Arti dan Makna Perumpamaan tentang Ragi di Matius 13:33

“Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” Matius 13:33

Ini adalah perumpamaan yang keempat dan terakhir, yang diberikan kepada orang banyak. Disini Yesus melanjutkan ide tentang biji sesawi.

Yesus mengatakan “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Yesus menggunakan ragi, yang konotasinya adalah kejahatan, mendorong orang banyak untuk mencoba memahami kehadiran kerajaan Allah.

Ragi adalah berbagai bentuk jamur yang berkembang biak dengan cepat karena fermentasi. Roti membutuhkan ragi roti untuk membuatnya mengembang.

Alkitab menggunakan ragi sebagai metafora negatif, mungkin karena peragian menyiratkan disintegrasi dan kerusakan.

Tetapi Yesus menggunakan ragi untuk melambangkan penyebaran kerajaan surga secara positif dan tersembunyi di dunia ini.

Yesus menjelaskan bagaimana kerajaan Allah akan bekerja dari dalam keluar. Kebenaran utama tentang ragi adalah kemampuannya meresap, menembus.

Tentang kedatangan kerajaan Allah, orang-orang Yahudi memahaminya muncul dengan cara spektakuler.

Tetapi kedatangan Yesus tidak membawa perubahan yang segera, lahiriah, dan dramatis, seperti yang diharapkan.

Jadi perumpamaannya mengajarkan kepada orang banyak bahwa mereka tidak boleh tertipu dengan cara-cara yang hebat dan gagah-gagah.

Karena kerajaan Allah hadir, diam-diam, tetapi akan terlihat hasilnya pada akhirnya.

Kerajaan surga sudah aktif, meskipun pada saat itu tidak dapat dilihat sepenuhnya, karena itu dimulai dengan perubahan batin di dalam hati. Itu tersembunyi.

Kedua perumpamaan: biji sesawi dan ragi, mengungkapkan sifat kerajaan surga dalam pelayanan Yesus.

Kalau biji sesawi menekankan permulaan kerajaan surga yang tidak mencolok, dimana pertumbuhannya kemudian terlihat secara lahirian, besar dan luas.

Sedangkan ragi menunjukkan penyebaran dan perubahan yang tidak mencolok.

Terlepas dari permulaannya yang kecil dan tidak menguntungkan, kerajaan surga akan meliputi dunia dan akhirnya menghasilkan kebesaran, sebagaimana yang dinubuatkan.

Dalam perumpamaan ini Yesus menggunakan ilustrasi seorang perempuan yang mengambil ragi dan diaduk ke dalam tepung terigu..

Mungkin karena perempuan lah yang biasanya membuat roti. Jumlah tepung yang digunakan adalah tiga sukat.

Tiga sukat tepung kira-kira setara dengan 20-45 liter, cukup untuk memberi makan 100 orang. Jumlah tepung yang banyak.

Intinya ini jumlah tepung yang sangat banyak jika dibandingkan dengan jumlah ragi yang sedikit. Kemudian ragi itu diaduk kedalam tepung.

Kata kerja diaduk memberikan ide menyembunyikan dan menempatkan kedalam sehingga tidak terlihat oleh pandangan mata.

Kata kerjanya mengaduk menekankan gagasan bahwa walau pun Kerajaan Allah tidak terlihat, tetapi itu berfugsi.

Baca Juga:

Mengapa Lalang dan Gandum dibiarkan Tumbuh Bersama?

Arti Perumpamaan Lalang diantara Gandum

Dan Ketika ragi diaduk dengan banyak tepung, ragi yang sedikit itu kena ragi semua dan mengembang.

Dengan demikian ada empat poin yang ingin ditekankan:

1. Kerajaan Allah memiliki permulaan yang kecil, tetapi akan meningkat. Ragi berukuran kecil, dan hanya sedikit yang diaduk ke dalam adonan.

Namun, seiring berjalannya waktu, ragi akan menyebar ke seluruh adonan. Dengan cara yang sama, pekerjaan injil Yesus mulai dengan dua belas orang, lalu menyebar ke seluruh dunia.

2. Kerajaan Allah memulai pengaruhnya dari dalam, bukan dari luar. Ragi membuat adonan mengembang dari dalam.

Tuhan pertama-tama mengubah hati seseorang, dan perubahan internal itu memiliki manifestasi eksternal.

Pengaruh Injil dalam suatu budaya bekerja dengan cara yang sama: orang Kristen dalam suatu budaya bertindak sebagai agen perubahan, perlahan mengubah budaya itu dari dalam.

3. Pengaruh kerajaan Allah akan menyeluruh. Sama seperti ragi bekerja sampai adonan benar-benar mengembang, artinya kerajaan Allah akan mendunia (Mazmur 72:19; Daniel 2:35).

“Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” (Habakuk 2:14).

4. Meskipun kerajaan Allah bekerja secara tidak kelihatan, pengaruhnya nyata bagi semua orang.

Ragi melakukan tugasnya dengan lambat, diam-diam, dan tanpa suara, tetapi tidak ada yang dapat menyangkal pengaruhnya terhadap roti.

Sifat ragi adalah tumbuh dan mengubah apapun yang bersentuhan dengannya. Ketika kita menerima Kristus, kasih karunia-Nya bertumbuh di dalam hati kita dan mengubah kita dari dalam ke luar.

Sewaktu Injil mengubah kehidupan seseorang, hidupnya akan memberikan pengaruh yang meluas di dunia pada umumnya.

Jadi, ragi dalam perumpamaan ini adalah ajaran Yesus, Firman Allah, injil, yang ditaburkan dihati setiap orang. Firman itu bekerja secara diam-diam, mengubah hati dari dalam.

Selanjutnya akan nampak melalui perbuatan. Pengaruh firman itu akan meluas dan mempertobatkan banyak orang kepada Yesus.

Karena itu, biarkan Firman Allah mengubah kita dari dalam.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *