Arti Perumpamaan Lalang diantara Gandum di Matius 13:24-25

“Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.” Matius 13:24-25

Perumpamaan ini adalah tindak lanjut dari perumpamaan penabur. Disana ada 4 jenis tanah. Tiga tanah pertama jenis tanah yang buruk dan hanya 1 tanah yang baik.

Perumpamaan ini sering kita kenal dengan Lalang diantara gandum. Di dalamnya, Yesus menggambarkan seorang petani yang menabur benih yang baik di ladangnya.

Petani menabur benih gandum dengan harapan bahwa pada waktunya mereka akan bertunas, tumbuh, dan pada saat panen mereka akan menghasilkan biji-bijian yang bisa dia makan atau jual untuk mendapatkan keuntungan.

Penabur itu adalah Yesus, benih yang baik itu adalah Firman Tuhan, ladang itu adalah dunia ini. Atau manusia.

Kata benih baik (kalos) berarti berguna, sehat, memiliki kualitas yang diinginkan atau positif, sangat cocok untuk disemai.

Jadi Benih yang baik adalah benih yang baik untuk ditanam, yang mana orang dapat mengharapkan pertumbuhan buah yang baik..

Orang yang menaburkan benih baik artinya Dia yang mewartakan Firman Tuhan kepada orang banyak.

“Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.”

Musuh itu adalah Iblis. Waktu semua orang tidur adalah menggambarkan cara kerja iblis yang licik dan sembunyi-sembunyi dan jahat, dia bertindak ketika dia tidak terlihat.

Benih palsu yang ditaburkan iblis itu digambarkan dengan lalang. Itu adalah sejenis gulma yang sangat menyerupai gandum, tetapi tidak memiliki buah.

Benih Lalang yang dia taburkan adalah ajaran palsu, yang bertentangan dengan firman Tuhan.

Lalang adalah tiruan yang sempurna. Mirip dengan aslinya benih yang baik. Menggambarkan bagaimana Iblis senantiasa memalsukan pekerjaan Allah.

Jadi, saat mereka sedang tidur menyiratkan bahwa dia melakukan ini yaitu menaburkan benih kepalsuan di bawah kegelapan.

Nanti setelah panen, baru terlihat perbedaanya. Benih asli dan benih palsu.

Lalang yang Yesus gambarkan bisa jadi adalah rumput liar. Walaupun sekilas tampak seperti gandum, lalang tidak menghasilkan biji-bijian yang baik.

Sebaliknya, mereka menghasilkan biji-bijian beracun yang dapat menyebabkan penyakit atau bahkan kematian jika dikonsumsi.

Baca Juga:

Apa itu Dosa Menghujat Roh Kudus?

Apa Maksudnya Tanda Yunus di Matius 12:38-41

Kata-Kata Ceminan Hati

Praktik menabur benih berbahaya di ladang gandum musuh biasa terjadi di dunia Timur saat itu. Tujuannya untuk merusak ladang milik orang lain.

Iblis yang menabur benih yang jahat adalah untuk merusak hati orang-orang supaya tidak percaya kepada Yesus.

Ketika iblis menaburkan benih jahat, tidak terlihat seketika, ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

Jadi, gandum dan Lalang dapat dibedakan jika gandum menunjukkan biji-bijian.

Dalam 2 Kor 11:4, Paulus memperingatkan seseorang yang datang dan memberitakan “Yesus lain.”

Dengan demikian, perumpamaan ini disampaikan Yesus untuk mengamarkan orang-orang bahwa Iblis adalah tukang barang palsu sejati. Yesus pun dia akan palsukan.

Setelah musuh menaburkan benih yang palsu, lalu dia pergi. Kalimat itu menunjukkan bahwa tidak ada yang tahu apa yang telah dilakukan musuh.

Dia pergi “di balik kegelapan” dan nyaris tidak terdeteksi.

Perhatikan perumpamaan ini berbeda dengan perumpamaan penabur, karena di sana musuh merampas benih yang baik..

Tetapi di sini musuh menaburkan “benih lalang” pada benih yang baik. Artinya, setan berusaha untuk merusak benih yang baik yang telah tumbuh di hati kita.

Karena itu kenali firman Tuhan dengan benar, supaya kita dapat membedakan mana yang palsu.

Yesus berkata,”Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Matius 7:15

“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.” Roma 16 : 17-18

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *