Apakah Banjir Zaman Nuh Peristiwa Lokal Atau Global?

[Pastordepan.com] Air bah yang pernah terjadi ribuan tahun yang lalu, tepatnya zaman Nuh masih hidup dapat dipercaya.  Informasi yang paling akurat yang menjadi rujukan kita adalah Alkitab.  Alkitab memberikan data-data maupun fakta terjadinya air bah.  Air bah ini bukanlah banjir lokal, tetapi mencakup seluruh dunia atau bumi.  Oleh sebab itu paling sedikit ada 14 keterangan alkitab yang menjelaskan bahwa banjir zaman Nuh adalah peristiwa universal.

  1. Dalam kitab kejadian pasal 6-9 terdapat lebih 30 kali ungkapan yang menyebut air bah itu meliputi bumi.
  2. Tujuan mendatangkan air bah bukan hanya melenyapkan manusia berdosa, tetapi mencakup juga semua binatang yang hidup di bumi (kej 6:7, 17; 7:22).  Mahluk hidup waktu itu sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia.
  3. Air bah didatangkan untuk menghancurkan bumi (kejadian 6:13)
  4. Kejadian 7:19, 20 menerangkan bahwa banjir menutupi gunung tertinggi diseluruh kolong langit, menunjukkan sifat menyeluruh.  Bila puncak gunung sudah tertutupi air, berarti daratan yang lebih rendah telah terlih dahulu digenangi air.
  5. Jika banjir itu bersifat lokal saja, maka bahtera sebesar bahtera Nuh tidak terlalu penting bagi keselamatan keluarga Nuh dan hewan yang hidup dikawasan itu. Bahtera yang lebih kecil tentu akan Tuhan suruh di buat oleh Nuh. Adalah lebih efisien jika Tuhan menyuruh Nuh beserta hewan yang akan diselamatkan, pergi bermigrasi meninggalkan lokasi yang akan tertimpa bencana banjir, sebagaimana Tuhan menyuruh Lot keluar dari kota Sodom dan Gomorah (kej 19:15-29).
  6. Tuhan Allah berjanji untuk tidak mendatangkan banjir seperti itu lagi (kej 8:21; 9:11, 15). Tentu Tuhan Allah telah mengingkari janji-Nya beberapa kali jika baniir Nuh itu adalah lokal, sebab ternyata saat ini sering terjadi banjir lokal, baik di dalam dan luar negeri.
  7. Seluruh penduduk bumi berasal dari ketiga anak Nuh (kej 9:1,19).  Semua manusia di luar bahtera telah dibinasakan oleh air bah.
  8. Hal yang sama juga berlaku bagi hewan darat yang mendiami planet bumi, semuanya di turunkan oleh  hewan yang selamat dalam bahtera Nuh (kej 8:17, 19:10).  Dalam hal banjir lokal, paling sedikit hewan yang hidup di daerah perbatasan banjir pasti sebagian dapat meluputkan diri, khususnya jenis unggas yang tanpa kesulitan dapat terbang menuju daerah bebas banjir.
  9. Sekalipun telah empat bulan berlalu setelah pemukiman air yang menutupi bumi mulai surut, namun burung merpati yang dilepaskan oleh Nuh masih belum menemukan permukaan tanah yang kering (kej 8:9).  Itu sebabnya burung tersebut kembali kebahtera.
  10. Setelah bahtera kandas di pegunungan Ararat (kej 8:4), masih dibutuhkan 2,5 bulan lagi untuk permukaan air lebih surut, barulah puncak gunung Ararat terlihat.
  11. Setelah peristiwa air bah, lingkungan bumi menunjukkan perubahan seperti perbedaan musim (kej 8:22), pelangi yang berhubungan erat dengan hujan (kej 2:5; 9:13,14), serta terjadinya permusuhan antara manusia dan hewan (kej 9:22). Semua perubahan ini secara bervariasi berlaku bukan hanya ditempat Nuh tetapi diseluruh permukaan bumi.
  12. Dalam bahasa ibrani kata yang di gunakan khusus untuk air bah adalah mabbul, sedang untuk istilah banjir digunakan kata berbeda seperti parats mayim, mayim neholoth, shibboleth, atau shettef.  Hal ini berarti air bah zaman Nuh berbeda sifatnya dari banjir lokal yang sering terjadi.
  13. Penulis alkitab lain mendukung kebenaran peristiwa ini: yesaya 54:9, 1 pet 3:20, 2 pet 2:5-6, Ibrani 11:7.
  14. Yesus sendiri mempercayainya, bahkan menggunakan kejadian tersebut sebagai gambaran tentang keadaan dunia menjelang kedatangan-Nya kedua kali (Matius 24:37-39; Lukas 17:26-27).
Bagikan:

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *