Baca juga: Yohanes 18 dan Lukas 23

“Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Matius 27:12-13.

PENGADILAN Yesus dipengadilan Pilatus hanya formalitas saja. Pilatus tahu tuduhan pemimpin agama palsu. Pilatus menanyakan beberapa pertanyaan kepada Yesus, namun cuma basa-basi saja..

“Engkaukah raja orang Yahudi?” kata PIlatus

“Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?” jawab Yesus kepada Pilatus..

Tentu saja Pilatus terkejut, “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?”

Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Yoh 18:36

Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?”

Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” Yohanes 18:37

Kata Pilatus kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu?” nampaknya Pilatus semakin penasaran..

Pilatus tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Yesus. lalu dia pergi menemui para pemimpin agama tersebut dan berkata:

“Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya…”

Artinya, sebagai hakim, Pilatus telah menyelidiki dan mengadili Yesus dan dia tidak temukan bukti Yesus bersalah, sesuai dengan tuduhan mereka..

Pilatus membebaskan Yesus dari segala kesalahan perdata atau pidana. Tuduhan mereka tidak punya dasar.

Jika tuduhannya bahwa Yesus memberontak kepada Romawi, tentu mereka tidak akan membawa Yesus ke pengadilan Roma, karena mereka sendiri benci kepada Romawi..

Justru mereka akan senang kalau ada orang yang memberontak kepada Roma, karena sejak lama mereka ingin lepas dari cengkraman Romawi..

Atas dasar itulah Pilatus mengambil kesimpulan, Yesus tidak bersalah. Dia juga tahu kebusukan hati para pemimpin agama itu..

Dia tahu betul, “bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki..”

Para imam besar, imam kepala, tua-tua, ahli-ahli Taurat, orang-orang Farisi, dan orang-orang Saduki semuanya membenci Yesus..

Karena Dia dianggap melemahkan kepemimpinan mereka terhadap orang banyak. Dia menegur keberdosaan, kemunafikan, dan kesalahan doktrin mereka.

Yesus semakin populer, sedangkan mereka semakin redup pengaruhnya.

Para pemimpin agama itu tidak kehabisan argumentasi Ketika Pilatus mengatakan Yesus tidak bersalah. Mereka terus mendesak Pilatus..

Lukas melaporkan, “mereka makin kuat mendesak, katanya: “Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini.” Lukas 23:5

Mereka terus menekan Pilatus dan mati-matian menuduh Yesus dengan tuduhan mengada-ada..

Pada saat tuduhan mereka semakin keras, Pilatus berkata, “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Matius 27:13

Yesus terdiam. Tidak menjawab sepatah kata pun. Pilatus merasa cemas karena Yesus tidak memberikan jawaban terhadap tuduhan yang semakin liar..

Pilatus berharap Yesus membantah semua tuduhan palsu mereka. Berharap Yesus membongkar konspirasi mereka..

Pilatus tahu, tuduhan kepada Yesus bersifat agama bukan politik. Dia tahu itu palsu. Dibuat karena iri hati.

Dia juga tahu tuduhan yang baru saja mereka ajukan pemberontakan, tidak membayar pajak, dan mengaku sebagai raja dibuat-buat, supaya terkesan itu adalah kasus politik..

Pilatus tahu kebenaran. Dia tahu orang Yahudi menentang kebenaran tersebut. Orang-orang Yahudi telah menghukum Dia secara tidak adil..

Dan Pilatus dengan adil telah membebaskan Dia dari tuduhan. Oleh karena itu Yesus menolak mengatakan apa pun lagi karena tidak ada lagi yang perlu dikatakan..

Yesus juga tidak membela diri dengan tujuan untuk menggenapi apa yang tertulis. Sekali lagi dia turut membantu para pemimpin agama meluluskan rencana busuk mereka..

Sebab kalau Yesus membela diri, dan membuka kedok para pemimpin agama itu, bisa jadi kesaksian-Nya akan memberatkan mereka. Bahkan mereka justru yang balik dihukum oleh Roma..

Pilaatus telah pengalaman mengadili ratusan orang. Semua terdakwa diberikan kesempatan membela diri. Namun dalam kasus Yesus, dia tidak memberikan pembelaan apa pun..

Dalam hikmat dan kebijaksaan-Nya, Dia ingin menggenapi rencana Penebusan melalui kematian-Nya. Namun dalam ketidak tahuan para pemimpin agama, recana mereka Tuhan ubah jadi berkat..

Pilatus walau dia tahu kebusukan hati para pemimpin agama, dia juga tidak berani terhadap mereka. Dia tidak ingin situasi yang tidak kondusif dapat mengancam jabatannya..

Karena itu dia cari aman. Ia telah memerintah Yudea sekitar empat atau lima tahun, namun pemerintahannya ditandai dengan beberapa kesalahan..

Dan itu bisa mengancam jabatannya dan bahkan nyawanya.

Beberapa kesalahan Pilatus adalah menyinggung perasaan orang Yahudi Ketika dengan sengaja tentara-tentaranya membawa panji-panji bergambar Kaisar masuk kota Yerusalem..

Karena orang-orang Yahudi menganggap gambar-gambar seperti itu sebagai penyembahan berhala.

Gubernur sebelumnya hati-hati membawa gambar seperti itu didepan umum, apalagi dikota Yerusalem..

Karena hal itu terjadi proten. Orang Yahudi menuntut Pilatus melepaskan panji-panji itu. Dia tidak mau.

Lalu Pilatus menggiring mereka ke Aula. Mengancam memenggal kepada mereka, jika terus protes..

Tetapi orang-orang Yahudi tersebut tidak takut. Mereka menunjukkan leher mereka dan menantang para tentara untuk memenggal leher mereka..

Akibatnya Pilatus menarik ancamannya dan juga panji-panji bergambar kaisar..

Kaisar mengirim Pilatus ke Palestina untuk menjaga perdamaian. Maka kalau terjadi keributan, maka Pilatus akan dicopot dan dihukum oleh Kaisar..

Karena itu, dia sangat menjaga betul, jangan sampai terjadi keributan yang besar hanya karena masalah satu orang. Yesus.

Dia sebetulnya sangat dilema. Dia ingin melepaskan Yesus. Tapi disisi lain, para pemimpin agama menuntut hukuman mati..

Posisi Pilatus serba salah. Tetapi kita tahu, dia tidak akan mempertaruhkan jabatannya hanya untuk Yesus seorang. Dia akan mencari jalan aman..

Poinnya, Peradilan sesat Yesus yang kelihatannya tidak terkendali, sesungguhnya ada kuasa yang tak terlihat mengendalikan situasi..

Yesus yang nampak kalah dari pemimpin agama, sesungguhnya Dia memenangkan pertarungan. Karena scenario jahat mereka menuju kepada rencana Tuhan..

Rencana Tuhan adalaah rencana damai sejahtera.

Sebaliknya, kemenangan pemimpin agama adalah kekalahan mereka. Karena segala tindakan mereka diluar koridor hukum. Sesat.

Pada akhirnya kedok mereka akan terbongkar dan mereka akan menerima akibatnya.

Kebenaran akan mencari jalannya sendiri..

Bila Anda menerima ketidak adilan dalam berbagai hal, Anda tertindas dalan berbagai bentuk, ingat, kejahatan manusia Tuhan dapat arahkan kepada berkat. Sabat dan tetap berharap.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *