Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Arti Perumpamaan Hutang 10 Ribu Talenta di Matius 18:23-35

Arti Perumpamaan Hutang 10 Ribu Talenta di Matius 18:23-35

Forgive

“Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.” Matius 18:23-35

Untuk memperluas pemahaman kita tentang konsep pengampunan 70x7x, maka Yesus menggunakan sebuah perumpamaan…Matius 18:23-35.

Raja yang mengadakan perhitungan itu ialah Yesus, dan hamba-hamba itu adalah kita umat-umatNya..

Ingat hubungan kita kepada Kristus adalah vertikal..Kristus adalah Tuhan, Raja sorga, pencipta alam semesta, sementara kita adalah ciptaan..

Sebagai ciptaan, kita berada dibawah hukum Tuhan, ada 10 hukum sebagai hukum moral yang mengatur kehidupan kita..

Dimana 10 hukum ini di dasarkan atas kasih, hukum 1-4 adalah kasih kepada Tuhan dan hukum 5-10 adalah kasih kepada sesama. Inti dari 10 hukum adalah kasih..

Kalau saya melanggar hukum 1-4 saya berdosa kepada Tuhan, kalau saya melanggar hukum 5-10 saya berdosa kepada Tuhan dan kepada sesama manusia…

Di dalam perumpamaan ini, hutang itu sama dengan dosa/pelanggaran/kesalahan. Kemudian hutang /dosa itu dibagi 2 bagian..

Pertama, seorang hamba yang berhutang kepada raja sebesar 10 ribu talenta. Ini adalah gambaran hutang dosa kita yang maha besar kepada Tuhan..

Kedua, seorang kawan yang berhutang kepada hamba ini sebesar 100 dinar. Ini adalah gambaran hutang dosa kita kepada sesama kita manusia..

Kalau kita perhatikan, ada perbedaan besar antara hutang kepada raja dengan hutang kepada sesama yaitu 10 ribu talenta berbanding 100 dinar..supaya jelas mari lihat ini..

1 talenta = 6000 dinar. 1 dinar adalah upah kerja 1 hari..

Untuk mendapat 6000 dinar atau 1 talenta, seseorang harus bekerja selama 6000 hari atau kurang lebih 17 tahun baru dapat 6000 dinar.

Kalau 1 talenta = 6000 dinar, maka 10.000 talenta = 60 juta dinar..dan untuk mendapatkan 60 juta dinar maka seseorang harus bekerja selama 60 juta hari, baru dapat 60 jt dinar..

Kalau kita konversi ke dalam rupiah: Misalnya rata-rata upah 1 hari kerja 50 ribu rupiah, kalau kita kalikan 60 juta x 50 ribu = 3 triliun rupiah..mungkin sampai kita mati pun tidak akan dapat angka itu..

Sementara 100 dinar kalau di konversi nilainya sekitar 5 jt rupiah, dan uang 100 dinar bisa dicari dalam tempo 100 hari atau sekitar 3 bulan..

Apa artinya ini? 10 ribu talenta adalah gambaran betapa MAHA BESARNYA dosa kita kepada Tuhan.

Bahwa dosa kita kepada Tuhan selalu jauh lebih besar dibanding dosa kita kepada sesama yang digambarkan dengan hutang 100 dinar

Kepada Tuhan, setiap kali kita berdosa, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari sebulan, 365 hari setahun..

Bahkan sampai kita lupa betapa banyaknya dosa-dosa kita, krn sudah bertumpuk-tumpuk..dari tahun ketahun.. dan kita tidak mampu untuk membayar dosa-dosa itu..

Kepada sesama, tidak selalu kita berbuat dosa setiap saat..kalaupun kita bersalah paling juga ada 1,2,3 kesalahan..

kita saja yg membesar-besarkan kesalahan itu..baru di cubit sediki saja sikap kita sudah berlebihan..

Dan perumpamaan ini mengajar kita supaya tidak menghitung2 berapa kesalahan orang lain kepada kita..

Tujuan adalah menolong kita untuk bisa mengampuni sebagai mana Tuhan mengampuni tidak menjadi soal berapa besar dosa orang lain kepada kita.

Kalau Tuhan sudah mengampuni dosa kita yang MAHA BESAR itu, masakan kita tidak mau mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita!

Tuhan menyediakan pengampunan yang amat sangat besar dan luas, sampai manusia itu membuat pilihan sendiri untuk bertobat atau tidak.

Kalau mereka bertobat, engkau mendapatkan mereka kembali..

Di ayat 27 , dikatakan bahwa hutang hamba yang 10 ribu talenta itu sudah lunas. Siapa yang melunasi? Dan bagaimana caranya dilunasi?

Baca Juga Berapa Batas Pengampunan Menurut Matius 18:21-22?

Arti Ayat Terikat di Dunia Akan Terikat di Sorga

4 Langkah Menegor Orang Berdosa Menurut Matius 18:15-17

Hutang itu dilunasi oleh raja itu sendiri, karena hamba itu tidak sanggup membayarnya, walaupun dia, istri dan anak-anaknya dijual tidak akan cukup..maka hati raja itu tergerak oleh belas kasihan..

Ini adalah gambaran bahwa tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menghapuskan hutang dosa kita kepada Tuhan, semuanya hanyalah KASIH KARUNIA TUHAN

Betapa kontrasnya dengan kita, dosa-dosa teman yang hanya 100 dinar, kita terus ingat dan hitung-hitung..bahkan kita tidak bersedia mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita…

Untuk orang-orang yang tidak mau mengampuni sesamanya, Yesus MENYEBUT MEREKA SEBAGAI HAMBA YANG JAHAT.

Tahukah kita mengapa Yesus menyebut dia sebagai hamba yang jahat..?

Pertama, karena dia tidak melakukan kepada orang lain seperti yang telah dilakukan raja itu kepada dirinya, yaitu KASIH DAN BELAS KASIHAN..diampuni untuk mengampuni..

Ini adalah gambaran orang yang sangat mementingkan diri, egois, mau dilunasi tapi tidak mau melunasi orang lain, MAU DIAMPUNI TAPI TIDAK MAU MENGAMPUNI

Tidak mengampuni adalah kejahatan, dan orang jahat tidak masuk dalam kerajaan sorga..

Kedua, kalau tidak mengampuni, kita hanya melanggengkan dosa itu terus menerus..dan itu berlawanan dengan semangat Kristus yang datang untuk mengakhiri dosa itu..

_“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Matius 6:14-15_a

Poinnya, bila Tuhan telah mengasihi kita, dengan mengampuni dos akita, kita pun harus mengasihi orang lain dengan mengampuni.

Bila kita tidak mengampuni orang lain, Allah marah kepada kita dan akan menghakimi kita. Karena tidak mengampuni kejahatan dimata Tuhan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan