Arti Ayat Terikat di dunia akan Terikat di Sorga

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:18-20

Masih kelanjutan dari menegor saudara yang berdosa.

Tentang ayat 18 mengenai apa yang diikat di dunia akan terikat di Sorga dan apa yang dilepas di dunia akan terlepas di sorga. Ayat ini sama dengan yang terdapat di Matius 16:18.

Mengenai terikat di sorga dan di dunia, Para rabi Israel kadang berbicara tentang suatu prinsip atau tindakan sebagai sesuatu yang mengikat di surga atau dilepaskan di surga..

Hal ini bermaksud untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu dilarang atau diizinkan berdasarkan Firman Allah yang diwahyukan.

Ini artinya penerimaan otoritas atau persetujuan sorga.

Maka ketika gereja melaksanakan tegoran atau disiplin sesuai dengan pola Matius 18:15-17, ia dapat memiliki keyakinan sempurna bahwa ia bertindak dalam otoritas dan kuasa surga, seperti yang dijanjikan dalam ayat 18-20.

Tetapi bila tegoran itu tidak sesuai dengan cara yang diungkapkan Yesus, maka mereka telah melepaskan otoritas Yesus dan menggunakan otoritas pribadi.

Tuhan tidak memberikan perintah tanpa memberikan kuasa dan wewenang yang diperlukan untuk menaatinya.

Dalam instruksi Yesus mengenai tegoran atau disiplin gereja, kita belajar bahwa, ketika umat Tuhan dengan tulus berusaha menyucikan gereja-Nya dengan cara-Nya, mereka memiliki kuasa, persetujuan, dan wewenang baik dari Bapa maupun Anak.

Yesus pertama-tama meyakinkan umat-Nya bahwa Bapa bertindak bersama mereka ketika mereka bekerja untuk menyucikan gereja..

Ketika gereja bertindak atas nama Tuhan dan sesuai dengan Firman-Nya dalam hal-hal yang berhubungan dengan dosa, Dia bertindak atas nama mereka dengan meneguhkan dan memberdayakan keputusan dan tindakan mereka yang setia.

Yesus ingin menenkankan bahwa Allah berkenan ketika mereka bekerja untuk menyucikan gereja.

Jemaat berwenang untuk menentukan apakah seorang murid yang berdosa, yang tidak bertobat tetap berada dalam persekutuan atau dikecualikan.

Maka ayat 18 merupakan konsekuensi dari proses di ayat 15-17. Empat mata, bawa saksi, disampaikan kepada jemaat..

Konsesuensinya sangat serius, karena mempengaruhi nasib kekal pihak yang melakukan pelanggaran dosa.

Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Kalimat dua orang dari padamu, ini mengacu pada dua saksi dari ayat 16. Sepakat meminta apa pun juga, dalam hal ini mengacu pada meminta atau mencari kesucian gereja..

Permintaan mereka akan dikabulkan Bapa yang di Sorga.

Kata sepakat atau Setuju berasal dari sumphoneo yang secara harafiah berarti bersama dan dari kata ini kata simfoni berasal.

Maksudnya, jika dua pengikut Yesus sepakat satu sama lain bahwa orang percaya yang berdosa telah bertobat atau pun menolak untuk bertobat, mereka dapat yakin bahwa mereka juga setuju dengan Bapa yang di surga.

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.

Mungkin ayat ini sering digunakan dengan pengertian yang salah. Konteks ayat ini bukan tentang doa dan ibadah. Kita memang sering mengutip ayat ini untuk perkumpulan kecil.

Tetapi konteks itu tidak tepat. Karena konteks ayat ini berbicara tentang menegor atau disiplin terhadap orang percaya yang berdosa.

Dua tiga orang yang berkumpul dalam ayat ini mengacu kepada dua atau tiga orang, yang menjadi saksi dalam proses tegoran atau pendisiplinan.

Ayat sebelumnya berkata mengenai dua orang yang sepakat meminta, aatau melakukan apa pun atas nama Tuhan..

Disini kalimatnya bukanlah mengucapkan nama-Nya melainkan meminta dan bekerja sesuai dengan kehendak dan karakter ilahi-Nya.

Oleh karena itu, para saksi yang berkumpul dalam nama Yesus, dimaksudkan agar mereka dengan setia melakukan pekerjaan mereka untuk memverifikasi pertobatan saudara yang berdosa atas nama Tuhan.

Ketika gereja berkumpul dalam nama Tuhan dan untuk tujuan dan kemuliaan-Nya, ia terlibat dalam pelayanan penyucian diri di bawah kuasa dan otoritas-Nya..

Karena itu membaca Matius 18:15-20 jangan dipisah-pisah. Harus dibaca sebagai satu kesatuan, baik dalam konteks dan cerita.

Itu dimulai Ketika Yesus berbicara tentang murid-murid-Nya sebagai anak-anak yang rendah hati (18:5), anak kecil (18:6), domba yang hilang (18:12–13), dan saudara yang berbuat dosa ( ayat 15, 21, 35).

Dia telah menekankan pentingnya perawatan yang baik terhadap anak-anak kecil ini (18:6-14). Ia selanjutnya menekankan perlunya pengampunan (18:21-35).

Bahkan Ketika anak-anak kecil atau orang percaya ini jatuh dalam dosa, mereka harus dikembalikan. Dipulihkan. Bahkan proses tegoran atau disiplin memberikan tiga kesempatan untuk bertobat.

Mereka yang terlibat di dalamnya harus memandang dirinya sebagai agen Bapa, yang mencari anak/domba kecil yang tersesat.

Tujuannya adalah rekonsiliasi dan mengembalikan kepada persekutuan, bukan memisahkan dari persekutuan.

Kita telah membahas ini cukup panjang hingga pagi ini. Dengan demikian kita semakin memahami arti dan tujuan tegoran kepada saudara kita yang berdosa..

Poinnya, milikilah hati bapa, kasih, kelembutan, kerendahan hati, dan kerinduan untuk menyelamatkan yang hilang.

Ingat kembali, setiap ada saudara kita yang berbuat dosa, lakukan semua proses untuk memulihkannya.

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *