Domba atau kambing: Pilihan yang menentukan kekekalan (Matius 25:31-33)
“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.” Matius 25:31-33
Sejauh ini kita telah mempelajari Matius 24 dan 25. Kita tiba dibagian akhir pasal 25. ini merupakan adegan terakhir dalam kotbah diatas bukit Zaitun.
Sebelum kita pelajari, kita lihat sekilas penekanan setiap bagian di pasal 25.
Pertama, penjelasan singkat tentang tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali..
Kedua, pelajaran tentang berjaga-jaga, menunggu, dan bersiap menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali (24:36–25:30).
Pada bagian Ketiga ini Yesus memberikan janji pahala dan penghakiman yang akan terjadi pada saat kedatangan-Nya kedua kali.
Setelah nasehat berjaga-jagaa, kemudian ditampilkan adegan kedatangan anak manusia dengan kemuliaan-Nya..
Semua malaikat bersama bersama dengan Dia, dan duduk ditahta kemuliaan-Nya. Semua bangsa dikumpulkan dihadapan-Nya.
Pada kedatangan Yesus yang pertama, Dia menyelubungi kemuliaan Ilahi-Nya dan hidup sebagai manusia.
Kerajaan yang Ia dirikan pada waktu itu adalah kerajaan kasih karunia. Dan pada kedatangan kedua, Dia mendirikan kerajaan kemuliaan. (Dan. 7:14, 27; Wahyu 11:15; lihat Matius 4:17; 5:2).
Kedatangan Yesus kedua kali, selain memberikan upah kepada orang benar, juga menghakimi orang-orang jahat.
Subyek penghakiman Kristus adalah seluruh bangsa. Bangsa disini mengacu pada setiap orang yang hidup di bumi sejak penciptaan hingga Tuhan datang kembali.
Setelah itu Dia akan membuat pemisahan orang-orang menjadi dua bagian. Pemisahan itu seperti gembala memisahkan domba dari kambing.
Gambaran gembala disini secara langsung atau tidak langsung adalah Yesus. Dia sering membandingkan diri-Nya dengan seorang gembala dan umat-Nya dengan domba..
Tujuan pemisahan ini adalah untuk membedakan mana domba dan mana kambing. “Domba” adalah gambaran umat Allah, baik yang merujuknya kepada Israel atau murid-murid Yesus (Mat. 10:16).
Domba Palestina biasanya berwarna putih, dan kambing berwarna hitam. Mereka umumnya dirawat bersama oleh gembala yang sama..
Kambing tidak sering muncul dalam Perjanjian Baru, namun dalam Perjanjian Lama 70 persen referensi mengenai kambing berkaitan dengan penggunaannya sebagai hewan kurban..
Seperti kambing yang dipersembahkan untuk kurban penghapus dosa dan kambing yang dijadikan sebagai Azazel atau kambing hitam pada Hari Raya Pendamaian. (Imamat 16:8–10, 26).
Jadi gambaran pemisahan domba dan kambing diambil dari wilayah sekitar Palestina, domba dan kambing sering kali digembalakan bersama.
Tapi domba itu jinak, lembut sedangkan kambing adalah hewan yang sulit diatur dan cerewet serta mudah membuat marah domba.
Mereka tidak bisa makan atau istirahat bersama dengan baik, maka penggembala sering memisahkan mereka untuk digembalakan dan untuk tidur di malam hari.
Maka untuk memperjelas maka mereka dipisahkan.
Untuk memperjelas posisi orang-orang benar dan orang-orang jahat maka manusia pada kedatangan Yesus dibedakan.
Domba adalah orang-orang yang setia. Kambing adalah orang-orang yang menolak kasih karunia Tuhan.
Domba akan ditempatkan disebelah kanan-Nya dan kambing sebelah kiri-Nya. Kanan melambangkan kehormatan dan berkat.
Sisi kiri mungkin melambangkan kurang disukai atau sebenarnya tidak disukai.
Pada zaman Alkitab Kuno, berkat seorang ayah sangatlah penting karena menentukan siapa yang akan menerima bagian terbesar dari berkat tersebut.
Ketika Yakub hendak memberkati kedua cucunya, Efraim dan Manasye, ia dengan hati-hati meletakkan tangan kanannya pada orang yang akan menerima warisan tersebut.
Karena berkat besar biasanya diberikan kepada putra sulung, Manasye ditempatkan di sebelah kanan Yakub dan Efraim di sebelah kirinya.
Namun ketika waktu pemberkatan tiba, Yakub menyilangkan tangannya sehingga tangan kanannya berada di atas kepala Efraim dan bukan di tangan Manasye.
Yusuf keberatan, tetapi Yakub bersikeras memberikan berkat besar kepada Efraim, karena Tuhan telah memilih dia daripada saudaranya (Kej. 48:8-20).
Poinnya, Yesus akan datang kedua kali. Dia akan mengumpulkan orang-orang benar untuk diberikan berkat kerajaan Sorga. Hidup kekal.
Mereka adalah orang-orang yang setia dan berjaga-jaga dalam iman, yang menggunakan talenta/karunia rohani mereka hingga Yesus datang.
Orang-orang jahat juga akan dikumpulkan dan menderita kematian. Mereka tidak bersedia menyambut kedatangan Yesus.
Mereka menyia-nyiakan kasih karunia Allah dan tidak menggunakan talenta mereka.
Marilah kita menjadi kelompok domba yang berada disebelah kanan Yesus.
Tetaplah setia. Yesus pasti datang!







