
Pernahkah Anda berdoa dengan sungguh-sungguh, tetapi setelah selesai berdoa, masalah yang dihadapi masih sama?
Kita berdoa meminta pertolongan dengan mencurahkan isi hati. Bahkan dalam doa itu kita menangis.
Tetapi hari berganti, keadaan tidak berubah, dan jawaban yang kita tunggu belum datang juga.
Akhirnya, muncul pertanyaan yang sulit diucapkan: Apakah Tuhan benar-benar mendengarkan saya?
Pertanyaan seperti ini tidak hanya diajukan oleh orang yang baru mengenal Tuhan. Orang yang sudah lama berdoa pun bisa mengalaminya.
Kita mungkin melihat orang lain bersaksi tentang doa yang dijawab dengan luar biasa. Sementara itu, kita masih menunggu.
Kita ikut bersukacita untuk mereka, tetapi diam-diam bertanya, “Bagaimana dengan saya?”
Menariknya, Alkitab tidak menceritakan pengalaman orang-orang yang bergumul dalam menanti jawaban doa mereka.
Daud, misalnya, pernah berseru kepada Tuhan karena merasa seolah-olah dirinya dilupakan. Ia tidak berpura-pura baik-baik saja. Ia membawa kebingungannya langsung kepada Tuhan.
Dia berkata, “Sebab TUHAN telah mendengar suara tangisku.”— Mazmur 6:9
Perhatikan, Daud tidak menulis bahwa ia tidak pernah menangis. Ia juga tidak mengatakan bahwa orang yang percaya kepada Tuhan selalu mendapatkan jawaban dengan cepat.
Di sini kita belajar bahwa: berdoa bukan berarti kita tidak boleh merasa kecewa, takut, atau bingung.
Kita boleh jujur kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, saya lelah.” Kita juga boleh bertanya, “Mengapa ini terjadi?”
Kita bahkan boleh mengakui, “Saya tidak mengerti apa yang sedang Engkau lakukan.”
Doa bukan pertunjukan kata-kata indah. Doa adalah datang kepada Tuhan dengan hati yang sebenarnya.
Lalu, apakah itu berarti setiap doa akan dijawab sesuai keinginan kita? Tentu saja tidak.
Kita tidak bisa menjanjikan bahwa setiap penyakit akan langsung sembuh, setiap masalah akan segera selesai, atau setiap permintaan akan diberikan persis seperti yang kita harapkan.
Ada kalanya kita harus menunggu. Ada kalanya jawaban yang kita harapkan tidak datang. Dan ada kalanya kita belum memahami apa yang sedang terjadi.
Tetapi dalam Injil, Yesus mengundang manusia untuk datang kepada-Nya. Ia tidak mengajarkan bahwa kita hanya boleh berdoa ketika hidup sedang baik-baik saja.
Justru ketika pergumulan kita berat, saat itulah waktu yang tepat kita datang.
Mungkin hari ini Anda sedang bergumul dengan masalah keuangan, kesehatan, pekerjaan, atau masa depan anak-anak Anda.
Mungkin ada sesuatu yang tidak sanggup Anda ceritakan kepada orang lain.
Mulailah berdoa. Katakana dengan jujur situasi Anda.
Katakan kepada Tuhan apa yang sedang Anda rasakan. Ceritakan apa yang Anda takutkan. Mintalah pertolongan dan kekuatan untuk menjalani hari ini.
Dan ketika jawaban belum datang, jangan langsung menyimpulkan bahwa Anda tidak berarti bagi-Nya.
Kita mungkin belum memahami jawaban Tuhan. Kita mungkin masih harus melewati masa yang sulit. Tetapi kita tidak harus menyembunyikan pergumulan kita dari-Nya.
Kadang doa tidak langsung mengubah keadaan di sekitar kita. Namun kita harus tetap datang kepada Tuhan dan memohon kekuatan untuk keadaan kita.
Masih Ada Harapan


