Apakah Boleh Mengkritik? Ketahui 3 Cara Menyampaikan Kritik yang Alkitabiah

“Kritikus adalah teman kita, mereka menunjukkan kesalahan kita” – Benjamin Franklin

Apakah orang Kristen boleh mengkritik? Beberapa orang mengatakan orang Kristen tidak boleh mengkritik.

Sebenarnya tidak ada larangan mengkritik. Bukan apakah orang Kristen boleh mengkritik, yang menjadi persoalan. Bagaimana cara menyampaikan kritik. Itu yang perlu dicermati.

Namun sebelum kita salah memahami soal kritik, perlu kita dalami dulu apa itu kritik.

Dalam dunia politik sudah lazim kritik dan mengkritik kita lihat. Bahkan dibalik kritikan sering dilandasi karena kebencian atau ketidaksukaan.

Karena motif yang buruk, maka semua hal positif pun menjadi sasaran kritikan. Tidak ada yang baik dimata sang kritikus tersebut, kecuali dirinya.

Apakah itu kritik?

Mari kita lihat dulu istilah kritik. Kata “kritik” berasal dari istilah Yunani kuno “Krites” artinya “hakim.”

Kemungkinan jenis kritik pertama terjadi dalam dunia seni yaitu dalam proses penciptaan puisi itu sendiri.

Dalam menyusun puisinya, seorang penyair akan memiliki krites, artinya membuat “penilaian” tertentu tentang tema dan teknik yang akan digunakan dalam syairnya..

Tentang apa yang kemungkinan besar akan disetujui oleh audiensnya, dan tentang hubungannya sendiri dengan pendahulunya dalam tradisi lisan atau sastra.1

Oleh karena itu, tindakan kreatif itu sendiri juga merupakan tindakan kritis, yang melibatkan tidak hanya inspirasi tetapi semacam penilaian diri, refleksi, dan penilaian.2

Beberapa kamus memberikan defenisi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.3

Menurut kamus Cambridge, kritik adalah seseorang yang mengatakan bahwa mereka tidak menyetujui seseorang atau sesuatu.4

Arti lainya, seseorang yang tugasnya memberikan pendapat tentang sesuatu, terutama film, buku, musik, dll.5

Seseorang yang menyatakan ketidaksetujuan dengan sesuatu atau ketidaksetujuan seseorang.6

Menurut Webster, Kritik adalah orang yang sering terlibat secara profesional dalam analisis, evaluasi, atau apresiasi karya seni atau pertunjukan artistic.7

Misalnya, seorang kritikus sastra, kritikus film, kritikus teater.

Lebih lanjut, Kritis adalah orang yang mengungkapkan pendapat yang masuk akal tentang masalah apa pun terutama yang melibatkan penilaian nilai, benar, kebenaran, keindahan, atau tekniknya.8

Contoh: Kritik terhadap undang-undang baru mengatakan bahwa itu tidak akan mengurangi kejahatan.

Kritik adalah proses analisis dan evaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.9

Jadi poinya, kritik merupakan tanggapan, pendapat, tentang sesuatu, analisis, evaluasi terhadap sesuatu.

Anda bisa tambahkan lagi arti kritik untuk lebih jelas.

Etika kritik

Namun ada hal yang lebih penting lagi dari sekedar mengetahui arti kritik, yaitu mengetahui apa yang dikritik.

Bob Dylan dalam lagu puitisnya yang tak lekang oleh waktu, The Times They Are a-Changin berkata,” Jangan mengkritik apa yang tidak bisa Anda pahami,”

Dengan demikian, pada saat mengkritik kita harus memahami topik yang sedang kita kritik. Tidak sekedar melontarkan kritik tanpa menguasai apa yang sedang dikritik.

Bila tidak menguasai, maka yang terbaik adalah bertanya dan mempertajam pemahaman.

Selain pemahaman, dalam kritik juga perlu ada etika, tatakrama, kesopanan, dan belas kasihan. Kemudian tidak menyerang pribadinya atau fisiknya.

Yang perlu dikritik itu adalah gagasannya, pemikirannya, bukan orangnya sebagai manusia. Mereka harus diperlakukan dengan sopan dan hormat.

Mengkritik karena benci kepada pribadi orangnya membuat kritikan itu tidak objektif. Cara itu akan melahirkan permusuhan dan pertikaian.

Sementara orang yang menerima kritik, juga harus dengan rela hati menerima kritikan dan masukan. Rendah hati adalah kuncinya.

Dua jenis kritikan

1. Kritik Membangun (konstruktif)

Kritik ini adalah memberikan komentar dan saran yang berguna dan berkontribusi pada hasil positif.10

Kritik yang membangun bersifat jelas, langsung, jujur, dan mudah dilaksanakan. Ini memberikan contoh spesifik dan saran yang dapat ditindaklanjuti untuk perubahan positif.

Jenis umpan balik ini juga menyoroti cara penerima dapat membuat perbaikan positif dalam perilaku mereka untuk meminimalkan masalah di masa depan.11

2. Kritik Merusak (Destruktif)

Kritik destruktif, di sisi lain, hanya berfokus pada masalah. Umpan balik semacam ini tidak memberikan dorongan, bantuan, atau dukungan untuk perbaikan. Terlepas dari niat pengkritik, itu sering menurunkan moral dan mengurangi kepercayaan diri.12

Mereka yang mengkritik secara negatif, tidak memberikan solusi dan tidak peduli dengan apa yang akan terjadi. Kalaupun ada solusi, itu bukan solusi yang positif.

Manfaat Kritik Membangun

Tidak seperti kritik dekonstruktif atau negatif, kritik konstruktif membangun kepercayaan dan memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk tumbuh.

Dua elemen kunci keberhasilan kritik konstruktif adalah konteks dan saran yang dapat ditindaklanjuti.

Umpan balik semacam ini memberi konteks penerima di sekitar area yang perlu ditingkatkan, yang sangat penting untuk memahami mengapa umpan balik ditawarkan.

Alkitab dan Kritik

Sekarang kita dapat melihat bahwa kritik itu tidak salah. Justru baik. Tentu saja dengan kritik yang membangun. Karena itu bermanfaat.

Dalam konteks Alkitab dan orang Kristen, Alkitab banyak mencatat tentang kritik. Salomo raja bijaksana itu menuliskan, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”

Di ayat ini ada unsur kritik yang membangun kepada seorang sahabat. Tujuannya untuk kebaikan.

Dalam Injil, Yesus dicatat sebagai kritikus sejati kepada kemunafikan orang Farisi, dan Dia menyatakan komentar yang tajam kepada mereka diberbagai kesempatan.

Misalnya dalam Matius 23:3-7:

“Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

“Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.”

Kemudian mulai dari ayat 13-39, Yesus melontarkan kritik pedas kepada mereka. kritikan itu untuk membangunkan mereka dari cara pikir yang salah.

Kritik Yesus selalu benar dan penuh kasih. Karena Tuhan mengasihi manusia dan menginginkan yang terbaik bagi mereka, Dia menunjukkan kesalahan, kekurangan, dan dosa. Alkitab memberikan beberapa contoh kritik:

Beberapa contoh kritik sbb:

“Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.” Kisah 7:51

“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” Wahyu 3:15-16.

Ketika Yesus mengkritik keadaan rohani laodekia yang suam-suam kuku, Dia memberikan solusi supaya mereka bebas dari kerohanian suam-suam kuku.

Kritik berdasarkan Kebenaran

Kritik yang didasarkan pada rumor atau gossip tidak akan bermanfaat. Kritik yang tidak didasarkan pada kebenaran akan mempermalukan si pengkritik ketika kebenaran diungkapkan (lihat Amsal 18:13).

Seperti orang-orang Farisi yang merasa benar sendiri mengkritik Yesus berdasarkan standar kesalahan mereka sendiri; kebenaran tidak berpihak pada mereka.

Kritik kita akan tepat bila hal itu juga dikritik oleh Alkitab. Karena 2 Timotius 3:16 mengatakan, “ menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Dengan kata lain, Firman Tuhan yang diilhami menuntun kita untuk menganalisis situasi sehari-hari secara kritis.

Maka sebagai orang Kristen, kritik kita harus berdasarkan Alkitab.

Berhati-hatilah terhadap Roh Kritis

Orang yang mengkritik diperkukan. Tetapi orang dengan roh kritis, biasanya akan sangat mengganggu.

Ada perbedaan antara orang yang mengkritik untuk membantu supaya berkembang dan orang yang memilik roh kritis.

Roh kritis tidak pernah merasa puas. Selalu tidak berkenaan apapun dihatinya. Roh kritis selalu menduga dan menemukan ketidakpuasan dimana pun dia berada.

Roh kritis sukan menghakimi dengan arogan, mudah terpancing, selalu menghitung setiap kesalahan, dan tidak pernah membawa harapan untuk disenangkan.

Sikap seperti itu merusak yang dikritik dan juga yang mengkritik.

Kritik alkitabiah bermanfaat, penuh kasih, dan berdasarkan kebenaran. Koreksi adalah bersikap lembut.

Itu datang dari kasih, bukan dari kepribadian yang masam. Galatia 5:22-23 mengatakan Buah Roh menghasilkan, “ Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”

Jika kritik tidak dapat diungkapkan sesuai dengan buah Roh, lebih baik tidak diucapkan. Berdiam diri lebih baik, dari pada jatuh dalam dosa.

Bagaimana cara menyampaikan kritik yang benar?

1. Sampaikan dengan lemah lembut

“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Amsal 15:1

“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.” Amsal 16:24

“Apabila ia berbicara, kata-katanya bijaksana dan lemah lembut.” Amsal 31:26

Kritik yang disampaikan dengan lemah lembu, bijaksana, akan lebih diterima dari pada kritik yang kasar.

Lemah lembut dalam hal ini adalah dengan rendah hati dan penuh kasih. Karena tidak ada tendesi untuk menjatuhkan, apalagi mempermalukan.

2. Sampaikan dengan perkataan yang baik.

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Efesus 4:29.

Kritikan yang disampaikan dengan sopan, ramah, tidak menggertak, bahasa yang baik, itu membangun.

Ingat, kritik itu harus disampaikan dengan adab bukan biadab apalagi sampai barbar. Maka sebelum mengkritik, berdoa lebih dahulu supaya hikmat dan kesabaran menyertai kita.

3. Sampaikan dengan terus terang

“Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” Amsal 27: 5.

Seorang yang mengkritik dengan tujuan yang benar, menegur dengan terus terang. Namun tidak semua orang mampu menerima kritik yang nyata, apalagi didepan orang banyak.

Karena itu kita harus mencari cara yang baik dalam mengutarakan keterusterangan itu. Banyak yang harus dipertimbangkan. Ingat, sampaikan dengan bijaksana.

Kesimpulan

Kritik adalah proses analisis dan evaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan atau kehidupan.

kritik yang membangun bila disampaikan dengan baik akan bermanfaat untuk meningkatkan kemajuan.

Dalam menyampaikan kritik, kita harus memahami apa yang kita kritik. Kritik harus berlandaskan kebenaran, bukan rumor atau gossip.

Kritik Alkitabiah didasarkan pada kebenaran Tuhan, tujuannya untuk memperbaiki kelakuan, menyatakan kebenaran, memperlengkapi setiap orang pada perbuatan baik.

Mengkritik boleh tetapi hati-hati terhadap roh kritis. Karena itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sampaikan lah kritik dengan lemah lembut, perkataan yang baik dan terus terang.

Jangan alergi dengan kritik, itu adalah vitamin bagi setiap orang untuk lebih baik. Bagi yang mengkritik, tujukan lebih dahulu kritik itu pada diri sendiri.

Akhirnya, Kasih adalah dasar dari setiap kritik yang kita sampaikan.

“Barangsiapa Ku kasihi, ia Kutegor dan Kuhajar, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah” wahyu 3:19.

Referensi:

1 M. A. R. Habib. A History of Literary Criticism: From Plato to the Present (Malden, MA: Blackwell Publishing, 2005), 9.
2 Ibid.
3 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Https://kbbi.web.id/kritik (Diakses 24 Oktober 2022).
4 Cambridge Dictionary. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/critic (Diakses, 24 Oktober 2022).
5 ibid
6 ibid
7 Merian Webster. https://www.merriam-webster.com/dictionary/critic (Diakses, 24 Oktober 2022).
8 ibid
9 Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L. Komunikasi Bisnis dan Profesional (Remaja Rosdakarya, Bandung. 1996), 284.
10 Himam Miladi. https://www.kompasiana.com/primata/602f04be8ede480b526dadd2/begini-cara-menyampaikan-kritik-membangun-dengan-baik-dan-benar#:~:text=Kritik%20konstruktif%20adalah%20memberikan%20komentar,arahan%20kepada%20orang%20yang%20menerimanya. (Diakses, 24 Oktober 2022).
11 Mauren Obatomi. https://www.betterup.com/blog/how-to-give-and-receive-constructive-criticism-at-work#what (Dikases, 24 Oktober 2022).
12 Ibid

Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *