
“Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.’Matius 28:1
HARI jumat sore, Maria Magdalena dan Maria lain menunggui kuburan Yesus. Namun menjelang buka sabat mereka pulang kerumah. Kuburan itu sepi. Tidak ada orang.
Para murid beristirahat. Mereka merayakan sabat. Sabat waktu itu sangat istimewa, karena bertepatan dengan paskah, yang jatuh pada hari sabat.
Paskah merupakan perayaan yang sangat ramai. Yerusalem menjadi pusat perayaan. Kota itu penuh dengan manusia. Mereka datang dari berbagai daerah. Termasuk dari luar negeri.
Lalu pada hari sabat, kuburan itu dijaga para tentara Romawi. Permintaan para Imam. Alasan mereka dua, mana tahu Yesus bangkit atau mayatnya dicuri.
Sepanjang sabat di kuburan Yesus tidak terjadi apa-apa. Sesekali terdengar dari kejauhan tertawaan dan obrolan para tentara.
Matahari terbenam diufuk barat. Sabat telah berakhir. Malam sudah tiba. Hari pun berganti. Para tentara penjaga tertidur.
Sementara murid-murid masih merasakan duka yang dalam. Mungkin sepanjang malam mereka tidak bisa tidur. Memikirkan Yesus..
Mereka tidak lupa perkataan Yesus bahwa pada hari ketiga Dia akan bangkit. Tidak sabar menunggu hari itu tiba. Mereka percaya dan berharap, semoga kebangkitan itu benar adanya..
Selanjutnya, narasi Matius menuliskan..
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Kedua perempuan ini yang terakhir pulang dari kuburan Yesus. Mereka jugalah yang pertama pergi ke kuburan Yesus. Pastilah mereka telah merencanakan itu.
Entah ilham dari mana hinggap dalam pikiran mereka untuk pergi ke kuburan pagi-pagi hari.
Narasi itu mengatakan, setelah hari sabat lewat. Kontruksi ayat itu dalam bahasa Yunani adalah opse de sabaton.
Frasa ini juga dapat diterjemahkan, “setelah hari Sabat,” yang menunjukkan waktu yang telah berlalu sejak hari Sabat berakhir.
Waktu sebenarnya adalah sejak matahari terbenam pada sore sebelumnya, ketika hari Sabat telah berakhir, sampai fajar menyingsing hari berikutnya, yaitu hari Minggu. Hari pertama dalam minggu itu, totalnya mungkin sepuluh jam.
Yohanes menyatakan secara khusus bahwa ketika para wanita itu datang “hari masih gelap” (20:1), mungkin subuh sekitar pukul 4 pagi atau 5 pagi..
Jadi ayat itu menunjukkan bahwa Yesus berada selama tiga hari dalam kubur. Tiga hari tiga malam tidak mengacu pada 72 jam penuh.
Perhitungan Yahudi merujuk satu hari bukan dalam arti 24 jam penuh. Walau hanya tinggal beberapa jam itu akan dihitung satu hari.
Yesus mati dan dikubur hari jumat. Hanya beberapa jam sebelum sabat. Maka itu dihitung satu hari. Kedua hari sabat. Itu satu hari penuh.
Kemudian hari ketiga, minggu, Yesus hanya beberapa jam dikubur dan dihitung satu hari. Dengan demikian Yesus dikubur selama tiga hari. Jumat, Sabtu, Minggu.
Mungkin kita tertarik kepada perhatian Maria Magdalena dan Maria lainnya kepada Yesus. Pastinya mereka sangat kehilangan.
Kemungkian mereka datang bukan untuk melihat Yesus bangkit tetapi untuk melihat kuburan, dimana mereka berpikir Yesus masih terbaring disana..
Mereka kesana untuk melayani Yesus terakhir kalinya dengan memberikan rempah-rempah.
Walau mereka pernah mendengar perkataan Yesus bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga, namun kurang percaya pada janji itu.
Mereka datang ke kubur karena kasih sayang mereka yang mendalam terhadap Tuhan mereka.
Maria Magdalena adalah perempuan yang pernah dibebaskan dari tujuh roh jahat (Lukas 8:2-3. Pengalaman itu sangat membekas dihatinya.
Karena itu dia bertumbuh dalam kasih karunia. Dia menjadi murid Yesus. Maria yang lain adalah ibu Yakobus dan Yusuf serta istri Klopas (lihat Matius 27:56; Yohanes 19:25).
Mereka telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Mereka ikut Yesus dengan sepenuh hati dan melayani Dia sepenuh hati..
Hanya Ketika kita merasakan perbuatan Yesus dalam hidup kita, kita dapat bertumbuh dalam kasih karunia.
Kepada kita semua Allah telah mencurahkan kasih karunia-Nya. Kita telah diselamatkan dari upah dosa.
Tidakkah kita mau mengikut Yesus dan melayani Dia dengan sepenuh hati kita?




