Hubungan Paulus dengan Jemaat Efesus

Paulus dan Jemaat Efesus.

“Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus

sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.” Efesus 1:9-10

Bapa mempunyai rahasia kehendak-Nya bagi manusia yaitu rencana kerelaan-Nya untuk menyatukan segala sesuatu baik yang di surga maupun yang dibumi melalui Kristus Yesus.

Apakah tujuan surat Efesus?

Surat Efesus ditulis oleh Paulus ketika dia berada di dalam penjara.

Surat Efesus ditulis dengan tujuan:

1. Menguatkan jemaat Efesus yang mengalami penganiayaan sehingga mereka tidak berkecil hati.

2. Paulus mengulangi kembali apa yang terjadi kepada jemaat Efesus ketika mereka bertobat dulu, menerima Yesus sebagai Juruselamat dan menjadi bagian jemaat Tuhan.

3. Mengingatkan jemaat Efesus bahwa mereka adalah bagian dari tubuh Kristus, menjadi bahan-bahan dalam membangun Bait Suci dan juga pengantin Kristus dan prajurit yang diperlengkap dengan baik.

4. Jemaat Efesus diingatkan akan peran mereka yang penting dalam memenuhi rencana besar Bapa untuk mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus.

5. Paulus membangunkan umat percaya di Efesus kepada identitas mereka yang sepenuhnya dan kesempatan-kesempatan yang istimewa yang diberikan Tuhan kepada masing-masing mereka.

Penginjilan Paulus ke Efesus

Ayat Kisah. 18:18-21; 19:13-20.

Kota Efesus adalah ibukota dari Provinsi Asia dengan penduduk pada waktu itu berjumlah 250.000. Kota ini terkenal sebagai kota perdagangan dan pusat persimpangan jalur darat.

Kota Efesus juga menjadi pusat penyembahan Dewa Artemis, dewi penjaga kota dan merupakan ilah yang tertinggi.

Pada kunjungan pertama Paulus memutuskan untuk tidak terlalu lama berada di Efesus. Namun pada perjalanan misionaris yang ketiga, Paulus memutuskan untuk tinggal di Efesus selama tiga tahun dan berkomitmen untuk membangun sebuah jemaat di Efesus.

Pekerjaan TUHAN semakin menyebar di Efesus setelah ada peristiwa yang menghebohkan terjadi di Efesus.

Ada sekumpulan tukang jampi yang mencoba mengusir setan dengan menggunakan nama Yesus dan Paulus.

Tukang-tukang jampi ini adalah anak imam kepala Yahudi Bernama Skewa. Namun justru setan-setan itu menyerang orang-orang yang mencoba mengusir mereka.

Setan-setan itu berkata bahwa mereka mengenal Yesus dan Paulus namun orang-orang yang mencoba memakai nama Yesus dan Paulus tidak dikenal oleh setan-setan tersebut.

Peristiwa ini menggemparkan kota Efesus dan banyak orang yang mengakui bahwa mereka juga telah melakukan hal yang sama. Ada di antara orang-orang ini yang membakar kitab-kitab sihir mereka di hadapan umum.

Ini menunjukkan sebuah komitmen total bahwa mereka tidak lagi mau berhubungan dengan kuasa-kuasa kegelapan.

Orang percaya di Efesus belajar bahwa penyembahan kepada Yesus tidak dapat dilemahkan dengan penyembahan kepada apa pun atau seorang pun yang lain.

Peristiwa Keributan di Gedung Kesenian.

Kisah. 19:21-20; 20:17-38.

Paulus mengkhotbah Injil di Efesus. Puncaknya adalah sementara Paulus mengkhotbahkan Injil di Gedung keseniaan yang dihadiri penduduk Efesus terjadilah hura-hara.

Peristiwa ini akibat para pengrajin perak yang dipelopori oleh Demetrius mengadakan demonstrasi menentang pekerjaan Paulus.

Para pengrajin perak telah kehilangan pendapatan karena Paulus menolak penyembahan kepada berhala khususnya dewa Artemis.

Kuil Artemis yang megah di kota Efesus menjadi pusat turis yang tentu saja mendatangkan banyak uang kepada para penduduk Efesus khususnya para pengrajin patung dewa-dewi orang Efesus.

Khotbah Paulus berhasil menggoyahkan keyakinan orang Efesus kepada para dewa. Huru-hara tersebut akhirnya dibubarkan dan

Paulus melanjutkan pelayanannya kepada orang-orang percaya di Efesus. Pelayanan Paulus di Efesus terbagi menjadi dua bagian yaitu pelayanan misionaris pertama yang tidak lama dan pelayanan misionaris kedua.

Di pelayanan misionaris kedua ini Paulus berada di Efesus selama tiga tahun dan menulis buku 1 Korintus dan mengadakan beberapa kali pertemuan dengan tua-tua di Efesus.

Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus kemungkinan saat dia berada di penjara di Roma.

Mendengarkan Surat untuk Jemaat Efesus.

Efesus 1-5.

Surat Paulus kepada jemaat Efesus dibawa oleh Tikhikus. Tikhikus dikirim untuk memberitahukan kepada jemaat Efesus tentang keadaan Paulus dan memberikan penghiburan kepada jemaat Efesus.

Surat Paulus dibacakan kepada jemaat-jemaat rumah di Efesus. Jemaat-jemaat di rumah terdiri dari Ayah, Ibu, anak-anak dan orang-orang yang ada di rumah tersebut serta tamu-tamu yang ada.

Pergerakan pekerjaan di Efesus telah bertumbuh dengan pesat sehingga jumlah jemaat-jemaat di rumah telah berlipat ganda banyaknya.

Beberapa isi penting buku Efesus adalah:

1. Doa untuk umat percaya yang menerima Kristus.

2. Dahulu mati Rohani sekarang dimuliakan bersama Kristus.

3. Kristus menciptakan jemaat-Nya dari orang Yahudi dan bukan Yahudi.

4. Paulus sebagai pengkhotbah kepada orang bukan Yahudi.

5. Doa untuk orang percaya supaya mengalami kasih Kristus.

6. Berpegang teguh kepada Roh yang memberikan kesatuan kepada Jemaat.

7. Hidup baru, kehidupan kesatuan yang bertumbuh.

8. Berjalan dalam kasih, terang dan hikmat.

9. Mempraktikkan kehidupan yang dibentuk oleh Kristus dalam keluarga Kristen.

10. Berdiri bersama: Jemaat sebagai prajurit Allah.

Efesus Pada Masa Itu.

Efesus 1:1,2; 3:13.

Sebagai penulis kitab Efesus, Paulus mengindetifikasikan dirinya dengan berbagai cara. Di awal Paulus mengindentifikasikan dirinya sebagai penulis sementara di tengah-tengah surat Paulus mengindentifikasikan dirinya sebagai “orang yang dipenjarakan karena Kristus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah” yang merefleksikan pekerjaannya sebagai rasul.

Sementara di akhir surat Efesus, Paulus merujuk dirinya sebagai “utusan yang dipenjarakan” dan memberikan kesimpulan dengan pesan-pesan pribadi.

Kitab Efesus memiliki kesamaan waktu dan keadaan dengan surat Kolose dan Filemon. Paulus kemungkinan menulis surat Efesus dari penjara di Roma tahun 62 Masehi.

Pekabaran kitab Efesus sangatlah luas dari kisah sebelum dunia dijadikan hingga tema keselamatan yang Bapa berikan melalui Yesus Kristus.

Kitab Efesus banyak berisi pujian, doa dan bahasa penyembahan, metafora-metafora.

Efesus: Surat yang Dipenuhi Kristus.

Efesus 1:9,10.

Paulus memenuhi buku Efesus dengan Kristus sebagai tema. Bapa memiliki rencana kerelaan untuk mempersatukan sorga dan bumi di dalam Kristus. Bapa membentuk gereja-Nya untuk memenuhi rencana ini.

Gereja TUHAN adalah gereja universal yang terdiri dari Yahudi dan non-Yahudi. Umat TUHAN dipanggil untuk bertindak selaras dengan rencana Ilahi ini yaitu memberikan peringatan kepada kuasa kejahatan bahwa tujuan akhir TUHAN sedang berlangsung.

Kesatuan yang Bapa rencanakan adalah kesatuan di dalam Kristus. Jemaat memiliki akses kepada sumber-sumber Rohani yang ditawarkan di dalam Kristus.

Jemaat Efesus perlu menghidupkan kembali komitmen rohani dengan mengingatkan bahwa mereka adalah bagian dari gereja yang merupakan inti rencana TUHAN untuk mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus.

Adapun strategi utama yang Paulus gunakan adalah berbicara tentang gereja dengan empat metaforanya:

1. Gereja sebagai Bait Suci;

2. Gereja sebagai pengantin perempuan.

3. Gereja sebagai tubuh.

4. Gereja sebagai prajurit.

Masing-masing gambaran ini mengungkapkan apa maksud dan tujuan Allah bagi gereja-Nya.

Kesimpulan

1. Kisah tentang orang-orang di Efesus membakar buku-buku matera yang sangat mahal harganya membuktikan bahwa orang-orang di Efesus sangat bergantung kepada kuasa-kuasa mantera, jimat dan ilmu sihir.

Dibutuhkan intervensi TUHAN yang berdaulat agar jemaat Efesus cukup yakin bahwa mereka harus benar-benar bertobat dan menggunakan jimat dan sihir untuk mendapatkan kekuatan spiritual.

2. Paulus menggunakan banyak bahasa tentang kuasa di Kitab Efesus. Paulus merujuk kepada Kristus sebagai satu-satunya yang telah ditinggikan di atas semua kuasa dan menekankan keunggulan kuasa yang TUHAN berikan kepada orang percaya.

3. Surat Efesus ditulis untuk orang percaya yang memerlukan petunjuk bagaimana mengatasi serangan dan pengaruh berkelanjutan dari kekuatan-kekuatan kosmik yang jahat.

4. Surat Paulus kepada jemaat di Efesus menunjukkan keseimbangan yang indah antara pikiran, emosi, perasaan, perenungan teologis dan kehidupan praktis.

5. TUHAN memanggil umat-Nya untuk dengan tegas menolak dan menghindari ajaran penyembahan berhala dan sihir di rumah dan kepemilikan mereka.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *