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, dirumah aja.

Kunci bebas dari virus dosa

Keempat kunci bebas korona ini kita akan pelajari dari segi makna rohani. Yaitu 4 kunci bebas dari virus dosa.

Dan saat ini kita akan pelajarai kunci yang pertama adalah jaga jarak.

Jaga jarak artinya tidak boleh dekat-dekat. Kenapa tidak boleh dekat? Karena ada bahaya yang mengancam kalau berada terlalu dekat.

Jauh sebelum virus corona muncul. Para sopir truk sudah lebih dulu mengkampayekan jaga jarak dijalan.

Itu sebabnya dibagian belakang truk yang mereka kemudikan ada tulisan peringatan, “jaga jarak”

Jauh seblum corona, Para orang tua selalu mengamarkan jaga jarak kepada anak-anak mereka, laki-laki atau perempuan mereka, ketika berpacaran. Mereka bilang pacaran jangan dekat-dekat ya..jaga jarak.

Bahaya kalau anak-anak yang masih pacaran dekat-dekat.

Jadi dalam kasus dan keadaan tertentu mendekat itu berbahaya. Tetapi dalam kasus yang lain dekat-dekat itu membawa berkat.

Maka tergantung konteksnya.

Perintah Tuhan jaga jarak

Sejak awal ditaman Eden, Tuhan juga sudah memberikan tanda untuk jaga jarak. Jaga jarak dengan pohon pengetahuan yang baik dan jahat.

Tuhan memberi perintah (kejadian 2:16-17)

“Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Perintah Tuhan, jangan makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat.

Kata jangan adalah tidak boleh menginginkannya. Kata jangan adalah perintah jaga jarak dengan buah pohon itu.

Tetapi apa yang terjadi adalah Hawa tidak jaga jarak. Dia justru mendekati buah itu.

ketika dia mendekat. Iblis juga datang mendekat untuk menggoda.

Sekarang Hawa jaga jarak dengan Tuhan dan mulai berdiri dekat-dekat dengan iblis.

Dia tidak sadar kalau ular itu perantara yang digunakan iblis untuk menularkan virus dosa, virus pemberontakan kepada Tuhan.

Ada dua jenis virus yang ingin ditularkan oleh Iblis. Pertama virus keinginan. Keinginan untuk menjadi sama seperti TUhan.

Kedua virus kebohongan. Bahwa engkau sekali-kali tidak akan mati.

Perhatikan kalimat:

“Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati…”

Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya.. diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Perhatikan, mereka tidak menjaga jarak dengan apa yang dilarang oleh Tuhan.

Perhatikan juga kata, “menarik hati, mengambil, dimakan, diberikan, memakan..” semua kata kerja.

Menunjukkan bahwa dia tidak menjaga jarak dengan iblis. Karena itu mereka terinfeksi dengan virus dosa. Seketika pakaian kemuliaan lenyap dari mereka.

Akibat tidak jaga jarak

Maka seketika virus itu bekerja, tidak dibutuhkan masa inkubasi sampai 14 hari.

Virusnya pun ganas-ganas, dan banyak virus yang berkembang biak disana. Bukan Cuma satu.

virus keinginan dan kebohongan. Ada virus ketakutan. Saling menyalahkan. Rasa bersalah, kesusahan, virus duri, virus kesakitan, dan virus kematian.

Dan karena mereka telah terinfeksi virus dosa maka mereka harus jaga jarak dengan Tuhan.

Tuhan tidak bisa lagi dekat dengan mereka secara fisik muka dengan muka.

Karena mereka bisa mati hangus terbakar oleh kemuliaan Tuhan. Yang bagi orang berdosa itu menghanguskan.

Bahkan alkitab katakan mereka diusir dari taman Eden, mereka dikarantina diluar taman, tidak boleh lagi berada ditempat kudus itu.

Jarak mereka dengan Tuhan semakin jauh. Digambarkan seperti lebarnya lautan dan dalamnya lautan.

Jadi karena virus dosa, kita jadi berjarak dengan Tuhan. Virus Dosa telah membuat:

  1. Hubungan kita terputus dengan Allah
  2. Hidup terlepas Dari Allah
  3. Hidup mandiri tanpa Allah
  4. Hubungan iman terputus
  5. Melanggar hukum Allah dalam pikiran anda – kejadian 3:1-7; Roma 14:23; Bil 20:12.
  6. pelanggaran hukum; ketidak patuhan; kecongkakan, pemberontakan, secara sombong menolak firman dan kehendak Allah – 1 Yoh 3:4; 1 Sam 15:23.
  7. Lalai untuk berbuat baik; tidak melakukan apa yang baik; suatu sikap acuh tak acuh – Yak 4:17.
  8. Suatu keadaan alamiah karena kita dilahirkan demikian – Roma 7:14-20; Maz 51:5; 58:3. Tidak percaya pada Yesus Kristus; suatu penolakan kegiatan keselamatan kita – Yoh 16:8-9.

Secara ringkas, Dosa adalah suatu hubungan yang terputus, perbuatan, jahatnya hati dan kuasa yang memperbudak – Roma 1:18 -3:20; kej 6:5; Yes 1:5-6; Yer 11:8; Mat 7:18-23; Roma 5 – 8.

Dosa adalah suatu kecongkakan, sifat mementingkan diri sendiri, pemusatan pada diri sendiri, pembenaran diri sendiri. Dosa adalah suatu sikap keras kepala – Hosea 4:16.

Jadi poin pentingnya, dosa telah membuat hubungan kita dengan Tuhan terputus, berjarak, jauh.

Kenapa jatuh kedalam dosa?

Karena jaga jarak dengan Tuhan alias tidak menuruti perintah Tuhan alias tidak mengasihi Tuhan.

Jadi siapa berinisiatif menjaga jarak dengan Tuhan? Adam dan Hawa.

Nah sekarang Tuhan tidak mau kita jaga jarak dengan Dia. Dia ingin kita selalu dekat dengan Dia, karena Dia tau hanya dekat dengan DIa kita bias disembuhkan.

Itu sebabnya Kejadian 3:9, dia datang mencari. “TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

Kata dimanakah engkau, Tuhan sedang mempertanyakan jarak hati mereka. Apakah mereka ada dipihak Tuhan atau dipihak setan.

Posisi dan jarak Adam dan Hawa sekarang berada diantara Tuhan dan Iblis.

Mereka harus memilih jaga jarak dengan siapa? Jaga jarak dengan Tuhan atau jaga jarak dengan setan?

Jaga jarak dengan Tuhan mereka akan kehilangan pengharapan. Maka tidak ada pilihan harus jaga jarak dengan Iblis.

Karena dia adalah sumber wabah pandemic virus dosa.

Sebab satu-satunya yang dapat mengobati mereka hanyalah Tuhan. Hanya dia yang dapat menyediakan vaksin virus dosa.

Vaksin virus dosa

Obat dan vaksin Tuhan efektif untuk menyembuhkan mereka.

Itulah sebabnya kejadian 3:15 Tuhan menjanjikan obat dan vaksinnya yaitu Yesus.

Kemudian obat dan vaksin yang dijanjikan itu datang. Yohanes 3:16

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23

Maka supaya kita sembuh dan kebal terhadap virus dosa. Kita harus percaya kepada Yesus, menerima dia dengan iman kita.

Maka tidak boleh ada jarak dengan Yesus. Sebab hanya dekat dengan Dia penyakit rohani kita disembuhkan.

1Ptr 2:24mengatakan,

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Selanjutnya Yes 53:5 mengatakan,

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh .

Dua ayat diatas mengatakan, Ia (Yesus) memikul virus dosa kita dalam tubuh-Nya. Dia tertikam, dia remuk.

Semua akibat dosa itu dia tanggung, ditimpakan kepada-Nya.

Memikul virus dosa

Ilust: ketika seseorang positif corona, maka semua orang harus menjauh dari orang tersebut.

Tidak ada yang boleh mendekat kecuali dokter/petugas medis dengan menggunakan APD lengkap untuk mengobati dan menyembuhkan mereka.

Para dokter yang mengobati mereka banyak yang kemudian tertular virus dari pasien.

Ada puluhan dokter yang tertular dan pasien kemudian mereka meninggal dunia.

Ada banyak kisah haru-pilu membaca kisah-kisah mereka. Seorang petugas perempuan yang sementara hamil tua, meninggal bersama dengan janinnya.

Ada juga seorang dokter muda, meninggal tertular virus corona, tanpa sempat menikahi tunangannnya..

Kepada para petugas medis ini ditimpakan penyaki virus corona untuk disembuhkan..

Sehingga mereka harus mengorbankan hidup mereka. Waktu mereka dan kelurga mereka.

Ada dokter yang sudah berbulan-bulan tidak bisa pulang kerumah bertemu anak-anaknya dan keluarganya.

Yesus memikul dosa kita. Kepada-Nya ditimpakan penyakit kita. Itu sebabnya disebut dia memikul.

Dia yang tanggung. Akibatnya, Tubuhnya menderita. Tertikam, tubuhnya remuk. Karena menanggung virus dosa kita.

Bilur-bilurnya menyembuhkan kita. Bilur-bilur itu maksdunya adalah luka-luka.

Artinya Dia terluka demi kesembuhan kita. seperti para dokter yang harus menderita covid 19 demi kesembuhan pasien.

Mereka yang telah merasakan beratnya menderita penyakit virus corona, akan jauh lebih menghargai para petugas medis

Dan akan menuruti perintah mereka untuk hidup sehat, dibanding kita yang belum pernah merasakannya..

Mereka tau bagaimana caranya berterima kasih kepada petugas medis.

Yesus mengerti perasaan kita

Kita yang tidak mengalaminya tidak tau cara berterimakasih kepada mereka, karena memang tidak ada yang perlu kita trimakasikan.

Hanya mereka yang telah mengalami pahitnya hidup karena dosa, yang tau bagaimana cara berterimakasih kepada Sang Juruslamat.

Dan hanya mereka yang berkorban untuk orang lain yang mengerti perasaan orang yang mereka tolong.

Kita tidak akan pernah mengerti perasaan orang yang berduka karena anak mereka meninggal. Kecuali kita sudah pernah mengalaminya.

Ketika ada anak yang masih kecil berduka karena ayahnya meninggal. Saya bisa mengerti perasaan anak itu. karena saya juga sudah mengalaminya.

Maka untuk sesuatu yang menimpa orang lain, dimana kita belum pernah mengalami pengalaman mereka, jangan katakan saya mengerti perasaanmu.

Tidak saudara, kita ga ngerti perasaan mereka..

Yesus menjelma

Itu sebabnya mengapa Yesus menjelma menjadi manusia dan datang kedunia. Supaya Dia bisa merasakan apa yang kita rasakan.

Supaya dia bisa merasakan pengalaman betapa pahitnya dosa itu. supaya dia bisa merasakan kematian akibat dosa yang dialami oleh manusia.

Kalau Yesus tidak menjelma, Dia tetap mempertahankan ke Ilahian-Nya. Dia tidak akan mengerti perasaan kita.

Dia tidak akan mengerti penderitaan kita. Dia tidak akan mengerti betapa kematian menghancurkan hati kita.

Maka dia adalah Tuhan yang jaga jarak dengan kita. TUhan yang tidak peduli. Tuhan yang tidak punya perasaan.

Dia adalah Tuhan yang tidak ada beda dengan dewa-dewa manusia. Tidak peduli kepada ciptaannya..

Tetapi tidak demikian dengan Tuhan kita. Dia peduli kepada kita. Dia mengerti perasaan kita. Dia turut merasakan penderitaan akibat dosa.

Ketika virus dosa merusak hidup kita. Dia datang dekat dan memeluk kita. Dia tidak takut harus turut menderita akibat virus dosa yang kita alami.

Itu sebabnya Yesus remuk, terluka. Dia mati karena menyelamatkan kita dari virus dosa.

“maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” Roma 8:11

Jadi kematian dan kebangkitan Yesus menyembuhkan Tubuh kita yang fana, yang oleh virus dosa bisa mati, menjadi tubuh yang baka.

Untuk itu tidak ada pilihan lain kita harus datang mendekat kepada Yesus.

Karena pada-Nya ada obat dan vaksin terhadap virus dosa. Maka untuk mendapatkan obat dan vaksin virus dosa…

Maka ada 2 hal yang perlu kita lakukan:

1. Jaga jarak dengan kejahatan.

Ada banyak ayat Alkitab yang memerintahkan kita jaga jarak dengan dosa..

1Tes 5:22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Yes 1:16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,

Ams 3:7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri h bijak, takutlah akan TUHAN i dan jauhilah kejahatan; j

Ams 16:17 Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.

1Kor 10:14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!

1Kor 6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan

1Ptr 2:11 Saudara-saudaraku….kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

1Tim 4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng

Ams 20:3 “…. menjauhi perbantahan,

Ams 4:24 …jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.

2. Mendekat kepada Tuhan.

Mzm 73:27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

Orang yang menjaga jarak dengan Tuhan akan binasa. Binasa karena virus dosa mereka tidak sembuh.

Mereka menolak diobati oleh Yesus. Mereka tidak datang mencari kesembuhan dari Yesus.

Ef 2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat ” oleh darah Kristus.

Penutup

Kita berdosa karena jaga jarak dengan Tuhan. Karena itu kita tertular dan menderita dengan berbagai jenis penderitaan virus dosa.

Supaya kita sembuh, kita harus jaga jarak dengan kejahatan/iblis. Kita harus mendekat kepada Yesus. Karena Dia adalah obat dan vaksin terhadap dosa.

Supaya makna dekat kepada Yesus lebih nyata, mari kita lihat kisah perempuan yang 12 tahun sakit pendarahan. Lukas 8:43-45, markus 5:25-29

Dia diceritakan sebagai seorang perempuan yang menderita karena sakit pendarahan. Diceritakan juga bahwa dia sudah berobat kemana-mana dan tidak seorangpun bisa menyembuhkan sakitnya.

Markus 5:26, menceritakan semua hartanya sampai habis untuk berobat (alias dia sampai jatuh miskin), sakitnya tidak sembuh, malah semakin parah.

Bagi orang Yahudi sakit seperti ini najis. Dia tidak boleh dekat-dekat kepada orang sehat. Itu sebabnya dia dijauhi banyak orang. Dia menderita sakit badan dan hati..

Mrk 5:27 – dia mendengar berita tentang Yesus. Yesus bisa menyembuhkan orang sakit. Sebenarnya bukan kali ini saja dia mendengar tetang orang yang bisa menyembuhkan sakitnya..

Sembuh karena dekat Yesus

Selama 12 tahun, dia selalu dapat berita tentang tabib-tabib yang hebat, dan dia pergi kesana, nyatanya mereka tidak dapat menyembuhkan dia.

Tetapi berita tentang Yesus dapat menyembuhkan orang sakit, kali ini dia tidak ragukan. Dia percaya dia akan sembuh dengan cara yang sederhana.

Tidak perlu tes darah, konsultasi, tidak perlu resep obat, rontgent, USG dll..

Dia cukup menyentuh jubah Yesus.

Dalam hati dia percaya, asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh..dia mendekati Yesus dan menjamah jubah Yesus. Dan seketika sakitnya sembuh.

Yesus tau hal itu. dan Dia katakan kepada perempuan itu, “Iman mu telah menyelamatkan Engkau..pergilah dengan selamat..sembuhlah dari sakitmu..”

Dia menerima kesembuhan total, badani dan jiwanya.

Jadi mendekat kepada Yesus adalah beriman kepada-Nya..beriman itu seperti perempuan itu..melakukan kebenaran yang dia miliki tentang Yesus.

Beriman itu melakukan/menghidupkan prinsip kebenaran Kristus yang kita ketahui..

Jadi kalau kita tau kebenaran kita tidak lakukan. Tidak beriman. Tidak beriman, tidak ada kesembuhan.

Iman yang hidup membuat tidak ada jarak dengan Yesus. Itu sebabnya jangan jaga jarak dengan Yesus.

Kita semua sakit, sakit total. Secara fisik sakit. Secara rohani sakit. Sakit pikiran, sakit hati, dll, kita bisa sembuh hanya jika dekat dengan Yesus.

Yakobus 4:8

Mendekatlah kepada Allah , dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *