Kita mungkin pernah berada dikerumunan orang banyak, tetapi kita tidak mengenal siapa pun ditengah kerumunan itu..

Ada orang yang mungkin tahu nama kita. Mereka tahu pekerjaan kita, tempat tinggal kita, atau apa yang kita lakukan setiap hari.

Tetapi pengetahuan seperti itu bukanberarti mereka mengenal kita dengan baik.

Mereka tidak mengetahui pergumulan kita. Tidak tahu apa yang sedang kita tangisi sekarang. Tidak tahu berapa banyak hal yang kita pikirkan ketika malam tiba dan semua orang sudah tidur.

Kadang kita bisa dikenal banyak orang, tetapi tetap kita merasa tidak dikenal oleh siapa pun.

Lalu bagaimana dengan Tuhan? Apakah kita hanya satu dari miliaran manusia yang hidup di dunia ini?

Apakah Tuhan benar-benar memperhatikan kehidupan kita yang begitu kecil di tengah alam semesta yang begitu luas?

Ada sebuah perkataan Yesus yang menarik. Dalam Injil Yohanes, Ia menggambarkan diri-Nya sebagai seorang gembala yang mengenal domba-domba-Nya.

“Ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya.” — Yohanes 10:3

Perhatikan bagian ini: masing-masing menurut namanya.

Seorang gembala yang baik mengenal semua domba gembalaannya dengan baik.

Ia mengenal mereka. Ia memperhatikan mereka. Ia tahu mana yang terluka. Sakit dan sedang dalam pergumulan.

Yesus menggunakan gambaran itu untuk menjelaskan hubungan-Nya dengan kita.

Dalam gambaran tersebut, kita bukan sekadar angka. Bukan sekadar anggota sebuah kelompok. Bukan pula orang asing yang tidak berarti.

Yesus mengenal kita secara pribadi.

Tentu, ini bukan berarti hidup kita akan selalu berjalan sesuai keinginan kita. Mengenal Yesus bukan jaminan bahwa kita akan jauh dari masalah atau kita tidak akan kehilangan, atau sedih..

Kita mungkin akan mengalami semua hal itu, namun ada yang berbeda, yaitu bahwa kita diperhatikan dan menyertai dalam menjalani segala masalah..

Kita tidak harus berpura-pura kuat di hadapan-Nya. Kita tidak perlu menyembunyikan semua pertanyaan kita.

Kita bisa datang dengan kejujuran, bahkan ketika kita sendiri belum memahami apa yang sedang terjadi dalam hidup kita.

Mungkin hari ini tidak ada yang bertanya apakah Anda baik-baik saja. Mungkin orang-orang hanya melihat apa yang Anda kerjakan, bukan apa yang sedang Anda tanggung.

Tetapi jangan mengukur nilai diri Anda hanya dari seberapa banyak orang mengenal Anda atau seberapa penting Anda di mata mereka.

Dalam Injil, Yesus menunjukkan bahwa manusia memiliki nilai di hadapan Allah.

Dan ketika Yesus berkata bahwa Ia mengenal domba-domba-Nya, kita melihat gambaran tentang hubungan yang bukan sekadar jauh dan formal, melainkan dekat dan pribadi.

Coba pikirkan sejenak: jika Yesus benar-benar mengenal Anda, bukan hanya nama Anda, tetapi juga kehidupan Anda, apa yang ingin Anda ceritakan kepada-Nya hari ini?

Anda tidak harus memiliki kata-kata yang indah.

Mulailah saja dengan jujur.

Karena mengenal Yesus bukan hanya tentang mengetahui siapa Dia. Ini juga tentang menemukan bahwa kita dapat datang kepada-Nya sebagai diri kita sendiri.

Di tengah dunia yang kadang membuat kita merasa tidak terlihat, kita masih punya alasan untuk berharap: kita tidak asing bagi-Nya.

Masih Ada Harapan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *