Daniel 5: Cara Tuhan mengakhiri kekuasaan manusia yang sombong

Judul asli: Dari Kesombongan Kepada Kehancuran

Pendahuluan:

Baca untuk Pelajaran Ini: Daniel 5, Wahyu. 17: 4-6, Ps. 96: 5, Kol 1: 15-17, Rm. 1: 16-32, Pengkhotbah. 8:11, Wah 14: 8.

Kita memasuki pelajaran Daniel 5, Firman Tuhan memberi kita contoh kuat tentang keangkuhan manusia yang berakhir dengan cara yang menakjubkan dan dramatis.

Raja Nebukadnesar membutuhkan waktu lama untuk belajar rendah hati dan mengakui kekuasaan Tuhan.

Tetapi berbeda dengan cucunya Belsyasar dia mengabaikan sejarah masa lalu yang terjadi kepada kakeknya dengan terus menerus memelihara kesombongan terhadap Tuhan.

Dengan dia menggunakan bejana-bejana bait suci untuk pesta pora di istana, Belshazzar menodai perkakas bait suci itu. Tindakan itu tidak hanya menantang Tuhan tetapi juga serangan terhadap Tuhan sendiri.

Dengan demikian, Belshazzar mengisi cawan kejahatannya, bertindak dengan cara yang mirip dengan tanduk kecil (lihat Daniel 8), yang menyerang fondasi tempat kudus Allah.

Dengan menghilangkan kekuasaan dari Belsyazar, cara yang sana Tuhan akan lakukan untuk raja-raja yang sombong di akhir zaman.

Peristiwa yang diceritakan dalam Daniel 5 terjadi pada 539 SM, pada malam Babel jatuh di hadapan pasukan Media-Persia.

Di sini terjadi transisi dari emas ke perak, yang dinubuatkan dalam Daniel 2.

Sekali lagi menjadi jelas bahwa Allah berkuasa dalam urusan dunia.

Bagaimana kejatuhan dan akhir kekuasaan Belsyazar, Selanjutkan dijelaskan berikut ini:

I. Berakhir di sebuah pesta pora (Daniel 5:1-4)

Baca Daniel 5: 1-4 bersama Daniel 1: 1, 2.

Bahwa apa yang dilakukan Belsyasar itu sangat buruk. Di pesta itu karakter aslinya terungka.

Apa yang dia lakukan sama dengan yang terjadi di Wahyu 17: 4-6. Kita bisa temukan persamaannya disana.

Bagaimana cara Belsyazar dan Nebukadnezar memperlakukan hal yang kudus?

  1. Nebukadnezar merebut bejana-bejana dari Bait Suci Yerusalem, tetapi ia menempatkannya di rumah allahnya, yang menunjukkan bahwa setidaknya ia menghormati status kesucian perkakas itu.
  2. Sebaliknya Raja Belsyasar memerintahkan agar perkakas Bait Suci Yerusalem digunakan sebagai tempat minuman untuk pesta pora raja.

Apakah yang dilakukan Bersyazar dengan perkakas bait suci?

Minum menggunakan perkakas Bati Suci dan Memuji dewa-dewa mereka.

• Raja minum dari perkakas suci itu dengan para pembesarnya “mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.” (Dan. 5: 4).

Apakah makna dari keenam benda yang mereka puji (emas, perak, tembaga, besi, kayu, batu)?

  1. Orang Babilonia menggunakan sistem seksagesimal (sistem berdasarkan angka 60) berbeda dengan sistem desimal yang digunakan saat ini (berdasarkan angka 10).
  2. Enam kategori dewa mewakili totalitas para dewa Babel dan, oleh karena itu, kepenuhan sistem keagamaan Babel.
  3. Susunan materi (Emas, perak, tembaga, besi, kayu dan batu) mengikuti urutan komponen patung mimpi Nebukadnezar, kecuali bahwa kayu menggantikan tanah liat.
  4. Seperti dalam mimpi, batu muncul terakhir; meskipun di sini menunjuk komposisi material berhala, batu juga membangkitkan penghakiman Allah atas kerajaan duniawi (lihat Dan. 2:44, 45), yang dilambangkan oleh Babel.

Apakah hubungan pesta Belsyazar dengan Babel akhir zaman?

a) Perayaan ini berfungsi sebagai representasi Babel akhir zaman seperti yang terlihat dalam kitab Wahyu.

b) Seperti Belsyazar, wanita di Babel akhir zaman itu memegang piala emas dan menawarkan minuman yang tercemar kepada bangsa-bangsa.

c) Dengan kata lain, melalui doktrin-doktrin palsu dan sistem ibadah yang terdistorsi, Babel modern memikat dunia menjadi jahat (Why. 17: 4-6), mereka tidak menyadari akan penghakiman yang akan segera menimpanya. Suatu hari penghakiman akan datang.

Dengan cara apa masyarakat dan budaya kita mencemarkan kebenaran Firman Allah? Bagaimana kita dapat berhati-hati untuk tidak mengambil bagian dalam pencemaran itu, bahkan dengan cara yang halus?

sementara pesta kesombongan berlangsung, sesuatu yang mengejutkan menimpa semua peserta pesta? Apaka itu?

II. Tamu Tak diundang tiba-tiba muncul (Daniel 5:5-8)

Sementara mereka berpesta pora, raja dan para bangsawan dikejutkan dengan penampakan aneh yang belum pernah dia lihat sepanjang hidupnya.

Penampakan ini ialah sebuah punggung tanggan menulis tulisan didinding diruangan tempat mereka pesta pora.

Baca Daniel 5: 5-8. Melihat itu raja pucat, gelisah, sendi-sendi pangkal pahanya lemas. Bagaimana tulisan ini paralel dengan Daniel 2, dan mengapa paralel itu penting? (Lihat Mzm. 96: 5, Kol. 1: 15-17).

Apakah yang dilakukan Belsyazar ketika menyaksikan peristiwa itu?

Sama seperti Nebukadnezar, dia bergantung kepada para ahli sihir (Dan. 2: 2, Dan. 4: 7), dia memanggil para peramal, para Kasdim, dan ahli sihir untuk memperjelas tulisan misterius ini.

Dan untuk memastikan bahwa mereka memberikan yang terbaik, raja menjanjikan penghargaan yang luar biasa:

(1) pakaian ungu, warna yang dikenakan oleh para bangsawan di zaman kuno (Esther 8:15);

(2) Kalung emas, yang merupakan pertanda status sosial yang tinggi (Kej 41:42); dan

(3) Jabatan menjadi penguasa ketiga di kerajaan. Imbalan terakhir ini mencerminkan secara akurat keadaan historis Babel pada waktu itu. Karena Belsyazar adalah penguasa kedua sebagai bupati dengan ayahnya, Nabonidus, ia menawarkan posisi penguasa ketiga.

Tetapi terlepas dari ganjaran yang menggiurkan, para orang bijaksana sekali lagi gagal memberikan penjelasan.

Bagaimana hasilnya, apakah para ahlinya bisa memecahkan misteri tulisan itu?

• Raja berusaha menemukan hikmat di tempat yang salah, dengan bergantung kepada manusia.

• Para ahli Babel tidak dapat mengungkap makna tulisan itu, padahal ditulis dalam bahasa mereka sendiri, bahasa Aram, seperti yang akan kita lihat pada pelajaran selanjutnya, tetapi mereka tidak dapat memahami kata-katanya.

Dari peristiwa ini, Apakah yang Tuhan katakan tentang hikmat manusia?

1. Hikmat dan pengertian manusia binasa dan terbatas

“Karena hikmat orang-orang bijak mereka akan binasa, dan pengertian orang-orang yang bijaksana akan disembunyikan” (Yes. 29:14, NKJV).

2. Hikmat manusia kebodohan karena tidak mengenal Allah

Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.”(1 Kor. 1:20, 21).

Beberapa kebenaran terlalu penting untuk ditinggalkan bagi manusia untuk mencoba mencari tahu sendiri. Itu sebabnya Tuhan, sebaliknya, mengungkapkan kebenaran ini kepada kita.

Jadi, hikmat manusia yang paling hebat sekalipun tidak dapat menyelami hikmat Tuhan. Maka untuk memahami segala apa yang Tuhan buat kepada manusia, harus datang dan meminta kepada Tuhan sendiri.

Selanjutnya kita akan lihat, bagaimana misteri tulisan didinding terungkap.

III. Misteri tulisan didinding yang membingungkan (Daniel 5:9-12)

Baca Daniel 5: 9-12.

Ratu masuk keruang pesta, berusaha menenangkan raja dan pembesar kerajaan, bahwa mereka tidak perlu gelisah dan pucat. Karena di kerajaan ini ada seseorang yang dapat memecahkan misteri itu dan dia pernah memecahkan misteri yang sama pada masa raja sebelumya.

Entahkah raja lupa sejarah tentang Daniel, ataukan dia sengaja tidak respek kepada Daniel. Dia mengingatkan raja tentang Daniel, yang memiliki kemapuan untuk menafsirkan mimpi dan memecahkan misteri telah diperlihatkan pada masa Nebukadnezar.

Jika Belshazzar sepintar pendahulunya, ia pasti tahu ke mana harus mencari makna tulisan misterius ini.

Kata-kata ratu juga terdengar seperti teguran bagi Belshazzar karena mengabaikan satu-satunya orang di kerajaan yang dapat menafsirkan tulisan misterius itu.

Dan dia juga memberikan ringkasan tentang Daniel:

• Dia penuh dengan roh para dewa yang kudus!

• Memiliki kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa.

• Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, (Dan. 5:11, 12).

Mengapa Belsyasar mengabaikan Daniel?

1. Tidak ada jawaban langsung dari ayat, tetapi ada kemungkinan setelah Daniel melayani raja setidaknya sampai tahun ketiga masa pemerintahannya (Dan. 8: 1, 27), dia tidak lagi aktif dalam pelayanan.

2. Salah satu faktor mungkin adalah usia Daniel. Dia mungkin berusia sekitar 80 tahun, dan raja mungkin ingin mengganti kepemimpinan lama dengan generasi yang lebih muda.

3. Raja mungkin juga memutuskan untuk mengabaikan Daniel karena dia tidak ingin menyerahkan diri kepada Tuhan Daniel.

Tetapi apa pun alasannya, tetap mengejutkan bahwa seseorang dengan portofolio seperti Daniel bisa dilupakan begitu cepat.

Selanjutnya kita akan lihat bagaimana Daniel memecahkan misteri tulisan tersebut..

IV. Misteri tulisan terungkap (Daniel 5:13-28)

Baca Daniel 5: 13-28. Daniel menceritakan riwayat kakeknya Nebukadnesar yang sombong, bagaimana Tuhan merendahkan dia.

Karena situasi yang memaksa, raja memilih berkonsultasi dengan Daniel, tetapi dia tampaknya melakukannya dengan enggan. Ini mungkin memberi tahu lebih banyak tentang sikap raja terhadap Allah Daniel daripada terhadap Daniel sendiri.

Daniel menolak tawaran hadiah raja, dan ini mengatakan banyak hal tentang prioritas dan karakter Daniel.

Kemungkinan juga bahwa Daniel, yang tahu arti kata-kata misterius itu, menyadari betapa berharganya pahala itu.

Pada kesempatan itu, Daniel mendakwa raja dengan tiga tuduhan.

1. Belshazzar benar-benar mengabaikan pengalaman Nebukadnezar. Kalau dia tidak bertobat akan mempermalukan diri sendiri seperti Nebukadnesar.

2. Belsyazar telah menggunakan bejana bait suci untuk minum anggur dan memuji berhala-berhalanya. Di sini Daniel menyebutkan enam jenis bahan yang digunakan untuk membuat berhala dengan urutan yang sama seperti yang disebutkan sebelumnya.

3. Kesombongan raja terhadap Tuhan padahal Tuhan “yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.” (Dan. 5:23).

Setelah menegur raja atas kegagalanya, Daniel melanjutkan interpretasinya.

Apakah tulisan didinding dan artinya?

Sekarang kita belajar bahwa grafiti ilahi terdiri dari tiga kata kerja bahasa Aram (dengan yang pertama diulang).

Makna dasar tulisan itu seharusnya diketahui oleh raja dan orang bijaknya:

MENE: “menghitung”;

TEKEL: “ditimbang”, dan

PERES: “dibagi”.

Dengan pasukan Media-Persia di gerbang Babel, raja dan orang-orang bijak pasti curiga makna yang tidak menyenangkan dalam tulisan itu, tetapi orang-orang bijak itu tidak berani mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan kepada raja.

Hanya Daniel yang terbukti mampu menguraikan pesan yang sebenarnya menjadi pernyataan yang bermakna untuk menyampaikan maknanya sepenuhnya kepada Belsyazar:

“MENE: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri;;

TEKEL: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;

PERES: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia (Dan. 5: 26-28).

Disini tidak ada kata-kata yang menghibur..

Arti dari tulisan itu ternyata menyatakan kejatuhan Babel ketangan bangsa lain. Seperti yang kita lihat berikut ini.

V. Kejatuhan Babel (Daniel 5:29-31)

Baca Daniel 5: 29-31 bersama dengan Wahyu 14: 8, Wahyu 16:19, dan Wahyu 18: 2. Kita bisa pelajari tentang jatuhnya Babel Belsyazar yang menunjukkan jatuhnya Babel akhir zaman.

Sikap Belsyasar setelah mendengar pemaparan Daniel.

1. Apa pun kesalahannya, Belsyazar adalah orang yang menepati janji.

Jadi, terlepas dari kabar buruk yang dia dengar, dia puas dengan interpretasi yang diberikan oleh Daniel, itulah sebabnya dia melimpahkan hadiah yang dijanjikan kepada Daniel.

2. Mengakui kebenaran tulisan yang disampaikan Daniel.

Tampaknya dengan mengakui kebenaran pesan Daniel, raja secara implisit mengakui realitas Allah Daniel.

Yang menarik, Daniel sekarang menerima hadiah yang telah ditolaknya sebelumnya, mungkin karena hadiah seperti itu tidak dapat lagi memengaruhi penafsirannya.

Selain itu, pada saat itu hadiah seperti itu tidak ada artinya karena kerajaan akan jatuh.

Dengan demikian, mungkin sebagai masalah kesopanan, nabi menerima ganjaran, mengetahui sementara bahwa ia akan menjadi penguasa ketiga kerajaan hanya untuk beberapa jam.

Bagaimana kenyataan dari tulisan didinding itu?

Tepat seperti yang diumumkan oleh nabi, Babel jatuh. Dan ia melakukannya dengan cepat; sementara raja dan abdi dalem minum, kota itu jatuh tanpa pertempuran.

Bagaimana cara Medo Persia mengalahkan Babel?

Menurut sejarawan Herodotus, bangsa Persia menggali sebuah kanal untuk mengalihkan Sungai Efrat dan berbaris ke kota di dasar sungai.

Malam itu juga Belshazzar dibunuh. Ayahnya, Raja Nabonidus, telah meninggalkan kota itu, menyerahkan dirinya kemudian kepada penguasa baru.

Dengan demikian, kekaisaran manusia terbesar yang pernah diketahui sampai titik ini berakhir. Babel, kepala emas, tidak ada lagi.

Aplikasi:

“Belshazzar telah diberi banyak kesempatan untuk mengetahui dan melakukan kehendak Tuhan. Dia telah melihat kakeknya Nebukadnezar diusir dari masyarakat manusia.

Dia telah melihat kecerdasan di mana raja yang sombong dimuliakan diambil oleh Dia yang memberikannya.

Dia telah melihat raja diusir dari kerajaannya, dan menjadi sahabat binatang buas di ladang. Namun kecintaan Belshazzar akan hiburan dan pemuliaan-diri menghapus pelajaran yang seharusnya tidak pernah dilupakannya;

Dan dia melakukan dosa yang serupa dengan dosa yang memberi tanda hukuman pada Nebukadnezar.

Dia menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan dengan anggun padanya, mengabaikan untuk menggunakan kesempatan dalam jangkauannya untuk berkenalan dengan kebenaran ”. – Ellen G. White, Bible Echo, 25 April 1898.

Kesimpulan

Daniel 5 adalah cerita tentang kesombongan manusia terhadap pencipta-Nya, yang kemudia hari tumbang karena tidak mengakui kekuasaan Tuhan atas manusia.

Tidak menghormati apa yang kudus adalah penghinaan terhadap Tuhan. Dengan menggunakan perkakas bait suci untuk tujuan pesta pora merupakan dosa Belsyasar yang Tuhan tidak toleransi.

Tuhan mengumumkan kejatuhan Babel dan akan digantikan dengan kerajaan lain, dalam sebuah tulisan yang misterius yang tidak dapat dijelaskan oleh orang bijaksana di Babilon.

Daniel, Orang yang diabaikan raja diundang untuk menerangkan makna tulisan itu, dengan lugas dia menegur raja dan menyatakan kesombongannya terhadap Tuhan akan mendatangkan malapetaka tidak lama setelah itu.

Tulisan didinding itu adalah berisi tentang perilaku raja yang sombong dengan tabiat yang memandang remeh Tuhan dan kekudusannya.

Babel tumbang, raja terbunuh, kerajaan berpindah kepada orang Media dan Persia. Kerajaan Emas itupun berakhir ditangan kerajaan perak.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *