
“Apakah saya bisa mengenal Yesus sekalipun saya bukan orang yang beragama atau bukan bagian agama tertentu?”
Boleh jadi muncul pertanyaan tersebut dalam pikiran Anda. Dan menurut saya, itu pertanyaan yang jujur.
Banyak orang, ketika mendengar nama Yesus, pikiran mereka langsung mengarah kepada agama. Gereja. Ibadah. Doktrin, dll..
Sebagian orang merasa kalau Yesu situ bukan untuk dirinya, tapi untuk orang tertentu saja.
Penyebabnya bisa banyak. Misalnya, karena pernah kecewa kepada gereja. Pernah terluka oleh orang beragama.
Ada yang melihat orang berbicara tentang kasih, tetapi hidupnya penuh kebencian. Ada juga yang sejak awal memang tidak tertarik dengan agama.
Kalau Anda berada di salah satu posisi itu, saya tidak akan meminta Anda berubah hari ini. Tidak perlu.
Mari kita mulai dari hal yang sederhana: Kenali dulu Yesusnya.
Karena bisa saja kita selama ini menolak sesuatu yang sebenarnya belum pernah kita kenal dengan baik.
Kita sering menilai seseorang dari apa kata orang tentangnya. Padahal, cara seperti itu tidak adil dan tidak seimbang..
Kalau seorang teman Anda berbuat buruk, apakah otomatis Anda menyalahkan orang yang menjadi sahabatnya? Tentu saja tidak.
Lalu mengapa Yesus harus dinilai hanya dari perilaku orang-orang yang mengaku sebagai pengikut-Nya?
Mengapa Yesus harus kita batasi untuk kelompok tertentu saja?
Dan ada pertanyaan yang jauh lebih penting lagi yaitu: bagaimana Yesus memperlakukan manusia?
Ketika bertemu orang yang dianggap berdosa, apa yang Dia lakukan?
Ketika bertemu orang yang gagal, bagaimana Dia bersikap? Ketika berhadapan dengan orang yang berbeda, apakah Dia menjauh?
Dan ketika seseorang datang dengan luka dan masalahnya, apakah Dia menghakimi atau mendengarkan?
Itu yang menarik.
Ketika kita membaca kisah-kisah tentang Yesus, kita menemukan sesuatu yang berbeda. Yesus tidak hanya berbicara kepada orang-orang yang hidupnya sudah baik..
Ia mendekati orang yang dijauhi. Ia berbicara dengan orang yang dianggap tidak layak. Ia menerima orang yang sedang mencari jalan pulang.
Dan Ia tidak takut berada dekat dengan manusia yang hidupnya berantakan.
Mungkin karena itu, mengenal Yesus tidak harus dimulai dari menjadi religius.
Bisa dimulai dari rasa ingin tahu.
Dengan bertanya. Membaca. Mendengarkan. Dan melihat sendirinya sendiri dari dekat..
Anda boleh punya pertanyaan. Boleh punya keraguan. Bahkan boleh berkata, “Saya belum percaya.”
Tidak masalah.
Yang penting, jangan membuat kesimpulan tentang seseorang yang kita belum pernah mengenalnya..
Jadi, kalau hari ini Anda berkata, “Saya tidak suka agama,” mungkin saya hanya ingin mengatakan satu hal:
Tidak apa-apa. Tetapi jangan berhenti di sana. Coba kenali Yesusnya.
Mungkin Anda akan menemukan bahwa Yesus jauh lebih besar daripada gambaran yang selama ini Anda dengar tentang Dia.
Dan perjalanan kita baru benar-benar dimulai.
Masih Ada Harapan.




