Pastordepan Media Ministry
Beranda Hidup Sehat Inspirasi umur panjang Dr. John Scharffenberg

Inspirasi umur panjang Dr. John Scharffenberg

UMURNYA sudah 102 tahun. Tapi masih sehat. Aktif beratifitas. Namanya, John Scharffenberg.

“Saya belum akan mati dalam waktu dekat, umur saya akan terus bertambah..” Katanya dalam sebuah talk show, yang videonya Anda sudah tonton di media sosial.

Dia bercerita bahwa dua saudaranya telah mati lebih dahulu dengan selisih umur sekitar 13, 14 tahun.

Dia seorang Amerika. Tetapi dia lahir di Shanghai Tiongkok tanggal 15 Desember tahun 1923.

Ayahnya bernama Wiliam. Ibunya Katharyn. Mereka pasangan missionaris, yang ditugaskan di Tiongkok. Itu sebabnya John Scharffenberg lahir disana.

Ketertarikannya pada dunia Kesehatan dimulai sejak umur 12 tahun. Pada waktu itu di Tiongkok sedang mewabah penyakit gondok.

Orang-orang belum tahu bagaimana mencegah penyakit tersebut. Namun dokter melakukan bedah kepada ratusan orang, mengangkat kelenjar tiroid yang membesar.

John yang masih belia saat itu, yang mengerti sedikit tentang Kesehatan, berkata, “Itu sangat konyol… mengapa dia tidak memberikan yodium kepada orang-orang ini sebagai tindakan pencegahan saja?”

Disana dia menemukan bahwa dokter di Tiongkok tampaknya memiliki pengaruh lebih besar terhadap masyarakat daripada pendeta.

Karena itu dia bertekad untuk menjadi seorang dokter suatu waktu.

Kemudian ketika dia berumur 16 tahun, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Tugas orang tuanya sebagai missionaris telah selesai.

Disana dia masuk sekolah pra-kedokteran. Lalu sekolah kedokteran. Dan lulus tahun 1948 dari Universitas Lomalinda saat dia berumur 25 tahun.

Setelah menjadi seorang dokter. Dia menikah. Istrinya bernama Carmen, mereka memutuskan pergi ke Tiongkok sebagai misionaris Gereja Advent Hari Ketujuh.

Dia terinspirasi dengan ayahnya, yang menjadi misionari ke sana, dan menjadi tempat dimana dia lahir.

Pada waktu itu Mao Zedong sedang berkuasa di Tiongkok. Ideologinya komunisme. Seperti jamur, komunisme menyebar dengan cepat.

Orang-orang Kristen ditindas. Gereja tidak boleh berdiri. Dilarang beribadah. Penganiayaan yang tersistem oleh penguasa komunis.

Gereja dihancurkan, misionaris diusir, dan umat Kristen dipaksa tunduk pada asosiasi patriotik yang dikontrol negara, yang memicu munculnya gerakan gereja bawah tanah.

Mereka dipaksa harus setia kepada Partai Komunis daripada otoritas gereja asing.

Karena situasi itu, maka John di kirim ke Korea. Namun perang korea pecah setahun kemudian. Akhirnya dia kembali ke Amerika Serikat.

Disana ia mulai mengajar di sekolah kedokteran Universitas Loma Linda.

Ia kemudian menjadi profesor nutrisi di Sekolah Kesehatan Masyarakat universitas tersebut, setelah menamatkan Kesehatan Masyarakat Harvard (MPH) pada tahun 1956.

Ia menjabat sebagai ahli gizi di sekretariat Komite Antar Departemen Gizi untuk Pertahanan Nasional di Institut Kesehatan Nasional, dan telah menjadi Profesor Gizi di Universitas Loma Linda selama 63 tahun.

Ia juga pernah menjadi konsultan untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, Georgia, mengenai penyakit menular.

Ia pernah menjabat sebagai direktur Departemen Kesehatan San Bernardino, California, dan direktur Yayasan Penelitian Gizi Internasional di Riverside, California.

Setelah 60 berkiprah sebagai tenaga Kesehatan, dia akhirnya pensiun. Namun dia tidak pensiun dalam mengedukasi orang-orang untuk hidup sehat dan panjang umur..

Meskipun sudah “pensiun,” ia terus berbicara dengan penuh semangat tentang nutrisi dan Pesan Kesehatan Advent. Wawancara daringnya telah menjangkau jutaan pemirsa.

