Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Arti Kata Sia-Sia yang di Pertanggungjawabkan di Matius 12:36-3

Arti Kata Sia-Sia yang di Pertanggungjawabkan di Matius 12:36-3

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Matius 12:36-37.

Masih lanjutan dari ayat sebelumnya yaitu tentang kata-kata. Kita sudah ketahui dari mana sumber keluarnya kata-kata. Baik atau buruk kata-kata, itu tergantung sumbernya.

Dan semua kata-kata yang diucapkan akan mendatangkan akibat eskatologis. Akan dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman.

Kita akan dibenarkan dan dihukum berdasarkan ucapan kita. Peringatan ini bukan hanya untuk orang farisi, tetapi untuk semua orang.

Kata-kata sia-sia adalah kata yang diucapkan tanpa memikirkan apa yang dikatakan. Dari kata argos, secara harfiah berarti tidak bekerja, tidak melakukan apa-apa, seperti orang tidak mengerjakan tanah dan hidup tanpa kerja.

Seperti yang digunakan dalam Perjanjian Baru, argos selalu menggambarkan sesuatu yang tidak berfungsi atau tidak berguna.

Argos menggambarkan sesuatu yang tidak berfungsi, tidak efektif, mandul, tidak menghasilkan apa-apa atau tidak berharga, tidak mencapai apapun.

Argos digunakan untuk menggambarkan uang yang tidak menghasilkan bunga atau ladang yang terbengkalai.

Dengan demikian, kata sia-sia yang dimaksud adalah kata-kata yang tidak berguna, tidak membangun, tidak penting, tidak efektif, hambar. Kata-kata yang melemahkan, kasar, bahkan berisi fitnah, dll, silahkan tambahkan..

Karena kata-kata yang diucapkan, biasanya akan menjadi ukuran seperti apa keadaan hati kita.

Tidak ada cara yang lebih cepat untuk menghancurkan hidup kita atau hidup orang lain, selain dengan kata-kata.

Yesus mengatakan bahwa setiap kata yang diucapkan mencerminkan luapan hati dan diketahui Allah. Oleh karena itu kata-kata sangat penting.

Dalam konteks pernyataan Yesus, orang farisi mula-mula ragu-ragu, kemudian mengkritik, kemudian menolak secara terbuka, dan terakhir menghujat.

Dan itulah yang kita baca dalam Matius 12:22-32. Itulah catatan penghujatan para pemimpin Yahudi terhadap Yesus Kristus.

Dan inti dari hujatan mereka ada di Matius 12:24, dan itu kunci untuk memahami bagian ayat ini. Karena mereka berkata, “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.”

Dalam keheranan orang-orang mulai bertanya-tanya, mungkian Ia anak Daud..maka dengan cepat mereka mengecam orang banyak, bahwa Dia (Yesus) mengusir setan dengan kuasa setan.

Dan dengan demikian mereka berbicara melawan Yesus Kristus dengan kata-kata paling mengerikan yang pernah diucapkan dalam sejarah manusia..

Kata-kata paling mengerikan yang pernah keluar dari bibir manusia, menyebut Yesus Kristus setan, mereka menyebut karunia surga yang indah berasal dari neraka.

Mereka telah menghujat Tuhan dan Roh Kudus yang bekerja melalui Dia, mereka telah melakukan kejahatan yang tiada bandingnya dalam sejarah manusia.

Sekarang kesimpulan itu membawa kita ke tahap berikutnya, yaitu bahwa mereka tidak akan diampuni karena menghujat Roh Kudus.

Artinya, jika semua kebenaran kita telah miliki, kita telah melihat keajaiban, telah mendengar ajaran-Nya, segala sesuatu tentang Dia telah diekspos, dan kesimpulan kita bahwa Dia berasal dari Iblis…

Kita tidak akan selamat. idak akan pernah bisa diselamatkan, mereka hilang selamanya. Dan kata-kata mereka yang akhirnya meghukum mereka.

Terhukum karena kata-kata kita akan mengungkapkan kerusakan hati kita. Itulah masalahnya.

Kata-kata yang mereka ucapkan adalah bukti luar dari hati mereka yang rusak dan keji dan celaka, jahat. (Matius 12:33-37). Kata-kata kita mengungkapkan karakter hati kita.

“Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan..” Artinya, bahwa Tuhan akan menghakimi manusia menurut perkataan mereka.

Dengan kata lain kata-kata akan menjadi kriteria objektif yang digunakan Tuhan untuk membuat penghukuman-Nya.

Jika kata-kata kita adalah kata-kata yang baik, itu menunjukkan hati yang baik dan itu menunjukkan kita telah dinyatakan benar oleh kasih karunia melalui iman kepada Kristus dan Injil-Nya.

Ingatlah Yesus berkata sebelumnya “yang keluar dari mulut meluap dari hati.” (Mat 12:34). Jadi kata-kata yang baik keluar dari hati yang baik yang telah ditebus oleh darah Anak Domba.

Kata-kata banyak mengungkapkan sifat hati manusia. Ada tiga bagian manusia yang dengannya dia ditemukan menjadi dirinya—pikiran, perkataan, dan tindakan…

“Dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Artinya, kata-kata seseorang adalah ukuran yang akurat dari kondisi hatinya, apakah lahir baru atau tidak lahir baru.

Bagi orang yang akan dihukum, penghukuman mereka adalah karena hati mereka tidak pernah diubahkan oleh Roh Kristus. Mereka dihukum karena hati mereka tidak pernah diubahkan oleh Roh Kristus.

Mereka dihukum ditinjau dari catatan kata-kata mereka yang jahat, karena hanya itu yang bisa berasal dari perbendaharaan mereka.

Dalam Wahyu 20:12, “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.”

Implikasinya adalah bahwa perkataan mereka tertulis di dalam kitab-kitab! Wahyu 12:13, “..dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.”

Yohanes mengatakan “dihakimi menurut perbuatan” sementara Yesus mengatakan “menurut perkataanmu,” perbuatan dan perkataan adalah sama. Identik.

Perbuatan jahat dan kata-kata sia-sia keduanya menghasilkan penghakiman dan penghukuman yang sama!

Jadi, apa yang kita ucapkan sekarang dengan begitu bebas dan tanpa malu, masing-masing akan dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan