Bukan Tahun Baru

[Pastordepan.com] Rutinitas tahunan yang tidak pernah dilewatkan setiap orang adalah perayaan tahun baru. Berbagai macam cara dilakukan untuk memeriahkan pergantian tahun ini.

Sebagian merayakan tahun baru dengan berdoa ditempat ibadah, yang lain ditempat hiburan, sebagian dirumah saja bersama keluarga, sebagian ditempat keramaian yang disediakan pemerintah.

Merayakan tahun baru tidak saja dirayakan secara normal, sebagian merayakan dengan cara tidak normal dan tidak bermoral, pesta pora, mabuk-mabukan, seks bebas, narkoba dll..

Sebagian orang merasa bahwa pergantian tahun waktu yang tepat untuk bersyukur karena berkat Tuhan sepanjang tahun. Maka mereka mengawali dengan doa dan pujian.

Sebagian merasa pergantian tahun waktu yang tepat untuk saling memaafkan, yang lain merasa waktu yang tepat untuk mengawali hidup baru dengan resolusi baru.

Tidak ada pakem yang baku dalam merayakan pergantian tahun, setiap orang memiliki cara masing-masing yang tidak perlu dipersoalkan, sebab semua tergantung kepada keyakinan, latar belakang budaya dan sosial.

Dulu waktu saya masih kecil Keluarga saya merayakan pergantian tahun di Gereja, disana berdoa dan bersyukur atas berkat Tuhan sepanjang tahun.

Setelah ibadah syukur berakhir, esok harinya semua anggota keluarganya berkumpul, biasanya duduk ditikar bersila membentuk lingkaran. Kemudian ayah saya akan memberikan nasehat-nasehat supaya hidup Lebih baik di tahun yang baru.

Kemudian masing-masing anggota keluarga satu persatu diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan sepanjang tahun, setelah itu sesi saling bermaafan dan doa berkat oleh kepala keluarga. Kemudian diakhiri dengan makan bersama dengan menu khusus.

Cara diatas banyak dilakukan orang-orang hingga sekarang. Apakah itu baik? Menurut pengalaman saya baik untuk kami, tapi belum tentu cocok untuk orang lain.

Maka apapun cara kita merayakan pergantian tahun sebaiknya cara itu mendorong untuk hidup lebih baik, mensyukuri kebaikan Tuhan sepanjang tahun. Mendorong untuk saling berbagi kepada kaum yang kurang beruntung, bersimpati kepada mereka yang ditimpa musibah,dll.

Maka pergantian tahun bukan sesuatu yang harus dipestakan secara berlebihan, melainkan untuk bersyukur.

Pergantian tahun juga waktu yang tepat untuk evaluasi diri secara keseluruhan. Apa yang kurang baik pada tahun sebelumnya menjadi bahan untuk berbuat yang lebih baik tahun berikutnya.

Tahun baru bukan magic, yang secara otomatis membuat segalanya jadi baru. Tidak ada kuasa disana, itu sebabnya mengapa banyak orang gagal memenuhi resolusi tahun baru mereka adalah karena yang baru hanya tahunya.

Berharap tahun baru akan lebih baik tanpa komitmen, hanya akan mengulangi kembali kegagalan tahun sebelumnya.

Berharap tahun baru akan memiliki tubuh yang ideal tanpa komitmen olah raga yang teratur dan diet yang seimbang, hanya akan menimbulkan kesedihan dan rasa bersalah diakhir tahun karena tidak ada perubahan.

Maka bukan tahun baru, tetapi hati baru, komitmen baru, tekad yang baru. Dan Kuasa yang mengubah hidup jadi baru ada pada Tuhan.

Menjadi manusia baru adalah kerjasama kita dengan Tuhan.
Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17)

Maka supaya menjadi manusia baru ditahun baru, kita harus berani melangkah meninggalkan manusia lama dan tinggal dalam Kristus, sebab hanya didalam Kristus hidup jadi baru.

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; (Kolose 3:5-10).

Bukan tahun baru, melainkan hidup baru ditahun baru. Selamat tahun baru. Tuhan memberkati.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.