Apakah Maksudnya Tanda Nabi Yunus di Matius 16:4?

“Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.” Matius 16:4.

Tegas. Yesus menyebut Farisi dan Saduki yang meminta tanda darinya sebagai orang jahat dan tidak setia.

Yesus menggunakan frase angkatan yang jahat dan tidak setia ini untuk menggambarkan orang Farisi dalam Mat 12:39 dalam permintaan awal mereka akan sebuah tanda.

Yesus mengutip kata-kata dari Ulangan 32:5, 20.

“..mereka yang bukan lagi anak-anak-Nya, yang merupakan noda, suatu angkatan yang bengkok dan belat-belit.”

“..sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.”

Kata jahat yang disematkan Yesus kepada mereka menunjukkan karakter yang ganas, merusak dan menunjukkan kejahatan yang gigih, agresif, dan secara aktif menentang apa yang baik.

Efek dari karakter mereka itu buruk. Merugikan. Kata paneros yang digunakan dalam ayat ini juga menggambarkan setan..

Dewa zaman ini, yang merusak manusia dan menyeretnya ke dalam kehancuran. Ini menunjukkan seseorang yang tidak puas dengan merusak dirinya sendiri.

Mereka berusaha merusak orang lain dan menarik mereka ke dalam kehancuran yang sama!

Kata tidak setia, yang disematkan untuk mereka berkaitan dengan perzinahan. Mereka pelanggar hukum.

Yesus mengatakan mereka berzinah dengan kejahatan dan dosa dan konsekuensi dari ketidaksetiaan ini akan menimpa mereka.

Maka bagi orang yang aktif berbuat jahat dan perzinahan secara rohani, tidak akan ada tanda bagi mereka, karena secara rohani mereka gelap dan tidak dapat melihat tanda itu.

Para ahli Taurat dan orang Farisi mewakili bangsa Israel, yang telah menyimpang jauh dari Firman dan persekutuan dengan Allah.

Mereka telah terjerat dalam agama yang dangkal, membenarkan diri sendiri, dan fanatisme agama.

Orang-orang Yahudi yang tidak percaya tidak hanya berzina secara fisik dan mental tetapi juga secara rohani karena mereka telah melanggar hubungan perjanjian mereka yang unik dengan Allah.

Penyembahan berhala, amoralitas, tradisi yang tidak alkitabiah, dan kekerasan hati menandai mereka sebagai bangsa yang jahat.

Bila seorang Yahudi yang setia melayani Allah di bawah perjanjian yang diberikan kepada Musa akan menerima Putra-Nya ketika Dia datang..

Karena siapa pun yang memiliki hubungan yang benar dengan Bapa tidak akan gagal untuk mengakui Yesus, seperti Simeon dan Hana yang saleh (Lukas 2:25–38), Yohanes Pembaptis (Mat. 3:14), dan kedua belas murid, kecuali Yudas.

Karena mereka gagal mengenal Allah, maka mereka gagal juga mengenal Yesus. Karena itu tidak diperlukan tanda verifikasi tentang identitas-Nya.

Yesus mengatakan mereka hanya akan diberikan tanda. Tanda nabi Yunus.

Jadi mereka akan menerima “tanda” dan itu akan menjadi tanda terakhir-Nya bagi mereka, karena itu adalah tanda terbesar, yaitu kebangkitan-Nya dari antara orang mati..

Tanda yang harus dipercaya untuk memasuki Kerajaan Allah.

Baca Juga:

Penyebab Gagal Melihat Tanda Kemesiasan Yesus di Matius 16:1-4

Sedihnya tanda itu ditolak para pemimpin agama. Mereka menyuap tentara Romawi, menginstruksikan mereka untuk menyebarkan kebohongan tentang apa yang sebenarnya terjadi di makam.

Dengan menggunakan tanda Yunus, pikiran mereka dibawa kembali kepada pengalaman orang Niniwe, yang bertobat setelah Yunus memberitakan Injil kepada mereka.

Tanda bagi Niniwe adalah peringatan serius Yunus tentang penghakiman yang akan segera terjadi, dan seruannya untuk bertobat.

Ini adalah amaran juga untuk kita untuk melihat tanda Kristus. Supaya kita dapat melihat tanda dari Yesus dengan jelas, maka kita harus aktif berbuat baik.

Aktif dalam hubungan yang intim dengan Tuhan, sebagai lawan dari aktif berbuat jahat. Intinya ada dua hal yang perlu kita bina..

Pertama, hidup dalam kebenaran Tuhan dan kedua, setia kepada perjanjian kita dengan Tuhan. Mengabaikan kedua hal ini akan membuat mata rohani kita tidak dapt melihat tanda.

Dengan demikian tanda nabi Yunus adalah metafora tipologis untuk penyaliban, penguburan, dan kebangkitan-Nya di masa depan.

Ungkapan ini disampaikan Yesus ketika ditanya oleh orang Farisi tentang bukti ajaib bahwa Dia memang Mesias.

Orang-orang Farisi tetap tidak yakin dengan klaim Yesus tentang diri-Nya, meskipun Dia baru saja menyembuhkan orang yang kerasukan setan yang buta dan bisu.

Karena seperti Yunus tiga hari tiga malam di dalam perut ikan besar, demikian juga Anak Manusia akan berada tiga hari tiga malam di dalam perut bumi. (Matius 12:38–41).

Intinya, tanda bagi mereka adalah kebangkitan-Nya dari kematian. tetapi tetap saja mereka tidak terima. Ketika Yesus bangkit, mereka menyogok para prajurit untuk mengatakan mayat Yesus dicuri.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *