Dosa ulangan Abram (Kejadian 20:1-3)
KITA tinggalkan cerita Lot. Kembali kepada Abraham yang ceritanya terinterupsi oleh kisah Lot yang memalukan.
Tapi ibarat orang yang tercebur ke dalam kolam yang airnya kotor dan bau, baru saja naik, malah tercebur lagi ke kolam yang lebih bau dan kotor.
Kita baru naik dari kejijikan dosa anak-anak Lot, sekarang kita melompat lagi kepada dosa Abraham. Pasal 20 bagian yang kalau boleh kita lewatkan..
Karena di dalamnya Abraham mengulangi dosa yang sama yang dilakukannya ketika ia pergi ke tanah Mesir dan berbohong mengenai Sarah, dengan mengatakan, “Dia adalah saudara ku.”
Abraham mengulangi dosa yang sama dimasa lalu ketika dia berpindah tempat tinggal dari pohon terbantin di Mamre dekat Hebron, dari daerah perbukitan Yehuda ke arah Tanah Negeb..
Ke arah padang gurun. ia tinggal di antara dua daerah, yaitu Kadesh, yaitu Kadesh-Barnea di sebelah timur, dan Syur, yang terletak di perbatasan Mesir di sebelah barat.
Di antara kedua lokasi tersebut terdapat kota Gerar: Dia tinggal di Gerar, yang menempatkannya di Dataran Filistin
Entah apa yang membuat Abraham berpindah-pindah. Padahal dimasa lalu dia sudah pernah tinggal ditempat ini. waktu itu terjadi kelaparan dan membuat dia pergi ke Mesir..
Dan di Mesir dia berbohong kepada Firaun tentang Sara Isterinya, yang menempatkan Sara hampir menjadi selir Firaun..
Sekarang dia kembali ke Negeb sebagai orang asing. Lokasi persisnya di Gerar.
Gerar berarti “tempat penginapan” atau “tempat persinggahan” adalah kota makmur yang mengendalikan rute kafilah, terletak sekitar 12 mil di tenggara Gaza dan 50 mil di selatan Hebron di tanah orang Filistin.
Sebagai seorang pendatang, dalam masyarakat, yang memiliki struktur klan, Abraham tidak memiliki perlindungan hukum karena ia tidak memiliki ikatan darah.
Maka Abraham, akan bergantung pada penduduk asli untuk mengakui dan melindunginya, yang merupakan kasus yang kita lihat di Mesir dan sekarang di Gerar.
Kepindahan Abraham sebagai orang asing tentu melibatkan seluruh harta kekayaannya. Dalam hal ini ternaknya yang ribuan itu.
Karena dia orang asing, maka ada kontrak yang dibuat dengan petani setempat, yaitu tentang hubungan penggembalan dan air.
Hubungan ini dikenal sebagai “dimorfisme” karena kedua budaya yang berbeda namun saling terkait untuk hidup berdampingan.
Kontrak ini terkadang akan memengaruhi pengambilan keputusannya dan akan membahayakan istri dan integritasnya serta kesaksiannya di hadapan orang yang tidak percaya.
Sebagai orang asing, Abraham kuatir tentang keselamatannya dan istrinya. Maka dia mengatakan Sara itu saudaranya, maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.
Abimelekh bukanlah nama asli, tetapi gelar raja Gerar, sama seperti istilah “Firaun” bukanlah nama asli, tetapi gelar raja Mesir. Siapa nama pribadinya tidak diungkapkan.
Nah, ada hal yang unik dalam cerita ini. Sarah itu sudah berumur 90 tahun. Sudah tua. Kita jadi bertanya, apakah diusia itu Sarah masih cantik dan menarik hati Abimelek?
Mungkin dijaman kita saat ini usia 90 tahun sudah sangat tua sekali. Abraham hidup sampai 175 tahun dan Sarah sampai 127 tahun.
Jadi pada usia 65 tahun, Sara akan melewati titik tengah hidupnya, tentu tidak terlalu tua untuk mempertahankan kecantikannya.
Pada usia 90 tahun, dia akan sebanding dengan wanita berusia 53 tahun yang hidup sampai 75 tahun, jadi dia masih bisa menarik, meskipun sudah melewati masa mudanya.
Tetapi teks tersebut tidak pernah menyebutkan kecantikannya di pasal 20. Tidak seperti dipasal 12, dimana Firaun tertarik kepada Sara karena kecantikannya.
Mungkin Abimelek menginginkannya di haremnya untuk memperkuat aliansi dengan Abraham yang kaya dan kuat.
Boleh jadi Abimelek mendengar Abraham pernah mengalahkan Kedarleomer. Jadi dia ingin membangun aliansi secara politik.
Karena memang dikemudian hari mereka membentuk Kerjasama di kejadian 21: 22-34. Maka kita bisa lihat, tujuan Abimelek bersifat politis.
Namun apa yang tidak disadari oleh Abimelek adalah bahwa sebenarnya Sara itu istrinya. Dia telah dibohongi Abraham.
Peristiwa ini terjadi pada tahun terakhir sebelum kelahiran Ishak, namun belum ada kehamilan, atau mungkin saja ia telah hamil, namun belum ada tanda-tanda kehamilan.
Abraham sekali lagi membahayakan janji akan keturunan yang dijanjikan Tuhan. Abraham menjerusmuskan Sara kedalam bahaya yaitu menghalangi kelahiran Ishak.
Abraham pernah bersalah akan hal yang sama ketika ia pergi ke Mesir ( Kej. 12:10-20 ). Maka beberapa pelajaran kita bisa dapatkan:
1. Dari Abraham, kita melihat bahwa setiap orang beriman masih memiliki sifat dosa dan mampu melakukan segala macam dosa jika ia tidak berjalan dekat dengan Tuhan.
2. Kebiasaan lama, yang dianggap telah disingkirkan, dapat muncul dalam kehidupan orang percaya sejati.
Kelemahan-kelemahan sebelumnya dan kecenderungan-kecenderungan yang sudah mengakar, yang kita pikir tidak lagi kuat, tiba-tiba muncul dan membawa kejatuhan kita.
Orang-orang percaya sering ditemukan jatuh tergelincir di tempat mereka sebelumnya jatuh.
3. Abraham menggambarkan ketidakkonsistenan iman. Betapa sering karena takut akan hal duniawi kita lupa perlindungan Tuhan dan tidak mempercayainya.
Beta sering kita mengandalkan hikmat dan kelicikan kita sendiri untuk memecahkan masalah-masalah kita, yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Hati-hati melakukan dosa yang sama berulang kali, jika tidak segera dihentikan maka itu akan terus berulang-ulang..
“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.” Ibrani 10:26-27
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