Diumur 100 tahun, dia masih mengemudi. Surat ijin mengemudinya masih diperpanjang dan dia berkeliling dunia seperti ke Guam, Madagaskar, dan Republik Ceko.

Dia mengajarkan bahwa mengikuti diet berbasis tumbuhan bersamaan dengan olahraga dan tidur yang cukup, antara lain, dapat mengurangi peradangan dan melawan banyak penyakit kronis.

Ia menyatakan, “Olahraga sangat penting. Bahkan jika seseorang mengalami obesitas tetapi berolahraga setiap hari, mereka memiliki peluang lebih besar untuk hidup lebih lama daripada mereka yang mempertahankan berat badan normal tanpa berolahraga.”

“Mengapa umat Advent Hari Ketujuh menikmati umur panjang di Amerika? Vegetarianisme memainkan peran penting,” tegasnya.

Dia membagikan beberapa makanan pokok, yang sering dia konsumsi al:

Kacang-kacangan : Kacang buncis, lentil, buncis, dan kacang polong kaya akan protein dan serat. “Saya sangat menyukai kacang polong salju,” sebutnya.

Biji-bijian Utuh : Makanan seperti beras merah, jelai, dan oatmeal dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker tertentu.

Kacang-kacangan : Mengonsumsi kacang-kacangan dapat mengurangi separuh risiko serangan jantung pada kelompok berisiko tinggi. “Pistachio adalah favorit,” tambahnya.

Buah dan Sayuran : Ini sangat penting untuk mencegah penyakit kronis karena kandungan nutrisinya yang kaya.

Dia juga menyebut sumber vitamin A yang baik: wortel, ubi jalar, dan melon.

“Seiring bertambahnya usia, Anda kehilangan kemampuan untuk memproduksi faktor intrinsik yang diperlukan untuk penyerapan vitamin B12,” jelasnya.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi lansia dan vegetarian untuk mengonsumsi suplemen B12 guna memastikan mereka memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.”

“Vitamin D memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan penyerapan kalsium.

Banyak orang, terutama lansia, perlu mengonsumsi suplemen vitamin ini untuk mencegah kekurangan,” catatnya.

Di usia 102, Dr. Scharffenberg tetap aktif secara intelektual. Dia terus belajar mencari pengetahuan.

Ia menekankan pentingnya stimulasi mental untuk kesehatan kognitif, menyarankan kegiatan seperti membaca, teka-teki, dan pembelajaran seumur hidup untuk menjaga pikiran tetap tajam.

“Hubungan sosial sangat penting untuk kesehatan emosional dan bahkan dapat memengaruhi kesehatan fisik.

Tetaplah terhubung dengan orang-orang terkasih dan berpartisipasilah dalam kegiatan komunitas,” sarannya.

Pendekatan holistik Dr. Scharffenberg terhadap kesehatan melampaui diet dan olahraga. Beliau menekankan pentingnya gaya hidup seimbang yang mencakup kesejahteraan spiritual, manajemen stres, dan pandangan positif terhadap kehidupan.

Komitmennya terhadap prinsip-prinsip kesehatan holistik telah menjadi landasan umur panjangnya.

“Kesehatan holistik berarti memelihara pikiran, tubuh, dan jiwa. Ini tentang menemukan harmoni dalam semua aspek kehidupan,” katanya.

Praktik spiritual, termasuk doa dan meditasi, memainkan peran penting dalam rutinitas hariannya, berkontribusi pada kesejahteraannya secara keseluruhan.

“Iman dan spiritualitas memberikan rasa tujuan dan kedamaian. Keduanya sangat penting untuk menjaga kehidupan yang sehat dan seimbang,” ujarnya.

“Sikap positif dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Rangkul sikap positif dan fokuslah pada hal-hal baik dalam hidup,” demikian dorongannya.

Perjalanan Dr. John Scharffenberg selama seabad di bidang kesehatan dan nutrisi menjadi bukti manfaat pendekatan hidup yang seimbang dan holistik.

Dengan menggabungkan diet kaya nutrisi, aktivitas fisik teratur, keterlibatan mental, koneksi sosial, dan pandangan positif, individu dapat meningkatkan peluang mereka untuk hidup panjang dan memuaskan.

Saat kita mengambil inspirasi dari kehidupan luar biasa Dr. Scharffenberg, kita diingatkan akan pentingnya membuat pilihan yang bijak dan sadar kesehatan setiap hari.(dp)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan