Asal Usul Kata Allah

Oleh: Pdt. Donny Chrissutianto

Kata Allah secara etimologi berasal dari kata al-ilah, ‘the god.’

Asal mula kata tersebut dapat ditelusuri ke penulisan mula-mula orang Semitic di mana kata untuk allah adalah Il atau El, kata El menjadi sinonim untuk Yahweh dalam Perjanjian Lama.

Allah adalah kata standar bahasa Arab untuk God, digunakan oleh orang Kristen berkebangsaan Arab dan juga Muslim.

Philip W. Goetz, ed., The New Encyclopaedia Britanica, 15th ed., vol. 1 (Chicago, Encyclopaedia Britanica, 1986), s.v. “Allah.”

Michael Shally-Jensen, ed., Encyclopedia Americana, International ed., vol. 1 (Connecticut: Scholastic Library, 2006), s.v. “Allah;”

“Muhammed’s doctrine of Allah. His attitude is stated most simply in the first article of the essential Muslim creed: la ilah illa ’illah, ‘There is no god save Allah.’ This meant, for Muhammad and the Meccans, that of all the gods whom they worshipped, Allah was the only real deity. It took no account of the nature of God in the abstract, only of the personal position of Allah. “Allah,” therefore, was and is the proper name of God among Muslims. It corresponds to Yahweh among the Hebrews, not to Elohim.”

H.A.R. Gibb and J.H. Kramers, eds., Shorter Encyclopaedia of Islam (Ithaca: Cornell University, n.d), sv. “Allah.”

Kata Allah dalam bahasa Indonesia berarti “Roh Yang Maha Sempurna yang menciptakan alam semesta.”

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1987), s.v. “Allah.”

Allah is “the Arabic name of the Supreme Being.”

Virginia S. Thatcher, ed., The New Webster Encyclopedic Dictionary of the English Language (Chicago: Consolidated Book, 1972), s.v. “Allah.”

Allah adalah “nama Tuhan dalam bahasa Arab; pencipta alam semesta yang mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh orang yang beriman.”

Kamis bahasa indonesia

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), s.v. “Allah.”

Allah adalah “nama yang paling banyak dijumpai di dalam al-quran (2800 kali), yang dapat diartikan: Yang sepatutnya disembah atau ditaati, lalu menyusul nama Rabb (960 kali), yang berarti: Yang menciptakan segala sesuatu dan membimbingnya ke arah kesempurnaan. Sesudah itu baru menyusul nama-nama Rahman (Yang Maha Pengasih), Rahhim (Yang Maha Penyayang), Malik (Yang Maha Mimiliki), dan lain-lain yang semuanya berjumlah 99 nama.”

IAIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Islam Indonesia, 2nd ed., vol. 1 (Jakarta: Djambatan, 2002), s.v. “Allah.”

Hal yang penting di sini adalah Allah itu adalah yang menciptakan alam semesta, Esa, dan disembah oleh yang beriman.

Kata Tuhan dalam bahasa Indonesia berarti “Allah; Allah yang hanya satu.”

W.J.S. Poerwadarminta, s.v. “Tuhan.”

Tuhan juga berarti “sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai Yang Maha Kuasa, Maha Perkasa.”

Departemen Pendidikan Nasional, s.v. “Tuhan.”

Kesimpulan:

kata Allah dalam bahasa Arab adalah Zat yang disembah yang menjadikan Alam Semesta.

Bahasa Arab, Bahasa Aram, dan Bahasa Ibrani merupakan satu rumpun yang memiliki kemiripan dalam konsonannya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketika orang Arab memanggil yang mereka sembah yang menciptakan alam semesta Allah, bagi orang Ibrani memanggilnya ʾělōhîm.

Itu berarti, kata Allah dan ʾělōhîm adalah menunjuk kepada Oknum yang sama yaitu yang menciptakan langit dan bumi, namun di Alkitab ʾělōhîm itu namanya Yehwāh (“…supaya mereka tahu bahwa nama-Ku TUHAN, Yehwāh [Yer. 16:21]). Mzm 68:5]).

“”Namanya ialah TUHAN, Yehwāh” atau dalam bahasa Inggrisnya “By His name YAH” (Mzm. 68:5 [ayat 4 dalam Bahasa Inggris]).

Baca Selanjutnya: Nama Sang Pencipta Dalam Alkitab: Menyebutkan dan Menggunakan Nama TUHAN (YHWH)

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.