Apakah Resolusi Tahun Baru Anda?

Apa yang baru di tahun baru?

Tahun baru disambut dengan meriah dan penuh sukacita bagi hampir semua penduduk bumi ini. Dimana-mana jalan penuh sesak dengan orang-orang yang hingar-bingar merayakan pergantian tahun. Kemeriahan tahun baru sangat terasa mulai dari pelosok desa sampai di perkotaan.

Dari bunyi letusan petasan, hingga hingar-bingar konser-konser music mewarnai kemeriahan pergantian tahun yang senantiasa dirayakan setiap tahun. Pesta-pesta kegembiraan memenuhi hati setiap orang, yang dirayakan mulai dirumah-rumah sampai kerumunan kelompok besar orang dengan cara dan gaya masing-masing.

Kemeriahan tahun baru tidak hanya milik orang-orang tertentu. Pusat perbelanjaan, mall-mall, toko-toko, supermarket, hotel-hotel, tempat-tempat wisata dll, ikut larut dalam kemeriahan tahun baru, dengan memanjakan para pelanggannya dengan diskon dan hadiah-hadiah yang menarik. Tahun baru senantiasa membawa keceriaan bagi banyak orang.

Tahun penyesalan

Selain hari kegembiraan, tahun baru juga menjadi tahun kesedihan bagi sebagian orang. Ada yang merenungi nasib dengan kesedihan karena tidak berhasil mencapai impiannya. Ada yang merenung karena gagal meraih target yang dibuat diawal tahun. Target menikah tidak tercapai, target turunkan berat badan tidak barhasil, target beli mobil tidak berhasil, dll.

Bagi mereka tahun ini tahun yang buruk dan sial, tahun yang penuh kesulitan dan kesusahan.

Sebagian yang lain menjadikan tahun baru sebagai tahun evaluasi. Mereka mencoba mengevaluasi kekurangan dan kelebihan diri mereka sepanjang tahun. Sebagian merasa puas karena hasilnya bagus, yang lain merasa menyesal karena hasilnya tidak sesuai harapan.

Sungguh tahun baru menjadi tahun penyesalan sekaligus tahun gembira bagi sebagian orang. Kalau sudah begitu datangnya tahun baru akan selalu menimbulkan susah dan senang, susah bagi mereka yang tidak mencapai impiannya, senang bagi mereka yang impiannya tercapai.

Sekalipun tahun baru sering bahkan bisa dijadikan tolok ukur untuk mengukur berhasil atau tidak, maju atau mundurnya kehidupan, namun kita tidak boleh terlalu berpatokan kepada tahun barunya. Sebab kemajuan atau kemunduran bisa selalu dilihat setiap waktu, dengan demikian evaluasi bisa dilakukan setiap saat dan antisipasi kegagalan bisa dilakukan tanpa menunggu akhir tahun.

Namun apa yang penting di tahun baru disamping hal diatas yaitu hidup yang selalu diperbaharui. Pembaharuan hidup yang benar tidak terjadi setiap awal tahun, tetapi setiap hari. Pembaharuan hati tidak tergantung datangnya tahun baru.

Memang benar, ditahun baru banyak orang mulai membuat kembali janji-janji dan resolusi untuk dicapai ditahun berikutnya, tetapi kebanyakan janji dan resolusi itu gagal dicapai karena tidak dibarengi dengan pembaharuan hati. Tahunnya sih baru, tetapi hati tidak ikut diperbaharui, itu sebabnya janji-janji dan resolusi hanya menjadi tinggal kenangan yang selalu disesali di akhir tahun.

Maka supaya resolusi dan janji tahun baru yang diikrarkan tidak menjadi penyesalan diakhir tahun, penting untuk memperbaharui hati.

Bagaimana caranya agar resolusi ditahun baru berhasil?

1. Jangan buru-buru membuat janji dan resolusi.

Ams 20:25 Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan “Kudus”, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.

2. Hidup dalam Kristus, menjadi ciptaan baru

2Kor 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

3. Kenakan Manusia baru dan Peroleh pengetuan yang benar tentang Tuhan

Kol 3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.

4. Jangan tawar hati

2Kor 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

5. Mau merendahkan hati dengan menurut Tuhan

Satu tahun lebih baik

Yeh 11:19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,

Pembaharuan hati bukan pekerjaan tahunan, tetapi setiap hari. Penyesalan hati juga bukan penyesalan tahunan, perbaikan janji dan resolusi bukan juga pekerjaan tahunan, tetapi setiap hari.

Kolose 3:10 mengatakan, menjadi manusia baru yang terus menerus diperbaharui. Artinya pembaharuan yang tidak berkesudahan.

Tahun boleh berganti terus menerus, usia boleh bertambah terus menerus, tetapi manusia batiniah harus dibaharui dari hari ke sehari, 2 Kor 4:16.

Jika kita memiliki kesadaran akan hal ini, maka tahun baru menjadi tahun yang menggembirakan, bukan karena pencapaian duniawi yang kita raih, tetapi karena satu tahun kita lebih baik dari tahun tahun sebelumnya.

Jadi apa yang baru di tahun baru?

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.