Arti dan Makna Kunci Kerajaan Sorga Diberikan Kepada Petrus

Baca Matius 16:17-20

“Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.” Matius 16:17-20.

Pengakuan yang benar dapat ganjaran berkat. Yesus menyebut Simon berbahagia. Kenapa? Dia telah menerima wawasan ini melalui wahyu ilahi dan bukan melalui pengaruh manusia.

Allah Bapa menyingkap tabir tentang identitas Yesus yang sebenarnya, menyingkapkan secara terbuka apa yang selama ini tersembunyi.

Allah mengungkapkan apa yang selama ini tidak dikenal para murid mengenai Mesias.

Lalu Yesus mengatakan, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Petrus nama tambahan untuk Simon. Petrus dari kata Petros artinya batu kecil atau kerikil.

Yesus berkata, “Kamu adalah Petrus—Petros.” Kamu adalah sebuah batu kecil—kerikil kecil—sama seperti batu-batu kecil atau kerikil di sungai.

Batu kerikil ini menyembur keluar dari dasar tebing batu, yang menutupi kota Kaisarea Filipi.

Kalimat Yesus tidak berhenti di petrus atau batu kecil. Dia kembali melanjutkan diatas Batu karang ini..

Batu karang dalam bahasa Yunani adalah Petra. Artinya batu tebing yang besar, seperti yang menaungi Kaisarea Filipi. Disini Petra itu adalah Yesus.

Yesus akan mendirikan gereja diatas petra – batu karang Yesus.

Tidak mungkin gereja dibangun diatas Petrus – batu kecil. Itu fondasi yang sangat mengerikan. kita tidak membangun sebuah bangunan di atas fondasi dari batu-batu kecil.

Tetapi sebuah rumah dapat dibangun di atas batu karang yang kokoh, besar, dan besar, karena itu akan menjadi fondasi yang kokoh.

Jadi Yesus mengatakan kepada mereka bahwa gereja akan dibangun diatas dasar Yesus sebagai fondasinya.

Dengan kata lain: “Petrus, kamu adalah seorang petros, sebuah batu kecil seperti yang ada di sungai yang pecah dari tebing ini. Tapi di atas petra, dari mana kamu dipecahkan, Aku akan membangun Gereja-Ku.”

Jadi, Petrus sebagai batu kecil datang dari Yesus sebagai batu karang yang besar. Maka disini sangat nyata perbedaan petrus dan Yesus. petros – petra.

Gereja yang didirikan Yesus tidak akan dikuasai oleh alam maut, artinya kekuatan si jahat tidak akan dapat menghentikan gereja.

Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus Kristus mengalahkan kematian, dan dengan demikian memberikan kemenangan atas kematian kepada siapa pun yang telah membangun masa depan mereka di atas Batu Karang.

Darah para martir, pada kenyataannya, telah mempercepat pertumbuhan gereja dalam ukuran dan kekuatan spiritual.

Dengan demikian Yesus mengatakan kepada para murid bahwa kematian-Nya tidak akan menghalangi pekerjaan-Nya membangun gereja.

“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Yesus memberikan kunci kerajaan sorga dalam arti Petrus diberi hak istimewa untuk membuka jalan bagi banyak orang masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Baca Juga

Pertanyaan Penting Sepanjang Masa di Matius 16:13-16

Arti Tanda Nabi Yunus di Matius 16:4

Dalam Kisah Para Rasul 2 dan 3 khotbahnya menghasilkan ribuan petobat baru.

Selanjutnya di Kisah Para Rasul 10 dia membagikan Injil kepada Kornelius seorang bukan Yahudi dan memperkenalkan baptisan dan karunia Roh Kudus.

Kepada kita pun Tuhan memberikan kunci kerajaan sorga, yaitu membawa orang-orang masuk kedalam kerajaan Allah. Karena itu gunakan kunci tersebut.

Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Istilah mengikat dan melepas, oleh para rabi untuk menunjukkan jenis perilaku tertentu yang dilarang (“terikat”) atau diizinkan (“dilepaskan”)

Yesus menggunakan dua kata ini ketika dia menjelaskan kepada Petrus apa yang tercakup dalam penggunaan “kunci”

Jadi, arti mengikat dan melepas adalah bahwa gereja di bumi hanya akan menuntut apa yang diminta surga dan hanya akan melarang apa yang dilarang surga. (lihat Mat. 7:21–27; Markus 7:6–13).

Ketika para rasul pergi untuk memberitakan Injil, sesuai dengan amanat yang dipercayakan kepada mereka (lihat Mat. 28:19, 20), mereka harus mengajar orang-orang yang bertobat “untuk melakukan segala sesuatu” yang diperintahkan Kristus—tidak lebih dan tidak kurang.

Perluasan arti mengikat dan melepaskan adalah bahwa mereka memiliki otoritas untuk mendikte apa yang anggota gereja boleh percaya dan apa yang boleh mereka lakukan, dalam hal iman dan praktik..

Perwakilan Kristus di bumi memiliki hak dan tanggung jawab untuk “mengikat” apa yang telah “diikat di surga” dan “melepaskan” apa yang telah “dilepaskan di surga”, yaitu, untuk meminta atau melarang apa pun yang diungkapkan dengan jelas oleh Ilham.

Apa yang Yesus sampaikan kepada Petrus dan murid-murid juga untuk kita orang percaya. Karena itu marilah kita sebagai perwakilan Kristus dibumi ini menjadi pembuka jalan bagi orang lain untuk masuk kedalam kerajaan Surga.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *