Bagaimana Cara Mengatasi Kebencian Di Hati?

Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal.

Amsal 10:18

Awal mula kebencian

Tidak ada yang tahu persis seperti apa wajah setan itu, walau banyak orang membuat visualisasi wajah setan itu seram, menakutkan, mengerikan, namun sesungguhnya saya yakin  wajah setan tidak seperti itu. 

Setan yang pada awalnya adalah malaikat sorga yang jatuh tentu memiliki wajah yang indah dan menarik.  Namun wajah yang indah itu menjadi tidak indah dan menarik oleh karena satu sifat yang keji, jahat.

Sifat keji dan jahat yang tertanam di hati mantan malaikat yang jatuh ini adalah kebencian.  Kebencian ini melahirkan dan menuntun dia kepada banyak kejahatan yang lain, seperti kesombongan, ketamakan, dll. 

Niat jahat di hati Lucifer ini membuat dia berencana mengkudeta Raja Sorga pencipta Langit dan Bumi. 

Kebencian yang dipelihara di hatinya membuatnya untuk mengambil hak Pencipta secara paksa sebagai Raja Penguasa Alam Semesta.

Kebencian yang lahir di hatinya membuat dia sangat bernafsu untuk menyingkirkan Yesus.  Itu sebabnya dia mulai menebar gossip dan kebencian di kalangan malaikat-malaikat lain. 

Dia menghimpun kekuatan dengan mempengaruhi malaikat lain yang tidak berdosa untuk menentang Raja Sorga. 

Maka serentak 1/3 malaikat sorga turut serta dengan Lucifer untuk membenci Raja Sorga dan memberontak terhadap Dia.  Namun apa daya, Lucifer gagal dan KO di putaran pertama.

Sang Raja sorga dengan Kasih-Nya yang luar biasa, bersedia memberi kesempatan kepada Lucifer untuk bertobat, namun kebencian yang sudah mendarah daging tidak mampu meluluhkan hatinya karena sudah dikuasai oleh ambisi dan kesombongan yang dalam. 

Maka di putaran kedua, Lucifer pun kalah telak dan akhirnya di usir dari Sorga.

Kebencian berlanjut di dunia

Lucifer bersama dengan pengikut-pengikutnya, menemukan tempat baru untuk menularkan virus kejahatannya.  Tempat itu adalah bumi dimana Tuhan telah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Sang Raja Sorga. 

Maka setan ingin merusak  mereka dengan virus kebencian.  Dengan virus ini maka  akan melahirkan virus-virus kejahatan lain yang sangat bertentangan dengan Sifat Raja Sorga yaitu Kasih. 

Faktanya memang benar, setan berhasil menyuntikkan virus ini kedalam diri manusia, maka jadilah manusia memiliki sifat benci, dengki dalam hatinya.

Ketika anda dan saya memiliki sifat kebencian dalam diri kita baik terhadap sesama maupun kepada Tuhan, maka anda dan saya telah menampilkan wajah setan dan perilaku kita seperti setan bahkan kita menjadi kesetanan.

Tidak heran, dimana-mana banyak terjadi persoalan.  Kejahatan merajalela.  Suami-istri saling menyakiti, sesama saudara saling membenci.

Orang-orang saling menjatuhkan, para politisi mengatur strategi mengalahkan lawan politik dengan cara curang dan manipulasi. 

Sesama anggota jemaat saling bertengkar, menghujat.  Dalam memilih para pemimpin rohani peran kebencian ini juga berperan. 

Intinya dalam setiap sudut kehidupan manusia, manusia telah di kuasai oleh salah satu sifat keji setan yaitu kebencian.

Maka menjadi pertanyaan kepada kita… Kita mengklaim bahwa kita adalah anak-anak Tuhan, apalagi kita merasa bahwa kita sudah rajin kegereja.

Namun apakah sifat kebencian ini masih ada di hati kita? Apakah saat ini anda dan saya masih membenci seseorang dalam hidup kita?

Ingat bahwa kebencian adalah tabiat setan, bukan tabiat Tuhan kita.  Jadi sangat bertolak belakang jika kita mengatakan kita anak Tuhan faktanya justru sifat iblislah yang ada dalam diri kita..!!!  maka sebenarnya kita lebih cocok sebagai anak setan. 

Kebencian yang tertanam dalam diri kita membuat kita sulit untuk menerima dan memaafkan orang lain. 

Kebencian akan berbuat sebaliknya yaitu dendam dan ingin membalas orang lain, rasa ingin menyakiti bahkan ingin melenyapkan orang lain dari dunia ini, dan itulah yang dipraktekkan orang-orang dunia saat ini.

Berbeda dengan tabiat Kristus..Dia mengajarkan Kasih.  Kasih tidak membenci, kasih itu mengampuni, kasih itu melayani, kasih itu sabar, kasih itu memberi dan berkorban.

Kasih itu membahagiakan orang lain, kasih itu tidak berkhianat, kasih itu mengayomi, kasih itu rendah hati..dll tambahkan sendiri…

Sebaliknya dengan kebencian..telah melahirkan sederetan sifat buruk dan mengerikan.  Kain adalah contoh di alkitab yang membunuh adiknya Habil karena benci. 

Izebel istri raja Ahab yang membunuh Nabot karena benci dan merampas hartanya, Saul ingin membunuh Daud karena benci, Setan ingin melenyapkan Yesus karena benci..dan masih banyak kisah kebencian lain yang dapat anda jabarkan…

Kapan terakhir kali anda ingin melenyapkan orang lain karena benci padanya?

Kapan terakhir kali anda ingin menjatuhkan orang lain karena anda ingin jabatannya?

Kapan terakhir kali anda menebar gossip dan fitnah karena ingin menjatuhkan posisi orang itu? 

Jika saat ini sifat itu bercokol di hati anda, segeralah sadar dan bertobat.  Berkacalah kepada Firman Tuhan dan berjuanglah untuk membuang sifat benci itu menjadi Kasih, kalau tidak maka nasib anda bisa seperti Saul, kain, Izebel dll.

Apakah kebencian itu?

Kebencian adalah sebuah emosi yang sangat kuat, melambangkan ketidak sukaan, enmity, antipati terhadap seseorang, barang, hal. 

Hal ini juga merupakan sebuah keinginan utk menghindari, menghancurkan atau menghilangkanya.  Kebencian digambarkan sebagai lawan daripada cinta atau persahabatan.

Dalam ilmu psikologi, Dr. Sigmund Freud mendefinisikan benci sebagai pernyataan ego (ke-akuan) yang ingin menghancurkan sumber-sumber ketidak bahagiaannya.

Definisi benci yang lebih baru menurut Penguin Dictionary of Psychology (Wikipedia) adalah “Emosi yang dalam dan bertahan kuat, yang mengekspresikan permusuhan dan kemarahan terhadap seseorang, kelompok, atau objek tertentu”.

Kebencian atau rasa benci biasanya bertahan cukup lama. Karena itu para psikolog lebih melihatnya sebagai sikap atau pendirian, dan tidak sekedar emosi sesaat.

Kebencian bisa disebabkan oleh bermacam sebab. Bisa karena pengalaman buruk sebelumnya dengan orang, kelompok atau obyek yang dibencinya. Bisa juga karena pengaruh dari orang atau fihak lain.

Kebencian dari sudut kejiwaan

Merusak dan menyiksa diri..bisa menimbulkan depresi dan frustasi..

Benci itu melelahkan, kebencian menimbulkan peningkatan kegiatan syaraf di dalam otak. Penelitian dengan scanning otak dari orang yang diberi gambar obyek yang dibencinya menunjukkan pola peningkatan kegiatan dalam otaknya.

Kebencian dari sudut kerohanian

Kebencian dapat merusak sendi-sendi kehidupan iman kita. 

Ada 4 bahaya besar yang akan terjadi bila kebencian terus dipelihara:

1. Tidak mampu lagi bersifat objektif terhadap orang itu. Apapun yang dilakukan orang yang dibenci itu tidak ada yang kelihatan baik, seluruhnya buruk..mata kita menjadi buta tidak bisa melihat yg baik dan buruk.

2. Kebencian itu akan menjalar kepada objek lain, mis: semua yang berhubungan dengan orang yg dibenci akan dibenci: keluarganya, temanya, saudaranya, bahkan anjing peliahraanya turut menjadi sasaran kebencian kita..

3. Kita akan cenderung mengajak orang lain utk turut membenci.

4. kita akan berusaha menghukum orang itu.  Kalau bolah kita dia celaka, bila perlu mati sekalia. (hal ini Yesus mengalaminya)

Orang yang membenci bertumbuh kearah setan dan menyerupai setan…orang yang menyerupai setan akan melakukan perbuatan setan…dan perbuatan setan itu akan menyebabkan dia semakin nampak kesetanannya…

Tentu kita tidak mau menyerupai setan.  Tujuan kita semua adalah kita bertumbuh kearah Kristus, menyerupai Kristus dan mengasihi seperti Kristus.

Maka jika anda telah di sakiti orang lain, anda dirugikan orang lain, bahkan salah satu anggota keluarga anda di bunuh orang lain, maka anda bukan membalasanya dengan kebencian dan dendam.

Balaslah dengan kasih seperti Yesus lakukan kepada orang yang menyiksanya, “Ampunilah mereka, sebab mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat..”

Orang yang membenci menyebabkan mereka menjadi orang munafik…..

1.Kebencian menyebabkan kita masih hidup dalam kegelapan (1 yoh 2:9-11)

  • Kita mengaku sdh menerima terang Kristus, kebencian membuat kita berada dalam kegelapan..
  • Kita sedang menyelimuti diri dengn kegelapan setan
  • Kita sedang memadamkan api Roh Tuhan dalam diri kita..

2.Kebencian menyebabkan kita menjadi seorang pembunuh (1 yoh 3:5)

  • Kita merasa diri orang benar, penurut hukum 10, tidak pernah terlibat pembunuhan, faktanya bahwa kita seorang pembunuh bila membenci orang..

3.Kebencian menyebabkan kita seorang pendusta (1 yoh 4:20)

  • Kita merasa org benar, jujur, tidk pernah bohong, bila kebencian ada dihati maka kita seorang pendusta.
  • Faktanya kita seorang pendusta, dan setan adalah bapa segala dusta, itu sebabnya kita menjadi anak setan yang menyerupai setan…

Apakah orang yang menyimpan kebencian akan masuk Sorga?

Kebencian tidak mendapat tempat disorgaKarena kebencian setan, maka Yesus datang kedunia untuk menunjukkan kasihNya dan mati di kayu salib..

Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”)

Wahyu 21:8

Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu. )

Wahyu 21:27

Orang yang memiliki kebencian tidak akan melihat wajah Yesus..

Orang yg membenci tidak akan bahagia disorga..sebab klo dia ktemu dengan orang yg dia benci, menyebabkan dia sakit hati dan marah…dan mungkin org ini akan bilang kpd Yesus, klo dia mau pindah tempat saja…

Bagaimana caranya mengakhiri kebencian di hati saya selama-lamanya?

Yesus datang kedunia untuk mengakhiri kuasa kebencian..dia dibenci, diolok difitnah, diludahi, disalibakan,,ttp dia tdk pernah sedikitpun membenci..dia mengulurkan kasihnya dengan berkorban dlm segala hal. Yesus dapat membantu kita mematikan kebencian itu..

Salah satu karunia Yesus kepada kita adalah karunia utuk Memaafkan atau Mengampuni…Memaafkan adalah karunia terindah.

Memaafkan bukanlah sebuah perasaan. tetapi sebuah tindakan dari diri kita, apa yang mau kita lakukan, memaafkan atau tidak, itu adalah tindakan diri kita.!

Banyak kata maaf berhamburan, tetapi memaafkan yang bagaimana yang mampu melepaskan kita dari sebuah penderitaan batin.?

Memaafkan/mengampuni seperti Allah mengampuni kita, mengampuni tanpa batas..Matius 18:21-22..

Mika 7:19  Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut

Mikha 7:19

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Kolose 3:13

Oleh sebab itu, dapatkah kita mengatakan aku tetap mengasihimu sekalipun engkau menyakiti saya..

Dapatkah kita mengatakan aku tetap mengasihimu sekalipun engkau menyerempet mobil saya..aku mengasihimu sekalipun engkau merugikan saya..dll….

AKHIR KATA…

Apakah saudara dan saya sampai detik ini masih membenci seseorang?

Kalau YA..maka segera sesudah anda baca renungan ini, selesaikan kebencian itu dan akhiri sekarang juga..jumpai mereka yang anda, telepon kalau ditempat yang jauh…

Kesimpulan

Kebencian adalah tabiat setan, orang yang membenci sedang bertumbuh kearah setan menyerupai setan..

Kasih  pengampunan adalah tabiat Sang Raja Sorga, budaya sorgawi..bila mengasihi dan mengampuni, kita sedang bertumbuh keara Kristus dan menyerupai tabiat Yesus..

Jangan beri ruang sedikitpun utk kebencian..

Jangan benci pribadi seseorang, bencilah perbuatan jahatnya..tetapi selamatkan jiwanya..

“ Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.”

Amsal 10:12

Kebencian adalah seperti meminum racun, dan berharap musuhmu terbunuh

Nelson Mandela

Jangan kotori hati dengan kebencian. Sebab jika sudah benci penilaian terhadap seseorang akan terlihat buruk meskipun ia berbuat kebaikan.

Bagikan:

Comments

comments

2 Respon

  1. Cherishcintanauli berkata:

    Wow saya tersentuh oleh bacaan tadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *