Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Arti dan Makna Perumpamaan tentang Pukat di Matius 13:46-50

Arti dan Makna Perumpamaan tentang Pukat di Matius 13:46-50

Sortir Akhir Zaman

“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,

lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” Matius 13:46-50

Perumpamaan singkat Yesus diakhiri dengan perumpamaan tentang pukat. Perumpamaan ini fokusnya pada akhir zaman..

Dimana akan ada konsekuensi dari pilihan yang dibuat seseorang sehubungan dengan kerajaan Allah.

Perumpamaan ini mengajarkan pelajaran yang sama dengan perumpamaan tentang ilalang, bahwa orang benar harus bertahan hidup berdampingan dengan kejahatan, sampai hari penghakiman tiba, dimana setiap orang akan dihakimi menurut perbuatannya.

Pukat atau jaring yang dimaksud disini ukuranya besar. Ini jenis jaring tertua yang digunakan di danau dan hingga saat ini merupakan metode penangkapan ikan yang paling baik.

Jaring itu berbentuk seperti dinding panjangnya 750 hingga 1.000 kaki, setingginya 25 kaki di bagian tengahnya, dan Tingginya 5 kaki di ujungnya.

Bagian bawah jaring dikasih pemberat, sedangkan bagian jaring atas dikasih gabus untuk membuat terapung.

Dengan demikian, memungkinkan dinding jaring diseret ke pantai pada kedua ujungnya, menjebak ikan di dalamnya.

Yesus menjelaskan cara seseorang menjaring ikan dengan pukat yaitu ditarik dengan membawa jala yang sudah diisi ke pinggir pantai agar ikan tidak melompat ke air.

Setelah itu mereka duduk dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam wadah tetapi yang buruk mereka buang.

Memisahkan ikan yang baik dari ikan yang buruk adalah tradisi kuno di Israel. Proses sortir ikan untuk mendapatkan ikan yang baik dan layak jual.

Duduk adalah sikap khas nelayan memeriksa jaring ikan mereka yang besar. Mengumpulkan (sullego) adalah kata kerja yang sama yang digunakan 5x dalam perumpamaan tentang ilalang (Mat 13:28, 29, 30, 40, 41).

Tujuannya adalah pemisahan yang baik dari yang buruk. Seperti disebutkan di atas, ikan itu buruk karena tidak dapat dimakan atau cukup besar untuk dimakan.

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,

Yesus menggunakan metafora ini untuk menggambarkan penghakiman akhir zaman ketika yang baik akan dipisahkan dari yang buruk.

Sama seperti perumpamaan tentang gandum dan lalang yang menggambarkan pemisahan akhir zaman (13:24–30, 36–43).

Ketika Yesus mendirikan kerajaan-Nya, Dia akan mengutus para malaikat-Nya untuk memulai penghakiman dengan memisahkan yang jahat dari yang saleh.

Perlu dicatat bahwa dalam Mat 13:49 Yesus mengulangi peringatan yang sama di perumpamaan tentang ilalang (Mat 13:38-41).

secara khusus mengulangi tujuh kata Yunani pertama dalam Mat 13:40 “demikian juga pada akhir zaman.” Ini adalah bahasa Yunani yang identik di ayat 40 dan 49.

Baca Juga:

Arti dan Makna Perumpamaan tentang Mutiara

Arti dan Makna Perumpamaan tentang Ragi

Arti Perumpamaan Lalang diantara Gandum

Sesuatu yang diulang-ulang, menyatakan itu penting, terutama jika pengulangan itu oleh Yesus.

Peringatan yang berulang ini bukan untuk “menakut-nakuti” orang ke Surga, tetapi supaya mereka melihat Yesus sebagai Allah yang memiliki otoritas di Akhir Zaman.

Jadi, kita manusia ini akan seperti ikan yang terperangkap dalam jaring, bersiap untuk pemisahan terakhir.

Selama era gereja, Tuhan mengizinkan ketidakpercayaan dan ketidakbenaran. Tetapi waktunya akan tiba ketika toleransi-Nya akan berakhir dan penghakiman-Nya dimulai.

Tahap pertama penghakiman adalah pemisahan orang fasik dari antara orang benar, lalang dari antara gandum.

Jaring penghakiman Allah bergerak secara diam-diam melalui lautan umat manusia dan menarik semua orang ke pantai kekekalan untuk pemisahan terakhir menuju tujuan akhir mereka.

Orang-orang percaya menuju kehidupan kekal dan orang-orang yang tidak percaya menuju kebinasaan kekal.

Jaring penghakiman Allah akan merambah setiap manusia sama seperti jala yang merambah ikan. Tidak akan ada yang lolos.

Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

“Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” Yohanes 5:29.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan