Bagaimana Menghadapi Hari Esok Dengan Senyuman?

Percayalah hari esok pasti lebih ceria…

Jika sekiranya Tuhan memberikan pengetahuan tentang hari esok kepada kita, maka ada 2 hal yang akan menyusahkan pikiran kita…

Pertama kita akan melihat ngerinya penderitaan yang akan kita alami, yang akhirnya membuat kita tidak bahagia menjalaninya…

Kedua, kita tidak akan semangat menjalani hari ini, karena kita sudah tahu bahwa hari esok sangat menyusahkan.

Namun syukur kepada Tuhan, sebab dia tidak memberitahukan hari esok kepada kita, dan itu jauh lebih baik.  Memang rencana Tuhan bagi kita adalah bahwa kita tidak boleh menjadi manusia hari esok ataupun manusia masa lampau. 

Manusia hari esok adalah orang-orang yang mengkwatirkan hari esok, waktu dan pikiranya habis memikirkan hari esok yang tidak pasti. 

Manusia masa lampau adalah manusia yang sibuk menyesali hari kemarin, waktu dan pikirannya dihabiskan sibuk memikirkan kegagalan-kegagalan masa lalu..

Jadi Tuhan mengingin kita menjadi manusia hari ini.  Manusia hari ini adalah orang-orang yang menjalani hidup hari ini dengan penuh semangat dan optimisme. 

Bagi orang seperti ini, hari kemarin adalah pelajaran dan hari esok adalah harapan.  Karena hari ini sungguh nyata dan  sedang dijalani, maka dia mau melakukan yang terbaik hari ini.

Bersama Yesus, Kekwatiran Lenyap

Itulah sebabnya Yesus mengingatkan kita untuk menjalani hari ini tanpa perlu merasa kwatir akan hidup hari esok.  

Mat 6:25  “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Mat 6:26  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Banyak orang sudah membaca kata-kata Yesus ini, namun banyak juga diantara kita yang tetap memelihara rasa kwatir itu dalam hidupnya.  Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu belajar lebih baik lagi untuk mempercayai janji Tuhan dalam hidup kita..

Dua ayat terakhir dari perikop ini adalah :

Mat 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Mat 6:34  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Sebab kita selalu kwatir adalah karena kita tidak mencari Tuhan dalam hidup kita.  Pada waktu kita sakit, orang yang pertama kita cari adalah dokter, pada waktu kita mengalami kesulitan orang yang kita cari adalah teman, saudara, dll…

Salah satu kunci menjalani hidup tanpa rasa kwatir adalah mengutamakan Tuhan sebagai  yang terutama dalam segala aspek hidup. 

Kesimpulan yang Yesus tekankan adalah KITA TIDAK PERLU KWATIR HARI ESOK. JALANILAH HARI INI DENGAN BERGANTUNG KEPADANNYA…

Lakukan apapun hari ini, rencanakan hari esok dengan baik dan libatkan Tuhan dalam segala hidup dan rencana kita..

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.