
Kalau ada orang yang bertanya, “Yesus itu siapa?” jawaban yang paling mudah adalah: Yesus orang Nazaret. Itulah sebabnya Ia sering dikenal Yesus orang Nazaret.
Tetapi ada sesuatu yang menarik selain tempat tinggalnya..
Kisah Yesus tidak dimulai dari apa yang diajarkan. Bukan juga dimulai ketika dia lahir di Betlehen.
Kalau Anda punya akses ke dalam Alkitab, kita bisa melihat Dia lebih jauh di Injil Yohanes 1:1, dimana tentang Dia disebutkan sebagai pribadi yang sudah ada sejak semula..
Ayat itu mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman.”
Kemudian dikatakan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.
Lalu beberapa ayat kemudian muncul kalimat yang sangat mengejutkan:
“Firman itu telah menjadi manusia.”
Artinya, kisah Yesus bukan sekadar kisah tentang seorang bayi yang lahir di Betlehem. Ada sesuatu yang jauh lebih dalam. Dia adalah Allah. Namun Dia menjelma menjadi manusia..
Yesus benar-benar lahir sebagai manusia. Ia tumbuh. Ia lapar, lelah, menangis. Ia berjalan di jalan-jalan Galilea. Ia berbicara dengan manusia biasa.
Dan di balik kemanusiaan itu ada sesuatu yang jauh lebih besar: Yesus adalah Allah.
Inilah yang membuat Yesus berbeda dari sekadar seorang guru yang lahir pada abad pertama.
Ia bukan hanya seseorang yang menemukan jalan menuju Tuhan.
Dalam Injil, Ia datang dari Allah dan membawa manusia untuk mengenal Allah.
Tentu, di sinilah kita memasuki wilayah iman. Ada orang yang menerimanya. Yang lain masih mempertanyakannya. Dab banyak juga yang menolaknya.
Dan setiap orang berhak memikirkan pertanyaan ini dengan jujur.
Tetapi kalau kita ingin benar-benar mengenal Yesus, kita tidak bisa mengabaikan klaim utama tentang diri-Nya.
Karena mungkin selama ini kita melihat Yesus hanya sebagai manusia yang hidup sekitar dua ribu tahun lalu.
Padahal pertanyaan yang diajukan Injil jauh lebih besar:
Bagaimana kalau manusia yang berjalan di jalan-jalan Galilea itu adalah Pribadi yang datang dari Allah?
Kalau benar, maka cerita tentang Yesus bukan sekadar cerita masa lalu.
Itu berarti kehadiran-Nya berkaitan langsung dengan pertanyaan terbesar manusia:
Siapa Tuhan? Siapa manusia? Dan mengapa Tuhan datang mendekati manusia?
Hari ini kita tidak perlu menjawab semuanya.
Besok kita akan melihat sesuatu yang sangat manusiawi:
Seperti apa Yesus ketika hidup sebagai manusia?
Karena mungkin, sebelum kita memahami siapa Yesus, kita perlu melihat bagaimana Ia menjalani kehidupan-Nya di tengah manusia seperti kita.
Masih Ada Harapan.



