
“Kalau saya bisa bahagia tanpa Tuhan, mengapa saya harus mencari-Nya?”
Bisa saja pertanyaan tersebut muncul dalam pikiran kita. Dan jujur saja, kadang hidup memang bisa terasa baik tanpa memikirkan Tuhan.
Ya..kan, kita mungkin sudah punya pekerjaan yang kita sukai. Keluarga yang kita cintai. Teman-teman yang menyenangkan. Uang yang cukup.
Bisa liburan. Bisa melakukan Hobi. Dan kita bisa mencapai mimpi kita. Semua itu bisa membuat kita happy..
Lalu, mengapa harus mencari sesuatu yang lain diluar itu? Nah, ada sesuatu yang menarik yang perlu kita pikirkan..
Coba pikirkan dengan pelan..kira-kira bahagia dan merasa lengkap itu sama ga sih? Saya kira tidak sama..
Karena kita bisa tertawa, tetapi tetap menyimpan kesedihan dihati..Kita bisa sibuk bekerja, tetapi tetap merasa ada ruang yang kosong.
Sekali pun banyak orang-orang baik disekeliling kita, tetapi tetap bisa merasa sendirian.
Kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi beberapa waktu kemudian kita mulai menginginkan sesuatu yang lain.
Benar semua yang kita miliki itu penting. Keluarga penting bagi kita. Pekerjaan juga penting. Kesehatan apalagi. Penting sekali. Persahabatan penting.
Tetapi semuanya itu memiliki batas. Ada hal-hal yang tidak bisa dijawab oleh apa yang kita miliki diatas..
Apa arti hidup saya? Mengapa saya ada? kemana tujuan hidup ini?
Apa yang harus saya lakukan ketika semua yang saya cintai akhirnya harus pergi?
Dan ketika saya berada pada situasi yang sulit, apa yang membuat saya tetap bertahan?
Mungkin itulah sebabnya pertanyaan tentang Tuhan terus muncul dalam hidup kita. Bukan karena kita tidak bisa bahagia tanpa agama.
Mungkin kita bisa Bahagia tanpa agama..
Tetapi secara alamai, jauh di dalam diri kita, ada kerinduan yang lebih dalam daripada sekadar hanya merasa senang.
Kita ingin hidup yang berarti. Kita ingin dikasihi tanpa harus berpura-pura. Kita ingin diampuni ketika kita gagal.
Kita ingin memiliki harapan ketika masa depan belum jelas..
Dan mungkin, tanpa kita sadari, kita sedang mencari sesuatu yang dunia tidak berikan sepenuhnya..
Apakah itu Tuhan? jangan dulu buru-buru untuk menjawab..
Kita sedang dalam perjalanan. Yang pasti, pertanyaan berikut ini layak kita pikirkan..
Kalau semua yang membuat saya bahagia hari ini suatu saat hilang, apa yang akan membuat saya tetap memiliki harapan?
Mungkin di situlah kita mulai melihat bahwa mengenal Tuhan bukan hanya tentang menjadi lebih religius.
Tetapi tentang menemukan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar kebahagiaan yang sementara.
Dan dalam perjalanan ini, kita akan mengenal seseorang yang selama ribuan tahun terus mengundang manusia untuk menemukan kehidupan yang lebih dalam dan bermakna..
Dia adalah Yesus.
Besok kita akan bertanya: Bisakah kita mengenal Dia tanpa harus menjadi terlihat rohani?
Masih Ada Harapan.




