Pastordepan Media Ministry
Beranda Studi Alkitab Arti dan Makna 7 Karunia Rohani di Roma 12:6-8

Arti dan Makna 7 Karunia Rohani di Roma 12:6-8

Karunia rohani adalah kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk melayani. Atau alat untuk melayani.

Itu seperti gergaji, palu, paku, ditangan seorang tukang kayu, dengan alat itu dia menghasilkan meja, kursi, bangku dll.

Itu seperi kuali, panci, pisau, kompor ditangan juru masak, dengan alat itu akan dihasilkan makanan yang lezat.

Maka karunia rohani adalah alat yang Tuhan berikan kepada orang percaya untuk melayani, menghasilkan orang-orang beriman dan gereja yang bertumbuh untuk Tuhan.

Karunia rohani tujuannya adalah untuk membangun tubuh Kristus atau gereja. Fungsi karunia rohani adalah untuk membuat pelayanan orang percaya efektif.

Untuk itu mari kita cari tahu apa saja kesanggupan atau alat yang Tuhan berikan kepada orang percaya.

Mari kita baca dan pelajari Sebagian dari karunia rohani, yang tertulis di Roma 12:4-8.

4Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,

5demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

6Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.

7Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;

8jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Paulus menyebutkan secara langsung paling sedikit tujuh jenis karunia rohani yang diberikan kepada orang-orang percaya seperti, karunia bernubuat, melayani, mengajar, menasehati, memberi, memimpin, kemurahan.

Semua karunia tersebut memiliki nilai yang sama karena masing-masing memiliki peranan dalam membangun tubuh Kristus.

Ayat-ayat di atas menerangkan bagaimana orang-orang percaya dapat melayani dengan efektif melalui karunia-karunia tersebut.

Karunia-karunia rohani dalam ayat ini dibagi dua bagian, yaitu empat karunia rohani yang pertama adalah karunia bernubuat, melayani, mengajar, menasehati, berfungsi sebagai alat untuk kebangunan rohani dan jangkauan keluar.

Sementara tiga karunia rohani lainnya yaitu memberi, memimpin, kemurahan berfungsi sebagai alat merawat atau memelihara jemaat.

Karunia melayani, mengajar, menasehati dapat berkontribusi pada kebutuhan orang lain. Karunia memimpin dan menunjukkan belas kasihan, diperlukan untuk berkembangnya gereja.

Melalui berbagai jenis karunia rohani yang diberikan kepada masing-masing orang-orang percaya, telah menunjukkan bahwa pelayanan gereja tidak dapat dilakukan sendirian.

Sekarang mari kita jabarkan ke 7 karunia rohani yang dituliskan Paulus dalam Roma 12:6-8.

1. Karunia Bernubuat

“Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.”

Karunia bernubuat berasal dari bahasa Yunani prophēteia artinya karunia untuk mengkomunikasikan dan menguatkan kebenaran yang diungkapkan.

Dari kata Pro “Sebelum, Seterusnya” dan kata Phemi yang artinya “Membicarakan” dengan maksud membuat sesuatu diketahui atau mencerahkan pikiran seseorang.

Jadi maksud utama karunia bernubuat adalah memberitahukan. Orang yang memberitahukan atau memproklamasikan itu disebut sebagai nabi.

Nabi adalah juru bicara Tuhan. Di PL kita bisa melihat tulisan para nabi, baik nabi kecil maupun nabi besar, dari Musa hingga Maleakhi.

Mereka tidak selalu menyatakan tentang masa depan tetapi memproklamasikan Firman Tuhan, yang mana perhatiannya adalah masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.

Di PB prinsip nabi adalah mereka yang melayani gereja. Seorang nabi akan bernubuat, tetapi orang yang bernubuat belum tentu nabi.

Jadi karunia bernubuat yang dimaksudkan disini bukan dalam posisi mendapat jabatan nabi, tetapi karunia rohani.

Tujuan karunia bernubuat bukan untuk meramal masa depan, tetapi kesanggupan untuk menerima dan menyampaikan kebenaran Firman Tuhan.

Kemampuan untuk memproklamirkan Firman Tuhan dengan kuasa, secara terbuka kepada umum atau secara pribadi, sehingga orang-orang yang mendengarkan akan bertobat, terhibur, didorong, ditantang atau diteguhkan imannya.

Dengan demikian, karunia bernubuat utamanya diberikan untuk membangun dan memperkuat gereja. Dan ini salah satu kebutuhan terbesar gereja sekarang ini.

Itu sebabnya Paulus katakan di 1 Kor 14:2-3 “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.”

“Siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.”

2. Karunia Melayani

“Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani.” Disebut diakonia artinya melayani.

Karunia ini adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain tanpa pamrih melalui pelayanan yang praktis, misalnya dalam hal kebutuhan materi.

Orang-orang dengan karunia ini menyukai pekerjaan kasar dengan tangan mereka. Mereka bukanlah raja.

Mereka melakukannya bahkan tidak ingin menjadi raja. Mereka senang bekerja di belakang layar. Mereka adalah “pembuat raja.”

Bagi mereka yang memiliki karunia melayani tidak ada tugas kasar. Mengecat dinding, membuang sampah, membersihkan gereja, kolam baptisan, memasak, dan puluhan tugas lainya.

Mereka akan ditemukan larut malam memperbaiki hal-hal yang tampaknya sederhana. Mereka biasanya melakukannya dengan tulus dan sukacita.

Tanpa karunia melayani ini gereja akan lumpuh.

3. Karunia Mengajar

Didaskalos artinya mengajar. Kesanggupan supernatural untuk menerangkan dengan jelas dan menerapkan kebenaran Firman Tuhan secara efektif.

Karunia mengajar melibatkan belajar dan bagaimana memahami pengetahuan. Membantu orang lain untuk memahami.

Seseorang dengan karunia mengajar bisa dikenali dari dua karakteristik yang berbeda, yaitu dia memiliki minat yang besar untuk belajar Alkitab secara pribadi..

Dan kesanggupannya untuk mengkomunikasikan dengan jelas kebenaran Firman dan penerapannya, sehingga orang lain dapat belajar dan mendapat berkat.

Karunia mengajar ini sangat diperlukan dalam pertumbuhan gereja. Mereka yang memiliki karunia ini harus menggunakan karunia ini dengan baik, supaya orang-orang dapat dituntun kepada kebenaran.

Gereja memerlukan karunia ini untuk pengajaran yang sehat demi memelihara kesehatan rohani jemaat.

4. Karunia Menasehati

Parakalaeo artinya menghibur, memohon, menasehati. Intinya adalah memberikan dorongan.

Karunia ini adalah kesanggupan untuk membantu, menguatkan orang yang lemah, meyakinkan mereka yang goyah, menopang mereka yang sedang bergumul, menghibur mereka yang bermasalah, dan memberikan dorongan kepada mereka yang patah semangat.

Orang yang memiliki karunia menasehati akan sering menjadi konselor terbaik, alasannya karena mereka akan bersedia menghabiskan waktu dengan orang dan memberi mereka langkah praktis untuk memecahkan masalah-masalah mereka.

Pemilik karunia ini mampu menasehat dan membantu korban untuk melihat bahwa dia dapat mengatasinya.

5. Karunia Memberi

Metadidomi artinya “menyerahkan,” dan “berbagi.” kesanggupan khusus dari Tuhan untuk memberikan materi mereka untuk pekerjaan Tuhan dengan bebas dan sukacita.

“Setiap orang memberikan persepuluhan, tetapi orang yang memiliki karunia memberi akan memberikan lebih dari pada itu.”

Mereka memberikan tanpa gembar-gembor dan tidak memerlukan pengakuan umum. Biasanya mereka tidak ingin diketahui orang siapa mereka dan berapa banyak yang mereka telah berikan.

Mereka yang punya karunia memberi, karunianya akan memperlengkapi kebutuhan orang lain secara fisik atau meteri dengan kemurahan hati dan tampa pamrih.

6. Karunia Memimpin

Proistamenos. artinya ‘Dia yang ditempatkan didepan.’ kesanggupan untuk mengatur dan mengelola secara efisien dan secara rohani.

Tidak hanya proyek tersebut mencapai hasil yang memuaskan tetapi juga dilakukan secara harmonis dan dengan berkat yang nyata.

Dalam PB karunia ini banyak ditujukan kepada para penatua. Karunia memimpin ini mencakup dalam menetapkan tujuan untuk masa depan dengan mendorong orang-orang untuk terlibat dalam melaksanakan rencana tersebut.

Mereka menjadi pemimpin yang melayani. Tidak ada gereja yang bisa berjalan tanpa pemimpin.

Mereka yang mempunyai karunia ini akan menjadi pemimpin rohani yang kuat karena mereka memiliki reputasi yang baik di dalam maupun di luar jemaat.

Tugas mereka adalah memimpin jemaat menuju pengalaman Kristen yang lebih dalam dan penuh.

Karunia memimpin adalah karunia yang bertanggung jawab terhadap pendewasaan gereja seperti yang telah disebutkan dalam Efesus 4:11-15.

Oleh sebab itu karunia ini sangat penting karena berkaitan dengan pertumbuhan iman orang-orang percaya.

“Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar” (1 Timotius 5:7)

Baca Juga:

Berapa Nilai Karunia Rohani dan Talenta?

5 Latihan Membentuk Kerohanian Tetap Bugar dan Kuat

Sekolah Rohani Padang Gurun Bammidbar

7. Karunia Kemurahan

Ellco. Artinya adalah kemurahan. Kata ini juga mengandung arti kasihan, simpati, menunjukkan kebaikan hati.

Ini adalah kesanggupan untuk menunjukkan tindakan kemurahan hati. Mereka yang diberikan karunia ini akan melakukan kebaikan dalam nama Yesus untuk kemuliaan bapa Sorgawi.

Orang dengan karunia ini adalah penghibur yang masuk ke dalam kesedihan atau kebahagiaan orang lain, memiliki kemampuan untuk menunjukkan empati.

Empati menempatkan diri pada orang lain. Empati mengalami secara emosional apa yang dialami korban.

Mereka melayani yang sakit, yang miskin, yang terbelakang, para tahanan, orang buta, orang tua, orang sederhana, dll.

Mereka bersedia berurusan dengan orang-orang, dan melayani orang-orang yang paling membutuhkan.

Secara umum kita semua harus memiliki hati yang lemah lembut dan berbelas kasihan kepada mereka yang membutuhkan disekitar kita.

Orang-orang yang memiliki karunia ini akan mencoba untuk mengungkapkan kasih Tuhan secara praktis kepada orang yang membutuhkan dengan membantu meringankan masalah-masalah sosial sebagai bagian dari tanggung jawab gereja kepada masyarakat.

Salah satu contoh dalam Alkitab adalah Dorkas dalam Kisah 9:36.

Ciri-ciri orang yang yang memiliki karunia kemurahan ini adalah air mata mereka mengalir dengan mudah saat mendengar atau melihat hal-hal yang membuat sedih.

Selain itu mereka sangat sensitive terhadap orang yang terluka. Ketika mereka melihat orang yang tak berdaya, yang tersakiti, pikiran pertama yang terlintas adalah bagaimana saya bisa membantu mereka?

Jadi, itulah pengertian 7 karunia rohani di Roma 12:4-8. Saya yakin semua kita mempunyai karunia rohani minimal satu. Mari kita pergunakan dengan baik.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan