Berkat Menjadi Seorang Ibu

[Pastordepan.com] Jika semua harus dituliskan bagaimana perjuangan seorang ibu mulai dari melahirkan sampai membersarkan anak-anaknya tidak akan cukup waktu dan kertas.

Dan kalaupun saya harus menuliskan tentang kasih dan pengorbanannya, saya bingung harus mulai dari mana. Sebab semua bagian perjuangannya terlalu penting untuk diceritakan. Yang pasti bagi saya sosok seorang ibu melebihi seorang malaikat atau nabi bahkan rasul.

Dia seperti Tuhan yang dari rahimnya keluar manusia baru, bayi-bayi dilahirkan dan salah satunya saya. Itu sebabnya bagi saya seorang ibu sangat sacral. Saya tidak berani membantah kata-katannya, membentak, bahkan memperlakukan martabatnya rendah.

Ibu adalah pemberian Tuhan, dimana seorang ibu sudah di desain untuk melahirkan manusia baru dan panggilan menjadi seorang ibu adalah panggilan yang suci. Itu sebabnya seorang ibu tidak hanya cukup melahirkan lalu tugasnya selesai. Setelah dia melahirkan, dia akan merawat anaknya dengan kasih sayang agape.

 Bersama dengan sang Ayah, dia memberikan seluruh hidupnya, mulai dari menyusui entah berapa kali sehari, memandikan, membersihkan, memeluk dengan kasih, mengajari, melindungi, memberi makan, mencukupi semua kebutuhan hidupnya sampai besar. Terlalu banyak detail daftar pekerjaannya untuk anak-anaknya.

Tugas seorang ibu sangat mulia, sebab melalui tangannya akan keluar produk manusia yang unggul baik dari segi karakter, moral dan pengetahuan. Tanggung jawab ini tidak mudah dan tidak boleh dianggap mudah. Bayangkan, apakah generasi manusia mendatang menjadi manusia yang memiliki moral dan perilaku yang benar sangat ditentukan pekerjaan ibu dalam diri anak-anaknya sejak dini.

Itu sebabnya setiap perempuan yang terpanggil menjadi seorang Ibu harus menyadari, betapa pentingnya peran mereka. Perempuan yang sudah menikah dan merindukan seorang atau beberapa orang anak sebaiknya mempertimbangkan hal ini. Mereka harus bergantung kepada Tuhan, dalam doa mereka boleh meminta kuasa dan hikmat untuk menjadi seorang ibu yang diberkati.

Maka sebagai seorang anak, saya kemudian menyadari setelah dewasa betapa berat menjadi seorang ibu. Seringkali waktu buat mereka terlalu sedikit sekedar hanya untuk melepas penat dari tugas-tugas rumah tangga.

Jika mereka adalah ibu yang sudah janda, maka pekerjaan mereka dua kalipat beratnya. Dan yang hebat dari seorang ibu adalah mereka tidak pernah berkeluh kesah dan complain bahwa mereka telah menjadi seorang ibu.

Ketika mereka melihat anak-anaknya makan dengan lahapnya, itu seperti vitamin yang menambah kekuatannya untuk berbuat lebih bagi mereka. Ketika melihat anaknya sakit, dia akan berdoa kalau bisa biarlah sakit itu dia saja yang tanggung.

Ketika melihat anaknya sedih dia akan memeluknya dengan erat dan anaknya pun terhibur. Senyuman dan tertawaan anak-anaknya adalah doping yang memompa semangatnya terus berbuat bagi keluarganya.

Memang tidak semua orang dibesarkan dengan kasih sayang yang cukup dari seorang ibu. Sebagian dari kita sudah ditinggal ibu kita sejak kecil, bahkan ada yang tidak pernah mengenal ibunya dan itu adalah tragedi hidup yang menyedihkan bagi mereka. Sebagian juga ada yang dibesarkan oleh ibu pengganti, beruntung jika kasihnya sama bahkan melebihi ibu kandung.

Ibu kita mungkin tidak sempurna, sebagai ibu dia banyak kekurangan, mengharapkan kesempurnaan seorang itu itu mustahil. Dia pun sebenarnya ingin jadi ibu yang sempurna buat anak-anaknya, dan dia sudah berusaha untuk itu, tetapi ibu juga manusia yang tidak  luput dari kesalahan, maka sebagai anak kita harus mengerti itu. Satu hal yang pasti adalah dia sudah berusaha dengan sekuat tenaganya untuk menjadi ibu yang baik.

Dari sekian banyak tugas dan tanggung jawab ibu, saya menyoroti 3 saja al:

1.Ibu saya gambarkan seperti sebuah alat cetak, yang akan mencetak sebuah karya yang baik. Maka untuk mencetak hasil yang baik maka diperlukan cetakan yang baik juga. Ibu yang baik dapat menghasilkan anak-anak yang baik juga, walaupun terkadang rumus ini bisa melenceng.

Sebuah kutipan mengatakan, “Tetapi apabila sang ibu berpegang teguh pada prinsip yang benar, jika dia bertarak dan menahan diri, jika dia baik hati, lemah lembut, tidak mementingkan diri, maka dia akan menurunkan sifat-sifat ini kepada anaknya.”

Ibu yang cocok menjadi guru anak-anaknya seharusnya membentuk tabiat penyangkalan diri dan penguasaan diri; karena sang ibu memindahkan tabiatnya kepada anaknya, sifat tabiat yang lemah atau yang kuat. (Membina pola makan dan diet hal. 213)

Jadi menurut kutipan ini, akan menjadi seperti apa anaknya sangat dipengaruhi tabiat ibunya.

2. Ibu adalah seorang perekat atau Lem.

Kata ibu dalam bahasa Ibrani adalah Em..kata ini pertama kali di jumpai dalam kej 2:24 immo yang berarti ibunya. Kata em di tulis dalam dua huruf mati, “alef dan mayim”

Dalam tulisan gambar ibrani kuno alef adalah gambar kepala sapi jantan yang melambangkan kekuatan.  Sedangkan mayim adalah gambar air yang membawa ide air atau cairan. Jadi gabungan gambar alef-mayim (gambar kepada sapi jantan dan air) yang diterjemahkan “Ibu” memberikan ide cairan yang kuat.

Apakah yang dimaksud dengan cairan yang kuat? Orang ibrani mengenal apa yang disebut dengan Lem atau perekat. Mereka memiliki teknologi pembuat lem yang baik. Bahan nya adalah kulit binatang dicampur dengan air, kemudian direbus sampai mendidih.

Setelah proses itu selesai, maka dibagian permukaan akan muncul suatu unsur yang lengket tebal berbentuk pasta. Nah, bagian itulah yang digunakan sebagai perekat.

Itulah artinya ibu yang memberikan arti sebagai cairan yang kuat seperti halnya perekat..

Ibu memiliki peran yang unik dalam keluarga, peranya berbeda dengan Ayah. Ayah memiliki peran sebagai kekuatan keluarga, sementara ibu berperan sebagai perekat bagi anggota keluarga. Peran itu dijalankan melalui pekerjaannya dan kasih nya yang tulus.

Dan jika sang ibu tidak menjalankan tugasnya sebagai perekat, maka keluarga itu akan tercerai berai, tidak teratur dan kacau balau, rumah itu akan berantakan..

3. Ibu adalah Missionari dirumah..

Missinya adalah mempersiapkan seluruh anggota keluarganya untuk masuk dalam kerajaan sorga.

Para ibu bapa yang mengeluh, ibu mempunyai suatu ladang pekerjaan misionaris dalam lingkungan rumah tangganya sendiri…. Bukankah jiwa anak-anaknya sama nilainya dengan jiwa dari orang-orang kafir? Dengan berhati-hati dan lemah lembut ia harus mengamat-amati pikiran mereka yang sedang bertumbuh dan menghubungkan pikiran anak-anak itu ke-pada Allah! Siapakah yang dapat melakukan ini sebaik seperti yang dila-kukan seorang ibu yang mengasihi dan takut akan Allah?4Manuscript 43, 1900.

Karena peranya yang sangat sentral dalam hidup kita, maka satu keharusan bagi kita untuk menghormati ibu, meninggikan derajatnya sebagai ibu yang dari rahimnya kita berasal. Bagaimana caranya menghormati seorang ibu? Anda pasti sudah tahu caranya.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.