Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Arti Malaikat Memandang Wajah Bapa di Sorga (Matius 18:10)

Arti Malaikat Memandang Wajah Bapa di Sorga (Matius 18:10)

“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 18:10

Sudah biasa anak kecil dipandang sebelah mata, karena dikira belum mampu berbuat apa-apa sepertu umumnya orang dewasa.

Yesus menasehatkan untuk tidak menganggap rendah anak kecil.

Seperti yang sudah dijelaskan di ayat sebelumnya, anak kecil tidak mengacu pada anak-anak fisik, tetapi orang Kristen secara rohani, yang percaya kepada Kristus (ay.6).

Anak balita yang mungkin masih digendong Yesus (lihat ay. 2) adalah ilustrasi dari anak-anak rohani Allah.

Kata jangan menganggap rendah adalah peringatan atau larangan dari Yesus. ini adalah perintah negatif, yang menyatakan ketidak senangan Tuhan..

Penjelasan ayat sebelumnya tentang siapa yang membuat jatuh atau mempengaruhi orang percaya kedalam dosa, lebih baik baginya mati dengan cara ditenggelamkan kedalam laut..

Memandang rendah berasal dari kataphrone, yang memiliki arti harfiah berpikir ke bawah.

Memandang rendah seseorang berarti memandang rendah dirinya sebagai orang yang lebih rendah dan tidak layak dipertimbangkan atau diperhatikan.

Itu berarti meremehkan seseorang dan memperlakukannya dengan jijik sebagai tidak berharga.

Oleh karena itu, memandang rendah atau meremehkan salah satu dari anak-anak kecil ini berarti memperlakukan salah satu dari anak-anak Allah dengan penghinaan dan perasaan jijik.

Kembali kepada konteks perikop…

Yesus memberi tahu mereka bahwa pertengkaran mereka tentang siapa yang terbesar di kerajaan Allah adalah bentuk penghinaan terhadap anak-anak Allah yang kecil, dalam hal ini satu sama lain diantara mereka.

Karena, ketika salah satu dari mereka mendorong atau menonjolkan dirinya sendiri, itu artinya mereka mengorbankan yang lain.

Sikap sombong dan mementingkan diri sendiri seperti itu, telah menciptakan kecemburuan, iri hati, dan kebencian diantara mereka.

Padahal seharusnya mereka menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan satu sama lain. Mereka seharusnya saling membangun, bukan menonjolkan diri sendiri dan meremehkan yang lain.

Apa yang terjadi diantara murid-murid yaitu menonjolkan diri dan meremehkan orang lain, terjadi juga diantara orang percaya hari ini..

Dalam banyak hal kita sering merasa diri lebih pantas, lebih layak, seharusnya kita yang mendapatkan posisi, bukan yang lain..

Hal ini menyebabkan iri hati, kecemburuan dan pertengkaran yang tiada habisnya..

Bila orang-orang dunia ini saling meremehkan dan menonjolkan diri mereka, itu wajar..

Tetapi bagi orang Kristen, memandang rendah satu sama lain tidak dapat diterima. Namun sangat disayangkan, cara dunia memperlakukan sesamanya, masuk juga kedalam gereja.

Kita selalu tergoda untuk meniru cara dan sikap dunia. ketika ada umat Allah yang merasa lebih unggul dari yang lain dan meremehkan, kita telah terjebak dalam cara-cara duniawi.

Orang Kristen saling merendahkan dengan berbagai cara:

Cara pertama adalah Kita merendahkan satu sama lain ketika kita memamerkan kebebasan kita di hadapan orang yang imannya lemah..

Sikap itu telah menyebabkan mereka sakit hati dan akhirnya undur dari iman

“Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.” (Roma 14:3).

Menggunakan kebebasan kita dengan cara yang tidak berperasaan berarti menggunakannya “sebagai penutup kejahatan” bukannya sebagai hamba Allah (1 Ptr. 2:16)

Kedua, Kita juga merendahkan satu sama lain ketika mereka menunjukkan sikap berat sebelah atau pilih kasih. (Yakobus 2:1)

Ketiga, kita memandang rendah sesama orang beriman adalah dengan menahan bantuan dari mereka yang membutuhkan.

Keempat, orang beriman memandang rendah sesama orang beriman adalah dengan mengolok-olok penampilan fisik mereka.

Kelima, Orang percaya merendahkan orang percaya lainnya ketika mereka acuh tak acuh atau menghakimi sesama orang percaya yang jatuh kedalam dosa..

Ketika seorang saudara atau saudari jatuh ke dalam dosa, terutama jika dosa itu diketahui umum, kita dengan cepat menghukum orang itu, gantinya mendoakannya.

Keenam, Orang percaya juga merendahkan orang percaya lainnya dengan merendahkan sesama orang Kristen, Ketika mereka berurusan dengan dosa mereka sendiri..

Ketika dia diingatkan akan dosanya, bukanya berobat dan berterimakasih kepada saudara yang mengingatkan dan menasehatinya, sebaliknya menyerang balik dan menuduh orang lain menghakimi..

Ketujuh, orang beriman merendahkan orang beriman lainnya adalah dengan memanfaatkan mereka untuk keuntungan pribadi.

Seorang Kristen tidak boleh menipu sesamanya..

Itu lah tujuh cara kita merendahkan sesama orang percaya. Poinnya, marilah kita menghargai sesama orang percaya. Kita semua sangat berharga dimata Tuhan..

Jangan menonjolkan diri sendiri, dengan merasa diri paling layak, sehingga itu menimbulkan iri hati dan kecemburuan kepada orang percaya lainnya..

Kita harus saling membangun dan merasa bahwa semua orang percaya penting dan sama rata dihadapan Tuhan..

Hubungan dengan Malaikat

“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 18:10

Sebabnya mengapa kita tidak boleh menganggap rendah atau remeh seorang percaya adalah karena hubungan orang percaya dengan malaikat di Surga.

Penulis Ibrani menjelaskan tentang malaikat, “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” Ibrani 1:14.

Tujuan mereka adalah untuk melayani Tuhan dengan memperhatikan umat-Nya.

Para malaikat di surga ini hidup di hadirat Allah, di mana mereka menunggu dengan penuh perhatian perintah-perintah-Nya untuk melayani umat-Nya.

Yesus berkata, “..Mereka selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”

Implikasinya adalah bahwa para malaikat suci tidak pernah mengalihkan pandangan mereka dari Tuhan…

Supaya jangan sampai mereka kehilangan petunjuk dari-Nya mengenai tugas yang harus mereka lakukan atas nama orang beriman.

Artinya mereka selalu siap sedia kapan saja untuk datang kepada orang percaya yang membutuhkan sesuai dengan perintah Allah..

Dalam Matius 18:10 ini, Yesus berbicara tentang orang percaya dan malaikat mereka dalam pengertian kolektif atau bersama-sama.

Malaikat-malaikat ini, entah kelompok tertentu atau seluruh malaikat kudus, bertanggung jawab memelihara anak-anak kecil Allah, yaitu mereka yang percaya kepada Yesus (ay.6).

Sebagian karena para malaikat yang hidup di hadirat Bapa yang di surga inilah orang percaya diperingatkan untuk tidak saling merendahkan.

Fakta bahwa Allah begitu peduli kepada anak-anak-Nya, sehingga Dia memiliki banyak malaikat di hadirat-Nya..

Para malaikat ini siap dikirim untuk membantu mereka menunjukkan, betapa berharganya orang percaya dan betapa jahatnya memandang rendah seseorang yang Tuhan sangat hargai.

Bagi Tuhan kita semua sangat berharga. Harga kita tidak dapat diukur dengan uang. Petrus mengungkapkan harga kita..

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus….bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas.. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus ” 1 Petrus 1:18-19.

Jadi kita lihat, betapa kita sangat berharga bagi Tuhan. Maka sangat ironis bila kita memandang remeh orang percaya lainnya..

Sangat ironis bila kita memandang seseorang dari hartanya, jabatanya, gelarnya dll..

Sementara Tuhan sendiri sangat menghargai kita begitu tinggi, lalu bagaimana kita bisa merendahkan atau meremehkan seseorang dengan menonjolkan diri..?

Karena itu arti perkataan Yesus, “Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga..”

Menekankan kembali hubungan unik antara Yesus dan Bapa surgawinya. Hubungan antara orang percaya dan Bapa dan hubungan antara orang percaya dan malaikat..

Karena kita berharga bagi Bapa Sorgawi, maka Dia siap mengirimkan malaikat kapan saja untuk menolong mereka yang direndahkan atau diremehkan..

Malaikat-malaikat itu selalu memandang wajah Bapa Sorgawi, menunggu perintah untuk diutus melayani manusia..

Poinnya, begitu tingginya cara Tuhan menghargai kita, sampai malaikat-Nya selalu siap sedia setiap saat untuk diutus melayani kita..

Maka cara kita menghargai sesama orang percaya juga harus demikian..siap sedia melayani sesama, tidak menganggap kepentingan kita lebih penting..

“..dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Filipi 2:3-4

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan