Daniel 3: Rahasia Memiliki Iman Yang Kuat Ditengah Tekanan

Pelajaran pendalaman Alkitab Sekolah Sabat. Judul asli ” Dari perapian ke istana.”

Baca untuk Pelajaran Minggu Ini: Daniel 3, Wahyu. 13: 11-18, Kel. 20: 3-6, Ul. 6: 4, 1 Kor. 15: 12-26, Ibrani 11.

Pendahuluan

Daniel pasal 1 menceritakan bagaimana umat Tuhan menghadapi tekanan, tetapi mereka luput dan menjadi terang bagi Raja dan bangsa Babilon.

Daniel 2 menceritakan bagaimana Umat Tuhan dan bukan umat Tuhan secara khusus mengarakh kepada kelompok tertentu dari umat Tuhan dan bukan umat Tuhan, mengalami tekanan ancaman kematian, tetapi kelepasan datang kepada semua golongan karena Umat Tuhan.

Danie 3 menceritakan bagaimana penguasa mengundangkan penyembahan kepada patung ditujukan semua orang secara umum, tidak memandang apakah itu umat Tuhan atau bukan, dimana hukuman bagi yang tidak menurut adalah kematian.

Namun 3 pemuda yang mewakili umat Tuhan, berdiri teguh dengan iman mereka kepada Raja Sorga, satu satunya Tuhan yang mereka sembah. Mereka tidak takluk kepada ancaman hukuman manusia.

Sementara menghadapi ancaman kematian karena masalah ibadah mungkin tampak seperti zaman pra-ilmiah dan takhayul, Alkitab mengungkapkan bahwa pada akhir zaman, ketika dunia telah sangat “maju”, sesuatu yang serupa akan terungkap, tetapi pada skala dunia.

Jadi, dari kisah Daniel 3, kita mendapatkan wawasan tentang masalah-masalah yang, menurut Alkitab, akan dihadapi oleh umat beriman.

I. Membuat patung emas untuk disembah

Baca Daniel 3: 1-7.

Apa yang mungkin memotivasi raja untuk membuat patung emas ini?

1. Raja tidak ingin kerajaannya digantikan kerajaan lain seperti yang telah diterangkan Daniel.

2. Raja tidak puas dengan hanya kepala dari emas.

3. Raja ingin seluruh bagian patung itu dari emas, untuk menyatakan kepada rakyatnya bahwa kerajaannya akan bertahan sepanjang sejarah.

Aplkasi: Tidak ada yang abadi dari usaha manusia diatas dunia ini. Bahkan kekuasaan manusia manapun ada batas waktu dan akan berakhir pada waktunya. Maka jangan sombongkan apapun dalam hidup ini.

Mengapa Nebukadnezar menuntut penyembahan?

1. Sombong dan Narsis

Raja yang sombong dan arogan. Ia telah mencapai banyak hal sebagai penguasa Babel, dan ia tidak menerima gagasan bahwa kerajaannya pada akhirnya akan berlalu.

2. Membangun pencitraan

Dalam  upaya meninggikan diri sendiri, ia membangun citra untuk membangkitkan kekuatannya dan dengan meminta kesetiaan rakyatnya.

Meskipun tidak begitu jelas,  apakah patung itu dimaksudkan untuk mewakili raja atau dewa, kita harus ingat bahwa di zaman kuno garis-garis yang memisahkan politik dari agama sering tidak jelas.

Sikap sombong dan narsis membuat raja melewatkan 2 kali kesempatan mengenal Allah Yang Benar sbb:

1.  Ketika  dia menguji orang-orang muda Ibrani dan menemukan mereka sepuluh kali lebih bijaksana daripada orang bijak lainnya di Babel.

2. Setelah semua ahli lain gagal mengingatkannya tentang mimpinya, Daniel mengungkap kepadanya pikiran, mimpinya, dan interpretasinya.

Untuk suatu waktu, raja mengakui superioritas Tuhan Daniel dibanding dewa raja..

Apakah yang membuat raja kembali menjadi penyembah berhala?

Kemungkinan besar, kebanggaan. Orang yang membanggakan diri sulit menerima kenyataan bahwa diri itu terbatas adanya.

Aplikasi:

1. Manusia berdosa sering menolak mengakui kenyataan bahwa pencapaian materi dan intelektual mereka adalah kesia-siaan dan ditakdirkan untuk menghilang.

2. Kadang-kadang kita mungkin bertindak seperti “Nebukadnezar” kecil karena kita terlalu memperhatikan/membanggakan pencapaian kita yang sementara dan melupakan betapa tidak berartinya itu di hadapan kekekalan.

Setelah patung didirikan, apakah yang dilakukan supaya orang menyembah patung itu?

II. Membuat panggilan untuk Beribadah

Baca Daniel 3: 8-15 dan Wahyu 13: 11-18.

Apakah kaitan yang dapat kita lihat antara apa yang terjadi pada zaman Daniel dan apa yang akan terjadi di masa depan?

1. Sama-sama dipanggil untuk menyembah patung.

2. Ancaman hukuman sama yaitu kematian bagi yang tidak menyembah patung itu.

3. Cakupan penyembahan sama yaitu ditujukan kepada segala bangsa.

Patung emas yang berdiri di dataran Dura, yang namanya dalam bahasa Akkadia berarti “tempat bertembok”, memberikan kesan tempat perlindungan yang luas.

Bagaimana panggilan penyembahan dibuat?

1. Membuat altar dan Musik Babel sebagai bagian liturgy penyembahan.

2. Menggunakan 7 jenis alat musik terdaftar, seolah-olah untuk menyampaikan kelengkapan dan efektivitas protokol penyembahan.

Apakah maksud dari panggilan penyembahan ini?

1. Sebagai seruan untuk mengadopsi gaya hidup baru, ideologi baru.

2. Supaya  meninggalkan komitmen kita pada otoritas Tuhan sebagaimana dinyatakan dalam Firman-Nya 3. Supaya menyerahkan kesetiaan kita kepada penerus kontemporer kerajaan Babylonia.

Aplikasi: Daya pikat dunia kadang-kadang tampak luar biasa, tetapi kita harus mengingatkan diri kita sendiri bahwa kesetiaan utama kita adalah milik Allah Pencipta.

Menyembah bukan hanya sujud di hadapan sesuatu atau seseorang dan secara terbuka menyatakan kesetiaan tertinggi. Apa cara lain, cara yang jauh lebih halus, sehingga kita bisa menyembah sesuatu selain Tuhan kita?

Setelah panggilan penyembahan dibuat, bagaimana dengan mereka yang tidak mau menurut menyembah patung itu?

III. Dihukum di dapur api

Mengapa mereka tidak mau menyembah patung?

Baca Keluaran 20: 3-6 dan Ulangan 6: 4. Mereka setian kepada perintah Tuhan mengatakan jangan membuat patung untuk disembah.

Bagi ketiga orang Ibrani, pemujaan terhadap patung  yang dipaksakan oleh raja adalah tiruan terang-terangan pemujaan bait suci di Yerusalem, yang mereka alami pada tahun-tahun awal mereka.

Bagaimanakan mereka membedakan antara pekerjaan dan penyembahan?

1. sebagai pekerja memegang jabatan di kekaisaran mereka  loyal kepada raja sebagai atasan. Tetapi kesetiaan mereka kepada Tuhan lebih tinggi dari pada kepada manusia.

2. Mereka bersedia untuk terus melayani raja sebagai administrator yang setia; Namun, mereka tidak dapat mengikuti upacara pemujaan selain kepada Raja Sorga.

Aplikasi: Bekerjalah dengan setia dimana saja ditugaskan selama itu tidak menyinggung masalah iman dan kesetiaan kepada Tuhan.

Sesuai perintah raja, semua orang yang mendengar alat musik membungkuk dan menyembah patung emas. Hanya ketiganya – Sadrakh, Mesakh, dan Abed-Nego – yang berani tidak menaati raja.

Segera, beberapa orang Babel membawa masalah ini untuk diperhatikan raja.

Para penuduh berusaha membuat marah raja dengan mengatakan 3 tuduhan palsu:

(1) raja sendiri yang menempatkan ketiga pemuda ini di provinsi Babel;

 (2) orang-orang Yahudi tidak melayani dewa-dewa raja; dan

 (3) mereka tidak menyembah patung emas yang didirikan raja (Dan. 3:12).

Raja menawarkan ketiga orang itu kesempatan kedua, dengan mengulangi seluruh prosedur penyembahan. Tujuannya untuk menarik kembali posisi mereka dan menyembah patung itu.

Resiko:

Jika mereka menolak kesempatan kedua, mereka akan dilemparkan ke tungku api. Dan Nebukadnezar menutup permohonannya dengan pernyataan yang paling arogan: “Dan siapakah allah yang akan membebaskan kamu dari tanganku?” (Dan. 3:15, NKJV).

Mereka tidak mengubah posisi mereka dan menjawab ancaman raja.

 “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Dan. 3:17, 18, NKJV).

Meskipun mereka tahu Tuhan dapat membebaskan mereka, mereka tidak memiliki jaminan bahwa Dia akan melakukannya. Namun demikian, mereka menolak untuk mematuhi perintah raja, bahkan mengetahui bahwa mereka dapat dibakar hidup-hidup. Dari mana kita mendapatkan iman seperti itu?

Kesempatan kedua habis, mereka dilemparkan ke tungku api yang membara 7 kali lebih dari api biasa. Apakah mereka terbakar habis disana? Ikut kelanjutannya.

IV. Mereka selamat karena Tuhan bersama mereka

Berdasarkan perkataan raja, mereka yang dilemparkan ke dapur api tidak terbakar, lalu ada muncul orang keempat yang dia identifikasi seperti anak dewa. Dan 3:25.

Baca Daniel 3: 19-27. Apa yang terjadi? Siapa orang lain di dalam api itu?

Dia adalah Yesus Kristus dalam bentuk pra-inkarnasi, yang datang untuk menunjukkan bahwa Allah berdiri bersama umat-Nya dalam kesulitan mereka.

Tuhan menyertai umat-Nya melintasi air dan api.

 “Tetapi Tuhan tidak melupakan milik-Nya. Sewaktu saksi-saksi-Nya dilemparkan ke dalam tungku, Juruselamat menyatakan diri-Nya kepada mereka secara langsung, dan bersama-sama mereka berjalan di tengah-tengah api. Di hadapan Tuhan panas dan dingin, api kehilangan kekuatan untuk membinasakan mereka ”. – Prophets and Kings, hlm. 508, 509.

Seperti yang Tuhan katakan dalam Yesaya, “Ketika kamu melewati air, Aku akan menyertai kamu; dan melalui sungai-sungai, mereka tidak akan membanjiri kamu. Ketika kamu berjalan melalui api, kamu tidak akan dibakar, dan nyala api tidak akan membakar kamu ”(Yes. 43: 2, NKJV).

Aplikasi:

Sepanjang sejarah suci, bahkan sampai hari ini, orang-orang Kristen yang setia telah menanggung penderitaan yang mengerikan yang menimpa mereka, sampai hari ini, mereka tidak mendapatkan kelepasan yang ajaib,  tetapi dalam kematian yang menyakitkan.

Inilah satu kasus di mana umat beriman menerima kelepasan yang ajaib tetapi, seperti yang kita ketahui, hal-hal seperti itu biasanya tidak terjadi.

Apapun nasib yang menimpa umat Tuhan, sekalipun mereka tidak mendapatkan kelepasan yang ajai hari ini, tetapi pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, semua orang percaya yang mati dan menderita akan dilepaskan? (Lihat 1 Kor. 15: 12-26).

Kalau demikian bagaimana cara kita untuk bertahan dalam situasi yang menekan kita karena mempertahankan kesetiaan kepada Tuhan?

V. Memiliki rahasia iman yang kuat

Renungkan pengalaman Sadrakh, Mesakh, dan Abed-Nego, mari bertanya pada diri sendiri:

1. Apa rahasia dari iman yang begitu kuat?

2. Bagaimana mereka bisa rela dibakar hidup-hidup daripada menyembah patung?

Ada banyak cara yang masuk akal untuk menghindari hukuman mati, misalnya dengan berpura-pura menyembah, tetapi mereka memilih mati dari pada berpura-pura.

Mari baca Ibrani 11. Temukan pengajaran tentang iman dalam pasal ini.

Bagaimana mengembakan iman seperti Sadran, Mesakh, Abednego?

1.  Memahami apa itu iman.

Beberapa orang memiliki anggapan iman itu kuantitatif atau iman itu dilihat dari angka-angka atau jumlah;  yaitu mereka mengukur iman mereka dengan jawaban yang tampaknya mereka terima dari Allah.

Misalnya:

Mereka pergi ke pusat perbelanjaan dan berdoa supaya mereka mendapatkan tempat parkir. Jika mereka mendapatkan ada tempat parkir tersedia ketidak mereka datang, mereka menyimpulkan bahwa mereka memiliki iman yang kuat.

Jika semua tempat parkir penuh, mereka mungkin berpikir iman mereka tidak cukup kuat bagi Allah untuk mendengarkan doa-doa mereka.

Pemahaman iman seperti ini berbahaya karena berusaha memanipulasi Tuhan dan tidak memperhitungkan kedaulatan dan kebijaksanaan Tuhan.

2. Memahami dan memiliki ukuran iman yang sejati.

A. Iman yang sejati, diukur oleh kualitas hubungan kita dengan Allah dan kepercayaan mutlak yang dihasilkannya kepada Allah.

B. Iman sejati itu otentik tidak berusaha untuk menaklukkan kehendak Tuhan agar sesuai dengan kehendak kita;

C. Iman sejati itu menyerahkan kehendak kita pada kehendak Allah. Seperti yang kita lihat, ketiga orang Ibrani itu tidak tahu persis apa yang Allah sediakan bagi mereka ketika mereka memutuskan untuk menantang raja dan tetap setia kepada Allah.

D. Iman sejati itu memutuskan untuk melakukan hal yang benar terlepas dari konsekuensinya.

Aplikasi:

Inilah yang benar-benar mencirikan iman yang dewasa. Kita menunjukkan iman yang nyata ketika kita berdoa kepada Tuhan untuk apa yang kita inginkan tetapi percaya kepada-Nya untuk melakukan yang terbaik bagi kita, bahkan jika pada saat itu kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi atau mengapa itu terjadi.

Berjalanlah dalam iman hari demi hari, bahkan dalam “hal-hal kecil” karena itu dapat membantu iman kita bertumbuh dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar dari waktu ke waktu.

Kesimpulan:

1. Pembangunan patung emas dan perintah untuk menyembah menunjukkan kesombongan dan arogansi manusia terhadap sesamannya dan pencipta-Nya.

2. Membangun patung yang seluruh bagian terbuat dari emas menunjukkan nafsu manusia untuk menyangkal bahwa kekuasaan manusia itu terbatas.

3. Pemaksaan penyembahan patung oleh penguasa kepada orang yang dikuasai menunjukkan tingkat kesombongan yang akut, yang tidak mengakui kedaulatan dan kekuasaan Tuhan atas manusia.

4. Penolakan penyembahan patung sekalipun ancaman hukuman mati menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan yang tidak dapat ditawar-tawar dengan apapun.

5. Rahasia memiliki iman yang kuat, dengan mengerti apa itu iman dan memiliki iman yang sejati yang terhubung dan pecaya penuh kepada Tuhan, iman yang otentik, iman yang menyerah kepada Tuhan, iman yang memutuskan setia kepada Tuhan apapun resikonya.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *