Bagaimana kalau Anda harus memilih jalan, tetapi tidak tahu ke mana harus pergi?

Mungkin kita pernah mengadakan perjalanan kesatu tempat yang belum pernah kita jalani sebelumnya.

Lalu kita tiba disatu jalan yang banyak persimpangannya. Anda berhenti dan bertanya dalam hati, “Jalan mana yang benar-benar akan membawa sayake tujuan?”

Bukankah hidup kita kadang terasa seperti itu?

Kita punya banyak pilihan. Ada banyak pendapat tentang bagaimana seharusnya kita hidup. Ada yang mengatakan bahwa kebahagiaan ditemukan dalam kesuksesan.

Ada yang mengejar kebebasan. Ada juga yang mencari ketenangan melalui berbagai cara.

Tetapi di tengah semua pilihan itu, kita masih punya spasi untuk bertanya: Apakah saya sedang berjalan ke arah yang benar?

Ada satu percakapan menarik dalam Injil Yohanes. Yesus sedang berbicara kepada murid-murid-Nya tentang kepergian-Nya. Mereka gelisah. Mereka belum memahami apa yang akan terjadi.

Lalu Tomas bertanya bagaimana mereka bisa mengetahui jalan itu.

Jawaban Yesus mengejutkan.

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” — Yohanes 14:6

Perhatikan baik-baik perkataan ini..

Yesus tidak berkata, “Aku akan menunjukkan sebuah jalan kepadamu.” Sebaliknya Ia berkata, “Akulah jalan.”

Artinya, Ia tidak hanya memberikan petunjuk tentang jalan ke Sorga. Tetapi Ia mengundang kita untuk mengenal dan mengikuti diri-Nya agar tiba di Sorga..

Lalu, apa artinya Yesus adalah kebenaran?

Kita hidup di tengah begitu banyak informasi. Setiap orang bisa berbicara. Setiap orang bisa memiliki pendapat. Tetapi tidak semua yang terdengar meyakinkan pasti benar.

Karena itu, Yesus mengajak kita melihat kebenaran, bukan sekedar untuk diketahui, melainkan agar kita hidup didalam kebenaran itu..

Misalnya, bagaimana kita memperlakukan orang lain? Apakah kita jujur ketika tidak ada yang melihat? Apakah kita tetap mengasihi ketika kita punya alasan untuk membenci?

Kemudian Yesus berkata bahwa Ia adalah hidup.

Bukan berarti orang yang mengikuti-Nya tidak akan mengalami kesedihan atau kesulitan. Karena Yesus sendiri pun pernah mengalami penderitaan..

Artinya dalam Dia ada jaminan dimasa depan bahwa penderitaan dunia akan berakhir. Orang yang mati akan bangkit untuk hidup kekal.

Itu sebabnya dia berkata, “ Akulah kebangkitan dan hidup..” Yoh 11:25

Melalui Yesus kita mengenal Allah yang menawarkan pengampunan, hubungan dengan-Nya, dan pengharapan yang melampaui keadaan kita sekarang.

Itulah sebabnya perkataan Yesus ini begitu penting.

Ia bukan sekadar menawarkan sebuah teori tentang Tuhan. Ia mengundang manusia untuk datang kepada-Nya.

Tentu saja, Anda mungkin masih memiliki pertanyaan. Mungkin Anda belum percaya. Mungkin Anda bertanya mengapa Yesus menyatakan diri-Nya sebagai satu-satunya jalan kepada ke Sorga?

Pertanyaan itu layak dipikirkan dengan serius. Kita tidak perlu berpura-pura sudah memahami semuanya.

Tetapi sebelum mengambil kesimpulan, ada baiknya kita memahami apa yang sebenarnya Yesus katakan dan mengapa Ia mengatakannya.

Sebab jika perkataan-Nya benar, ini bukan sekadar persoalan agama. Ini menyangkut arah hidup dan hubungan kita dengan Allah.

Mungkin yang kita butuhkan bukan hanya petunjuk untuk menemukan jalan, tetapi mengenal Pribadi yang berkata bahwa Dialah jalan itu.

Masih Ada Harapan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *