Bagaimana kalau seseorang yang selama ini hidupnya berantakan tiba-tiba bertemu Yesus?

Apakah semuanya langsung berubah? Apakah masa lalunya juga langsung hilang? Atau apakah ada sesuatu yang lebih dalam yang akan terjadi?

Untuk menjelaskannya kita coba ambil satu kisah dalam Injil yang ditulis di Lukas 10:1-10. Ini cerita tentang seorang bernama Zakheus.

Banyak orang membenci dia, karena pekerjaanya sebagai seorang pemungut cukai. Apa yang salah dengan pekerjaannya?

Pekerjaanya sendiri tidak salah, tapi cara dia bekerja yang tidak benar. Dia suka memeras dengan mengenakan pajak yang tidak sesuai ketentuan.

Pajak itu disetor kepada Romawi. Sementar dia sendiri orang Israel. Sehingga selain sebagai pemeras, dia juga dianggap pengkhianat karena bekerja untuk kepentingan orang lain..

Itu sebabnya ia dipandang sebagai orang berdosa dan tidak dapat dipercaya.

Dalam lubuk hatinya paling dalam, ia sadar cara hidupnya salah. Itu sebabnya ia ingin berubah dan ingin melihat Yesus.

Ketika Yesus datang ke kotanya, ia segela keluar dan bergabung dengan orang banyak untuk melihat Yesus. keinginanya hanya sederhana, cuma ingin melihat saja.

Masalahnya, ia pendek. Sehingga sulit bagianya untuk melihat Yesus. Jadi ia memanjat sebuah pohon supaya bisa melihat ketika Yesus lewat.

Bayangkan, seorang pria dewasa memanjat pohon hanya karena ingin melihat seseorang. Tetapi cara itu justru menarik perhatian Yesus..

Yesus melihat Zakheus diatas pohon..

Dan Yesus berkata kepadanya untuk turun. Bahkan Yesus mengatakan bahwa Ia ingin datang ke rumahnya.

Orang-orang mulai bersungut-sungut ketika Yesus ingin kerumahnya. karena mereka benci kepadanya dan menganggap tidak layak Yesus datang kerumah orang berdosa..

Mengapa Yesus mau datang ke rumah Zakheus, yang dianggap berdosa? Yesus mengasihinya.

Dan ada sesuatu terjadi pada dirinya.. Ia tidak hanya merasa senang karena dikunjungi Yesus.

Lalu Ia mengambil sebuah keputusan..

Ia berkata bahwa ia akan memberikan sebagian hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan apa yang telah diambilnya dari orang lain.

Perhatikan hal ini..

Yesus tidak datang kepada Zakheus dengan berkata, “Perbaiki hidupmu dulu, baru Aku datang.”

Tetapi Yesus datang ketika Zakheus masih hidup dalam dosa dan kesalahan..

Dan apa yang terjadi selanjutnya setelah bertemu Yesus? Ia tidak ingin tetap menjadi orang yang sama. Ia ingin berubah.

Dan Yesus membuat pernyataan tentang keputusan Zakeus, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.” — Lukas 19:9

Pertemuan dengan Yesus ternyata bukan hanya membuat seseorang merasa diterima. Ia juga dapat membuat seseorang ingin berubah.

Bukan perubahan yang dipaksana, tetapi karena hatinya disentuh. Mungkin ini bagian yang sering kita lewatkan.

Kita bisa takut kepada perubahan. Kita ingin menjadi lebih baik, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.

Kita mungkin sudah berkali-kali berkata, “Mulai besok saya akan berubah.” Tetapi beberapa hari kemudian kita kembali lagi kepada kebiasaan lama kita..

Zakheus menunjukkan sesuatu yang berbeda.

Perubahan bukan selalu dimulai dari usaha manusia untuk menjadi sempurna.

Sering perubahan dimulai ketika seseorang mengalami perjumpaan yang mengubah cara ia melihat dirinya, orang lain, dan hidupnya.

Ia mulai berpikir, “Saya tidak ingin hidup seperti ini lagi.”

Bukan karena hidupnya tiba-tiba menjadi mudah. Tetapi karena sekarang ia melihat hidupnya dengan cara yang berbeda.

Mungkin itu juga yang perlu kita tanyakan kepada diri sendiri. Kalau suatu hari kita benar-benar mengenal Yesus, apakah hidup kita akan tetap sama?

Mungkinkah cara kita memperlakukan keluarga akan berubah? Cara kita menggunakan uang? Cara kita memandang orang lain?

Cara kita menghadapi kesalahan masa lalu? Cara kita memandang diri sendiri?

Mungkin mengenal Yesus bukan hanya tentang mendapatkan jawaban, itu berarti membiarkan Dia mengubah kita.

Dan kalau hari ini Anda merasa sudah terlalu jauh untuk berubah, ingat Zakheus. Ia pernah berada di sana.

Karena ketika seseorang bertemu Yesus, masa lalu tidak harus menjadi akhir dari cerita.

Besok kita akan melihat pertanyaan yang lebih dalam..

Masih Ada Harapan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *