
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.” Yohanes 1:14
“Kalau Yesus benar-benar datang ke dunia sebagai manusia, apakah Dia pernah merasakan apa yang kita rasakan?”
Ya tentu saja dia merasakan. Dia tahu apa itu rasa lapar, lelah, haus. Ia pernah berjalan jauh, tidur karena kelelahan, dan menangis.
Ia juga pernah kehilangan orang yang dikasihi.
Artinya, ketika kita berbicara tentang Yesus, kita tidak berbicara tentang seseorang yang hanya melihat kehidupan manusia dari kejauhan.
Kita melihat dari dekat karena Ia mengalami semua yang manusia rasakan..
Yesus lahir sebagai bayi. Ia bertumbuh menjadi anak. Ia menjalani masa muda. Ia bekerja. Ia memiliki keluarga dan sahabat. Ia makan bersama orang lain, berbicara, berjalan, dan beristirahat.
Dan pada suatu hari, Ia juga mengalami penderitaan.
Jadi, Yesus memilih masuk ke dalam kehidupan manusia yang penuh dengan keterbatasan. Bukan dari jauh. Tetapi dia datang mendekat..
Karena itu, ketika Anda sedang lelah hari ini, Yesus tahu seperti apa rasanya lelah. Ketika Anda menangis, Ia tahu seperti apa rasanya air mata.
Ketika Anda berdukacita, Ia tahu bagaimana rasanya duka kehilangan seseorang..
Ketika Anda merasa sendirian, Ia juga pernah merasakan sendirian ditengah kesunyian.
Salah satu kisah yang paling sederhana adalah ketika Lazarus meninggal. Yesus datang dan melihat orang-orang menangis.
Lalu Alkitab mencatat dua kata yang sangat pendek: “Yesus menangis.”
Ketika manusia menderita, dia tidak selalu langsung memberikan penjelasan. Kadang Dia hanya hadir di tengah kesedihan manusia.
Itulah sisi Yesus yang mungkin sering kita lewatkan.
Kita terlalu cepat melihat-Nya sebagai sosok yang penuh kuasa. Tentu karena dia banyak membuat mujizat..
Kita juga perlu melihat, Yesus dekat dengan orang-orang yang menderita. Ia duduk bersama orang yang berduka, menyembuhkan orang sakit..
Dia mendengar cerita manusia, dan berhenti untuk memperhatikan seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan.
Karena itulah, Yesus sangat dekat dengan kita. Dia Tuhan tetapi Ia mau datang mendekati kita. Ia menjadi manusia.
Ia merasakan apa yang kita alami.
Disini ada pesan yang sederhana:
Ketika Anda merasa tidak ada seorang pun yang mengerti apa yang sedang Anda alami, jangan terlalu cepat berpikir bahwa Anda sendirian..
Ada Yesus yang berjalan bersama kita. Dia mengerti air mat akita. Kelelahan kita. Dukacita kita.
Besok kita akan melihat sisi lain yang menarik: Mengapa orang biasa begitu tertarik mengikuti Yesus?
Masih Ada Harapan



