Pastordepan Media Ministry
Beranda Renungan Apakah itu Iman Memindahkan Gunung di Matius 21:20-21?

Apakah itu Iman Memindahkan Gunung di Matius 21:20-21?

“Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?”

Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.” Matius 21:20-21

Kutukan Yesus terbukti. Pohon itu menjadi kering. Para murid heran dibuatnya. “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?”

Sebab sebuah pohon yang sakit, membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mati..

Bahkan pohon yang diasinkan, baik secara tidak sengaja atau karena niat jahat, akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk mati.

Pohon ara yang dikutuk itu adalah ilustrasi untuk menggambarkan kerohanian mereka yang kering dan mati.

Disini Yesus mengajarkan prinsip bahwa walau pun seseorang bekerja dalam bidang keagamaan, tetapi kalau itu formalitas, tidak rohani, itu adalah kekejian bagi Tuhan dan terkutuk.

Prinsip ini juga berkaitan dengan keheranan para murid tentang betapa cepatnya pohon ara layu.

Mereka tahu mengapa pohon itu layu, karena mereka mendengar Yesus mengutuknya; mereka tidak mengerti bagaimana tanaman itu bisa layu sangat cepat.

Yesus mengambil kesempatan ini untuk mengajar mereka tentang kekuatan iman yang dipadukan dengan tujuan dan kehendak Allah, yang mana mereka dapat melakukan muzijat melebihi mengeringkan pohon ara..

Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi..”

Mujizat yang melebihi pohon ara adalah memindahkan gunung dan tercampak ke laut. Itu akan terjadi kalau percaya dan tidak bimbang..

Ungkapan “Berkata kepada gunung beranjaklah” adalah metafora yang umum digunakan dalam literatur Yahudi tentang seorang guru besar atau pemimpin spiritual.

Dalam Talmud Babilonia, misalnya, para rabi besar disebut “pencabut gunung.” Orang-orang seperti itu mampu memecahkan masalah-masalah besar dan melakukan hal-hal yang mustahil.

Itulah gagasan yang Yesus ingin tekankan..Dia ingin kita tahu bahwa kita memiliki kekuatan tak terbayangkan yang tersedia bagi kita melaluinya imanmu kepada-Nya.

Jika sungguh-sungguh percaya, tanpa ragu-ragu, maka itu akan terjadi terjadilah, dan kita akan melihat kuasa Tuhan yang besar sedang bekerja.

Pada Perjamuan Terakhir Yesus berkata kepada Kedua Belas muridnya,

“..dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Yohanes 14:13-14.

Syarat menerima adalah meminta dalam nama Yesus, yaitu sesuai dengan maksud dan kehendak-Nya..

Yesus berbicara tentang iman kepada Tuhan yang benar dan kepada Tuhan saja, bukan iman kepada impian, cita-cita, atau gagasan seseorang tentang apa yang menurutnya seharusnya terjadi.

Hal seperti itu bukan iman sejati. Yakobus mengatakan itu sia-sia..

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” Yakobus 4:3

Yohanes mengatakan, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” 1 Yoh 5:14.

Iman yang memindahkan gunung adalah keyakinan yang tidak mementingkan diri sendiri, tidak ragu-ragu, dan mencari kehendak Allah..

Hal ini berarti percaya pada kebenaran Tuhan dan kuasa Tuhan sambil berusaha melakukan kehendak Tuhan.

Iman yang memindahkan gunung diaktifkan oleh permohonan yang tulus kepada Tuhan.

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

Doa yang tekun adalah doa yang memindahkan gunung, karena itulah doa yang benar-benar beriman.

Orang beriman yang menginginkan apa yang dikehendaki Tuhan dapat meminta kepada Tuhan dan menerimanya.

Intinya di sini bukanlah besarnya iman para murid untuk melakukan hal-hal besar, melainkan kepercayaan mereka dalam melaksanakan kehendak Tuhan dalam kuasa Tuhan.

Jika Tuhan mengarahkan mereka untuk memindahkan gunung, Tuhan akan memberikan kekuatan agar hal itu terlaksana. Mereka harus patuh dan mengatakan ya pada kehendaknya..

Kita pun dapat memiliki iman yang memindahkan gunung, dengan syarat percaya kepada kuasa Allah, menyerah kepada kehendak-Nya dan semua untuk tujuan Tuhan..

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan