Berapa Harga Pemuridan di Matius 8:19-20?

“Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Matius 8:19-20.

Sangat menarik membaca seorang ahli taurat, yang biasa disebut guru memanggil Yesus sebagai guru.

Cara juru tulis ini berbicara kepada Yesus dapat mencerminkan sentuhan kerendahan hati dan rasa hormat yang tulus atau bentuk sanjungan yang halus!

Dia pasti telah menyaksikan atau mendengar tentang mukjizat yang dilakukan Yesus dan ingin menjadi bagian dari rombongan Yesus.

Yesus memberikan harga kepadanya untuk menjadi pengikutnya. Itu sebabnya dia katakan, “aku mau mengikut engkau kemana pun engkau pergi.”

Tetapi Yesus melihat ahli taurat ini dengan pandanga kabur. Dia menyinggung tentang pelayanan kelilingnya, yang meninggalkan rumahnya sehingga tidak ada tempat tidur yang empuk untuk meletakkan kepalanya.

Bahkan binatang jauh lebih baik, yang mempunya liang dan sarangnya sendiri.

Dia sangat antusias karena banyak mujizat yang dilakukan Yesus. Tetapi, dia tidak memperhitungkan biaya pemuridan, dia membuat janji yang tergesa-gesa.

Di Matius 8:20 adalah pertama kalinya gelar “Anak Manusia” muncul dalam Injil ini. Secara keseluruhan menekankan peninggian Yesus.

Disini diungkapan hal yang aneh, meskipun Yesus adalah Mesias yang melakukan mujizat, dia juga seorang gelandangan tunawisma, kehilangan kenyamanan yang paling dasar.

Karena itu, kepada ahli taurat ini, Yesus menerangkan bahwa jika ingin mengikuti-Nya, pesona kemewahan tidak ada.

Kita tahu bahwa Yesus tinggal di rumah Petrus di Kapernaum, tetapi maksud Yesus adalah bahwa Dia adalah seorang Manusia dalam misi..

Dia sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dia tidak memiliki tempat tinggal tetap. Disini Yesus tidak berbicara tetang kemiskinan, tetapi tentang prioritas.

Akomodasi bukanlah prioritas utama dan tidak ada “kamar hotel mewah” yang dipesan untuk Dia dan rombongan-Nya!

Prioritasnya adalah memberitakan injil. Seperti yang Dia katakan dalam Lukas 19:10 “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Yesus tidak takut kehilangan calon murid. Tidak seperti banyak penginjil modern saat ini, yang lebih tertarik pada jumlah dari pada kualitas.

Baca Juga:

Apa Arti Perkataan Yesus di Lukas 24:43?

Arti Memberi Barang Kudus kepada Anjing dan Babi

Renungan Kristen Memulai Usaha Baru

Disembuhkan untuk Melayani

Bebas Kerasukan Setan

Tidak ada yang lebih merusak kekristenan daripada praktik mengisi barisan tentara Kristus dengan orang-orang yang tidak bersedia membuat komitmen.

Jika kita ingin menjadi murid Yesus, kita harus bersedia membuat komitmen, yaitu rela kehilangan kenyamanan dan bersedia keluar dari zona nyaman kita.

Rela menderita demi kebenaran, bahkan rela meninggalkan atau ditinggalkan keluarga karena Yesus. karena mengikut Yesus bukan bicara memiskinkan diri..

Tetapi tentang kesediaan menanggung banyak kerugian: rugi waktu, rugi tenaga, rugi harta demi untuk mewartakan injil kerajaan Allah.

Bukankah itu yang dilakukan Yesus? Dia meninggalkan kenyamananya disorga, pergi kedunia yang berdosa ini dan menderita.

Jadi, maksud Yesus dengan mengatakan kepada ahli taurat, Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya, adalah:

Jika kita mau menjadi pengikut-Nya yang sejati, kita harus bersedia kehilangan banyak kenyamanan dalam hidup, termasuk dalam hal yang paling mendasar.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *