Bukti Ilmiah Banjir Nuh Peristiwa Global

[Pastordepan.com] Sekarang kita akan menguji kebenaran alkitab sehubungan dengan pertanyaan apakah ada bukti alamiah yang dapat mendukung kebenaran alkitab tentang peristiwa air bah? Sebuah peristiwa alam pasti meninggalkan bukti-bukti peninggalan sebagai saksi atas kebenaran peristiwa tersebut.

Nah untuk memperkokoh kepercayaan kita kepada firman Allah, beberapa bukti ilmiah diuraikan berikut ini:

Kematian yang tiba-tiba

Kematian yang tiba-tiba kematian yang terjadi bukan secara alami karena akibat ketuaan atau penyakit.  Kematian yang tiba-tiba ini terjadi karena satu musibah, kecelakaan, atau pembunuhan.  Air bah mendatangkan kematian yang tiba-tiba yang sangat dahsyat di seluruh muka bumi. Bukti kematian seperti ini tersebar luas di dunia, dan kita akan membahas beberapa topic, yang mencakup: ossiferous fissure, kuburan missal, minyak bumi, batubara, fossil dan mammot atu gajah raksasa.

Ossiferous Fissure

Ini adalah permukaan bumi yang retak menghasilkan lobang besar, kadang-kadang sampai sedalam 100 meter.  Di dalamnya sering ditemukan ribuan tulang-belulang hewan.  Di Burgundy, Perancis, pada sat dataran setinggi 314 meter diatas permukaan laut, di temukan tulang-tulang beruang, setigala, kuda, dan sapi tertumpuk bersama-sama.  Bukti-bukti seperti ini juga di temukan di daerah pegunungan atau dataran tinggi seperti dikepulauan Coriga, Jibraltal, Malta, dan di Steppe Rusia dekat Odessa.

Hewan berbeda sejenis berkumpul dalam satu dataran tinggi merupakan fenomena yang sangat aneh.  Hal seperti ini boleh saja terjadi ketika hewan-hewan tersebut berusaha melepaskan diri dari satu musuh atau bencana yang sama, yaitu air bah yang semakin lama semakin meluap, dan akhirnya menyapu mereka semua serta menguburkannya pada mulut bumi yang menganga.

Kuburan Massal

Ribuan hewan mati bersama-sama dalam satu gua, kedengaran agak janggal, terlebih jika hewan itu berbagai jenis bahkan saling bermusuhan.   Gua seperti ini terdapat di Prancis, Siprus, Malta, Jawa, Australia, Amerika Utara dan Selatan, Inggris dan lain-lain.  Dalam satu gua di Yorshire pada ketinggian 422 meter di atas permukaan laut, ditemukan tumpukan tulang-belulang bison, rubah, rusa kutub, gajah, kelinci, serigala dan hippotamus.  Para ahli memperkirakan specimen tersebut berasal dari 9000 ekor hewan terkubur secara missal dalam satu area seluas 10 are.

Di Prancis hal yang sama juga ditemukan.  Kejadian seperti ini sulit dijelaskan secara logis.  Kemungkinan manusia bersama sejumlah hewan berusaha mencari perlindungan dalam gua-gua dan pegunungan guna meluputkan diri, tetapi air terus meluap dan naik sehingga menguburkan mereka di sana.

Minyak Bumi

Penelitian yang dilakukan tahun 1923 oleh Universitas Pensylvania, menemukan bahwa ikan bersama invertebrate laut adalah komponen utama minyak bumi.  Distribusi minyak yang tersebar di bumi mengartikan penyebaran hewan latu tidak hanya bersifat lokal melainkan universal. Peristiwa air bah berlangsung secara cepat dan tiba-tiba, mengakibatkan ikan bersama udara terperangkap dalam tanah, tidak sempat mengalami pembusukan sebagaimana biasanya.  Dua factor, tekanan dan suhu yang sangat tinggi, mengubah jasad organism tersebut menjadi minyak bumi.

Batubara

Para ahli geologi sependapat bahwa batubara berasal dari sisa beberapa jenis tumbuhan tertentu yang kemudian mengalami proses karbonisasi.  Batubara ditemukan diberbagai daratan bumi, hal ini membuktikan bahwa peristiwa terkuburnya pohon itu terjadi secara tiba-tiba sementara pohon masih hidup dan aktif.

Fossil

Hewan dan tumbuhan yang mati secara wajar biasannya tidak akan membentuk fosil, melainkan membusuk atau dilahap mahkluk yang lain.  Fossil terbentuk melalui penguburan yang terjadi secara cepat sebelum proses pembusukan sempat berlangsung.  Tekanan yang cukup tinggi akan mengubahnya mengeras seperti batu atau meninggalkan bentuknya tercetak pada obyek sekitarnya.

Jutaan fossil telah ditemukan diberbagi belahan dunia.  Beberapa jenis ikan-ikan dan kerang-kerangan yang biasa hidup dilaut ditemukan dalam bentuk fosil didaerah pegunungan bahkan ada di puncak gunung yang tinggi.  Hal ini mengindikasikan bahwa air bah menutupi puncak gunung yang tinggi.

Batu Raksasa yang Berpindah

Rehwinkel (1951) mencatat satu bukti tentang perana tekanan air dahsyat, yakni perpindahan satu batu raksasa dari tempat asalnya di Skandinavia menuju Jerman yang berjarak ratusan kilometer. Pada peristiwa yang lain ditemukan batu seberat beberapa ton telah berpindah menuju daratan yang lebih tinggi.

Baca: Apakah Banjir Nuh Peristiwa Lokal Atau Global?

Batu Sedimentasi

Batu sedimen berasal dari endapan materi yang terbawa oleh arus air atau angin yang semakin lama semakin menebal dan mengeras.  Apabila endapan tersebut terkubur dalam, maka suhu dan tekanan yang sangat tinggi akan mengubahnya menjadi batu yang keras.

Fakta menunjukan bahwa batu sedimentasi tidak hanya terdapat didataran rendah tetapi juga sampai kepuncak gunung.  Bencana banjir global menghancurkan permukaan bumi bersama mahkluk didalamnya.  Sementara air semakin tenang dan surut, materi yang terbawa arus air mengendap dengan mahkluk terkubur didalamnya di berbagai ketinggian tanah.

Catatan sejarah dan budaya bangsa

Banyak cerita-cerita dan kisah turun temurun yang diceritakan tentang peristiwa banjir besar yang pernah melanda bumi.  Walaupun cerita-cerita itu ada yang tidak sama persis, namun semuanya menceritakan cerita yang sama, yaitu banjir besar.

Dari 80 ribu versi cerita air bah yang tertulis dalam 72 bahasa dunia, 330 diteliti.  30 diantarnya tertulis, dan 300 lainya secara lisan, menunjukan versi cerita airbah tersebar di setiap benua.

Sekalipun terdapat perbedaan, namu ada 3 penekanan utama dari semua cerita itu yaitu:

  1. Ada satu bencana dimana bumi di genangi oleh air.
  2. Satu bahtera di bangun guna menyelamatkan diri
  3. Penghuni bahtera itu merupakan nenek moyang seluruh manusia di bumi.

Sekalipun ada fakta-fakta alkitabian dan ilmiah, namun tidak semua orang akan mempercayai peristiwa itu pernah terjadi. Sebab alkitab sudah lebih dahulu mengabarkan bahwa, “pada akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek, kata mereka: sejak bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.  Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.”  (2 petrus 3:5-7).

Para pengejek yang dimaksud adalah kaum evolusionis, sebab mereka tidak percaya dua sejarah bumi terbesar yaitu penciptaan dan air bah.

Sumber: Dr. Canadian Z. Panjaitan, Penulis Buku Sains, Teknologi Dan Alkitab

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *