Covid-19 Tanda Akhir Zaman

Dalam kita suci Yesus mengatakan bahwa penyakit sampar salah satu tanda kesudahan dunia. Kita sudah akrab dengan gempa bumi, kelaparan, perang, kemurtadan, bencana alam lainnya sebagai tanda-tanda kiamat, tetapi tidak dengan penyakit sampar.

Salah satu dari sekian banyak tanda tentu saja penyakit sampar atau wabah yang terjadi dalam skala besar disuatu daerah bahkan meluas keberbagai belahan dunia.

Yesus menerangkan kepada murid-murid-Nya tentang tanda kesudahan jaman dalam sebuah kesempatan ketika banyak orang mengagumi kemegahan bait suci Yerusalem.

Yesus menerangkan bahwa Bait suci ini akan runtuh, “”Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” Lukas 21:6

Murid-murid-Nya penasaran dan bertanya kapan waktu itu akan terjadi, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Lukas 21:7; Markus 13:1-2.

Yesus menjawab dengan serangkaian peristiwa yang akan terjadi dari masa ke masa sampai kedatangan-Nya.

Nubuatan tanda akhir zaman

Waspada nabi palsu, peperangan, kelaparan, gempa bumi, penyakit sampar, tanda yang dahsyat dilangit, penganiayaan, Lukas 21:8-12.

Sejarah mencatat mengenai kehancuran Bait suci Yerusalem tahun 70 M.

Setelah itu menyusul tanda-tanda yang lain satu demi satu dari masa ke masa dan terus berulang-ulang terjadi sepanjang abad.

Peperangan diulang-ulang, gempat bumi diulang, banjir, topan, badai, terjadi secara berulang-ulang terus menerus. Penyakit sampar berulang-ulang terjadi dari masa ke masa.

Maka penyakit sampar yang terjadi hari ini covid 19 sebenarnya sudah pernah terjadi dimasa lalu, sehingga apa yang terjadi hari ini hanya pengulangan saja.

Wabah seperti ini akan diulang lagi dimasa mendatang dengan penyakit sampar, wabah yang berbeda dan mungkin virus yang lebih ganas.

Beruntung hari ini ilmu kedokteran sudah lebih maju dibanding masa dulu, jadi sekalipun obat dan vaksin belum ditemukan, para dokter dapat meminimalisir korban tewas dalam jumlah yang besar, terbukti yang sembuh lebih banyak dari pada yang meninggal.

Rentetan wabah dalam sejarah

Kilas balik sejarah masa lalu, paliing sedikit ada 17 penyakit sampar yang menjadi pandemic dalam sejarah.

Misalnya pada tahun 165 M terjadi wabah antonine seperti cacar pertama kali terjadi pada orang Hun, berlanjut ke Jerman hingga romawi.

Pada tahun 250 M, muncul wabah Cyprian karena yang pertama kali mengalami Cyprian uskup Kartago. Penyakit ini menyebabkan diare, muntah, radang tenggorokan, demam dan tangan dan kaki kena ganggren.

Mungkin dimulai di Ethiopia, melewati Afrika Utara, ke Roma, lalu ke Mesir dan ke utara.

Tiga abad berikutnya wabah yang sama terulang kembali, Pada 444 M, itu menghantam Inggris dan menghalangi upaya pertahanan melawan Picts dan Skotlandia, menyebabkan Inggris mencari bantuan dari Saxon, yang akan segera menguasai pulau itu.

Wabah Justinian tahun 541 M. Pertama kali muncul di Mesir, wabah Justinian menyebar melalui Palestina dan Kekaisaran Bizantium, dan kemudian ke seluruh Mediterania.

Wabah ini menyebabkan orang menderita penyakit pes yang disebarkan oleh tikus.

Dua abad berikutnya wabah ini muncul lagi, akhirnya menewaskan sekitar 50 juta orang, 26 persen dari populasi dunia.

Terus berlanjut

Abad ke 11 muncul wabah penyakit kusta. kusta tumbuh menjadi pandemi di Eropa pada Abad Pertengahan, mengakibatkan dibangunnya banyak rumah sakit yang berfokus pada kusta untuk mengakomodasi sejumlah besar korban.

Tahun 1350 wabah yang luar biasa terjadi di kenal dengan black death, karena menimbulkan korban sepertiga dari populasi dunia saat itu, telah merenggut 200 juta nyawa hanya dalam empat tahun, sungguh sangat menakjubkan.

Wabah besar kedua dari penyakit pes ini mungkin dimulai di Asia dan bergerak ke barat dengan karavan.

Masuk melalui Sisilia pada tahun 1347 M, penyakit itu menyebar ke seluruh Eropa dengan cepat.

Mayat menjadi begitu lazim sehingga banyak yang tetap membusuk di tanah dan menciptakan bau busuk di kota-kota. Inggris dan perancis lumpuh karena wabah ini hingga mereka gencatan senjata.

Setelah itu tahun 1665 terajdi wabah hebat dilondon menewaskan seratus ribu orang hanya dalam waktu tujuh bulan.

Kemudian tahun 1885 wabah penyakit pes merenggut 15 juta jiwa tewas, dimulai di Cina dan pindah ke India dan Hong Kong.

Selanjutnya tahun 1889 terjadi pandemic flu rusia. Dimulai di Siberia dan Kazakhstan, ke Moskow, dan ke Finlandia dan kemudian Polandia, di mana ia pindah ke seluruh Eropa.

Pada tahun berikutnya, ia telah menyeberangi lautan ke Amerika Utara dan Afrika. Pada akhir 1890, 360.000 telah meninggal.

Sama halnya dengan flu spanyol terjadi tahun 1918. Flu yang ditularkan melalui unggas yang mengakibatkan 50 juta kematian di seluruh dunia.

Wabah Flu

Terus berlanjut flu asia tahun 1957. Dimulai di Hong Kong dan menyebar ke seluruh Cina dan kemudian ke Amerika Serikat, flu Asia menyebar luas di Inggris di mana, lebih dari enam bulan, 14.000 orang meninggal.

Gelombang kedua terjadi pada awal 1958, yang menyebabkan total sekitar 1,1 juta kematian di seluruh dunia, dengan 116.000 kematian di Amerika Serikat saja.

Kemudian tahun 2003 penyakit Sars. Sindrom Pernafasan Akut Parah ini diyakini dimulai dari kelelawar, menyebar ke kucing dan kemudian ke manusia di Cina, diikuti oleh 26 negara lain, menginfeksi 8.096 orang, dengan 774 kematian.

Dan yang terbaru hari ini virus corona atau covid 19, telah menjadi pandemic yang saat ini masih berlangsung tahun 2020.

Covid-19 telah menyebar perhari ini ke 192 negara, korban 336,075, tewas 14,613, sembuh 97,636. COVID-19 disebabkan oleh coronavirus baru, keluarga virus yang mencakup flu biasa dan SARS.

Keheningan sesaat

Melihat perjalanan sejarah penyakit sampar dari masa ke masa apa yang dinubuatkan Yesus sangat tepat bahwa mendekati kiamat penyakit sampar akan selalu berulang terjadi didunia ini.

Munculnya tanda kiamat ini sebagai amaran atau peringatan kepada dunia bahwa kiamat akan segera terjadi. Amaran ini sebagai panggilan Tuhan kepada manusia untuk bertobat, kembali kepada Tuhan dengan melakukan kehendaknya.

Dunia kita ini sudah jenuh dengan berbagai jenis kejahatan manusia. Setiap hari kita disuguhkan dengan berita-berita kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, perzinahan, homoseks, perceraian, penipuan, ketika jujuran, kesombongan, dll.

Manusia tidak lagi takut akan Tuhan, kebenaran diabaikan bahkan diputar balik. Kepalsuan merajalela. Korupsi, penindasan, ketidakadilan, pemerasan, keserakahan. Pengrusakan lingkungan, pembantaian hewan-hewan, dll.

Maka dengan munculnya penyakit sampar virus corona, sejenak manusia diistirahatkan dari semua kejahatan, kesibukan hidup untuk merenungkan betapa tidak berdayanya kita.

Sekarang semua orang diliputi kecemasan, ketakutan, kekuatiran dengan bayangan ngeri bagaimana akhir dari semua ini.

Banyak orang takut akan terjadi krisis ekonomi, pendapatan akan menurun bahkan banyak usaha akan bangkrut. Bayangan kerusuhan dan bentrok bisa terjadi untuk memperebutkan makanan.

Jangan terkejut

Yesus mengatakan semuanya harus terjadi, dan ini bukan akhir penderitaan, artinya masih akan banyak penderitaan manusia akan terjadi. Bencana-bencana yang mengakibatkan kesusahan sementara mengantri.

Setelah virus corona berakhir, mereka akan bersuara lagi dengan keras untuk terus mengamarkan dunia akan hari kiamat yang sudah dekat.

Yesus katakan, “Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut.” Lukas 21:9.

Artinya jangan kaget, jangan takut, sebaliknya kita harus bersyukur dengan tanda-tanda ini walaupun disatu sisi kita terkena imbasnya.

Dengan datangnya tanda kiamat penyakit sampar covid-19, manusia dapat memandang kepada Tuhan sebagai pengharapan terakhir mereka.

Tidak semua orang akan menerima ini sebagai tanda kiamat, sebagian orang hanya melihat sebagai bencana semata yang tidak berhubungan dengan tanda kiamat.

Tetapi apa yang dituliskan alkitab penyakit sampar sebagai tanda kiamat layak untuk dipercaya, sebab yang mengatakan adalah Yesus sebagai Tuhan yang mengetahui masa depan.

Apakah yang harus kita lakukan?

Pertanyaan ini ditanyakan oleh kepala penjara dimana Paulus dipenjara. Ketika suatu malam sementara Paulus dan Silas berdoa dan bernyanyi, tiba-tiba terjadi gempa bumi sehingga pintu-pintu penjara terbuka.

Menyangka bahwa Paulus dan Silas melarikan diri dia hendak bunuh diri, tetapi Paulus mencegah dia supaya tidak mencelakai dirinya.

Kepala penjara bertanya, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” (Kisah 16:28, 31)

Kepala penjara telah melihat tanda amaran dari Tuhan yaitu gempat bumi dan penjara yang terbuka sehingga dia percaya kepada Yesus.

Dengan munculnya wabah covid-19, apakah yang harus kita lakukan? Seperti kepala penjara itu, percayalah kepada Yesus, engkau dan seisi rumahmu akan selamat.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *