Ibrani, Aram, dan Yunani

Setelah kita membahas bagaimana Alkitab ditulis dan dengan apa Alkitab ditulis, sekarang kita masuk ke pertanyaan yang sangat penting:

Dalam bahasa apa Alkitab sebenarnya ditulis? Kita mungkin akan menjawab, “Bahasa Ibrani.” Jawaban itu benar, tetapi belum lengkap.

Alkitab ditulis dalam tiga bahasa utama: Ibrani, Aram, dan Yunani. Namun, hubungan ketiga bahasa ini dengan sejarah Israel jauh lebih menarik daripada sekadar menyebut namanya.

Alkitab Tidak Ditulis dalam Satu Bahasa

Alkitab merupakan kumpulan tulisan yang muncul dalam rentang sejarah yang panjang.

Karena itu, bahasa yang digunakan juga berkaitan dengan perubahan sejarah dan lingkungan masyarakat tempat teks tersebut ditulis.

Secara umum kita mengenal:

• Ibrani — bahasa utama sebagian besar Perjanjian Lama.

• Aram — digunakan dalam beberapa bagian Alkitab, khususnya bagian tertentu dari Daniel dan Ezra.

• Yunani — bahasa yang digunakan untuk Perjanjian Baru.

Namun, kita perlu melihat bagaimana ketiga bahasa tersebut masuk ke dalam dunia Alkitab.

Bahasa Ibrani: Bahasa Utama Alkitab Ibrani

Bahasa Ibrani memiliki tempat yang sangat penting dalam kehidupan Israel.

Sebagian besar tulisan yang kemudian menjadi Alkitab Ibrani ditulis dalam bahasa Ibrani.

Bahasa ini tidak hanya menjadi bahasa teks Kitab Suci. Bahasa Ibrani juga terus digunakan sebagai bahasa doa, pengajaran agama, diskusi, dan perdebatan, meskipun pada periode tertentu pengaruh bahasa Aram semakin kuat.

Jadi, ketika kita membaca sebagian besar Perjanjian Lama, kita sedang berhadapan dengan sebuah bahasa yang merupakan bagian dari kehidupan dan identitas Israel.

Bahasa Ibrani Tidak Selalu Berada dalam Posisi yang Sama

Ini bagian yang menarik.

Kita mungkin membayangkan bahwa bahasa Ibrani selalu menjadi bahasa utama masyarakat Yahudi. Sejarah ternyata lebih kompleks.

Setelah periode pembuangan dan memasuki periode Persia, bahasa Aram semakin memiliki pengaruh besar.

Dunia Persia sebagai dunia yang menggunakan bahasa Aram secara luas dalam administrasi kekaisaran.

Bahasa Aram adalah bahasa standar yang digunakan dalam wilayah yang sangat luas, dari Iran sampai Mesir.

Akibatnya, bahasa Ibrani semakin berada dalam bayang-bayang bahasa Aram.

Bahasa Aram: Bahasa yang Semakin Penting

Bahasa Aram bukan bahasa yang baru muncul pada zaman Alkitab. Bahasa ini sudah digunakan sebelum Kekaisaran Persia.

Bahasa Aram berasal dari lingkungan bangsa-bangsa Aram di Suriah dan kemudian digunakan oleh Kekaisaran Asyur sebagai bahasa administratif untuk berhubungan dengan bangsa-bangsa di wilayah barat.

Kemudian pengaruhnya semakin besar.

Pada periode Persia, bahasa Aram menjadi bahasa administrasi kekaisaran.

Hal ini membantu menjelaskan mengapa kita menemukan bagian-bagian Alkitab yang menggunakan bahasa Aram.

Bagian Alkitab yang Ditulis dalam Bahasa Aram

Dua kitab yang sangat penting dalam pembahasan ini adalah: Ezra dan Daniel.

Sebagian besar kitab Ezra dan Daniel disusun dalam bahasa Aram.

Ini menarik karena menunjukkan bahwa Alkitab sendiri mencerminkan lingkungan bahasa tempat umat Allah hidup.

Dengan kata lain, Alkitab tidak berada di luar sejarah bahasa manusia. Alkitab lahir di tengah perubahan bahasa dan budaya yang nyata.

Bahasa Aram dan Bahasa Ibrani Sangat Berkerabat

Mengapa terkadang sulit membedakan pengaruh Aram dan Ibrani? Karena kedua bahasa tersebut berkerabat dekat.

Bahasa Aram dan Ibrani merupakan bahasa yang berkerabat sehingga pengaruh Aram terhadap Ibrani tidak selalu mudah dipisahkan dari warisan linguistik yang sama dari kedua bahasa tersebut.

Ini membantu kita memahami mengapa terdapat kemiripan antara keduanya.

Bahasa dan Aksara Bukan Hal yang Sama

Ini salah satu hal yang sangat penting untuk dipahami. Bahasa berbeda dari aksara.

Bahasa adalah sistem komunikasi.

Aksara adalah sistem tanda atau huruf yang digunakan untuk menuliskan bahasa tersebut.

Karena itu, ketika kita mengatakan “Alkitab ditulis dalam bahasa Ibrani”, kita masih dapat bertanya:

Dengan bentuk huruf atau aksara apa bahasa Ibrani itu ditulis?

Jawabannya mengalami perkembangan sepanjang sejarah.

Dari Paleo-Ibrani ke Aksara Aram

Aksara Ibrani kuno biasanya disebut paleo-Ibrani. Namun, pada periode Persia, orang Yahudi mengadopsi aksara Aram.

Menariknya, bentuk aksara yang sekarang sering kita sebut sebagai “huruf Ibrani” sebenarnya memiliki hubungan dengan aksara Aram.

Jadi kita perlu membedakan: Bahasa Ibrani dan aksara yang digunakan untuk menulis bahasa Ibrani.

Keduanya tidak selalu identik sepanjang sejarah.

Bagaimana dengan Gulungan Laut Mati?

Gulungan Laut Mati memberikan bukti yang sangat menarik.

Manuskrip-manuskrip Alkitab awal yang ditemukan di antara Gulungan Laut Mati ditulis menggunakan aksara Aram, bukan aksara Ibrani kuno.

Ini menunjukkan bahwa perubahan aksara bukan sekadar teori. Kita dapat melihat jejak perubahan tersebut dalam manuskrip.

Kemudian Datang Dunia Yunani

Sejarah tidak berhenti pada bahasa Ibrani dan Aram.

Setelah dunia Timur Dekat memasuki era Helenistik, bahasa Yunani menjadi semakin dominan.

Pada abad ke-3 SM, Alkitab Ibrani mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh komunitas Yahudi di Aleksandria. Terjemahan ini kemudian dikenal sebagai Septuaginta.

Ini merupakan perkembangan besar. Alkitab tidak lagi hanya dibaca dalam lingkungan berbahasa Ibrani atau Aram.

Teks Kitab Suci mulai tersedia dalam bahasa yang digunakan secara luas di dunia Helenistik.

Bagaimana dengan Perjanjian Baru?

Di sinilah kita memasuki dunia bahasa Yunani.

Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani Koine, yaitu bentuk bahasa Yunani yang digunakan secara luas pada masa itu.

Hal ini sangat masuk akal dalam konteks dunia Mediterania abad pertama.

Para pengikut Yesus membawa berita Injil ke dunia yang memiliki jaringan komunikasi dan kebudayaan Yunani yang luas.

Jadi, bahasa Yunani menjadi bahasa penting bagi penyebaran tulisan-tulisan Kristen mula-mula.

Tiga Bahasa Utama Alkitab

Kita dapat mengingatnya dengan sederhana: Bahasa Peran dalam Alkitab

Ibrani Bahasa utama sebagian besar Perjanjian Lama

Aram Digunakan dalam bagian-bagian tertentu, terutama Daniel dan Ezra

Yunani Bahasa Perjanjian Baru dan bahasa penting dalam penyebaran Kitab Suci pada dunia Helenistik

Tetapi jangan melihat ketiganya sebagai tiga bahasa yang berdiri sendiri.

Ada sebuah perjalanan sejarah:

Ibrani → pengaruh Aram → dunia Helenistik → Yunani

Tentu, ini adalah penyederhanaan. Bahasa-bahasa tersebut tidak menggantikan satu sama lain secara tiba-tiba.

Bahasa Ibrani tetap digunakan, bahkan ketika bahasa Aram semakin dominan.

Mengapa Kita Perlu Mengetahui Bahasa Alkitab?

Mungkin ada yang bertanya: “Kalau kita sudah memiliki Alkitab dalam bahasa Indonesia, mengapa perlu mengetahui bahasa aslinya?”

Ada beberapa alasan.

Pertama, agar kita memahami konteks Alkitab. Bahasa selalu berhubungan dengan budaya dan sejarah.

Kedua, agar kita memahami mengapa terdapat perbedaan terjemahan.

Satu kata dalam bahasa asli terkadang memiliki rentang makna yang lebih luas daripada satu kata dalam bahasa Indonesia.

Ketiga, agar kita memahami perjalanan teks Alkitab.

Kita melihat bahwa Alkitab memiliki sejarah yang panjang: dari bahasa Ibrani dan Aram, kemudian diterjemahkan dan digunakan dalam dunia Yunani.

Keempat, agar kita membaca Alkitab dengan lebih teliti. Kita tidak hanya bertanya: “Apa terjemahannya?”

Tetapi juga: “Apa yang sebenarnya dikatakan teks dalam bahasa aslinya?”

Bahasa Alkitab Menunjukkan Allah Bekerja dalam Sejarah

Ini adalah salah satu pelajaran terpenting. Allah menyampaikan Firman-Nya melalui bahasa manusia. Bukan melalui bahasa surgawi yang tidak dapat dipahami manusia.

Bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani semuanya adalah bahasa manusia yang hidup dalam konteks sejarah tertentu.

Karena itu, ketika kita mempelajari bahasa Alkitab, kita sedang belajar memahami dunia tempat Firman Tuhan disampaikan.

Dari Bahasa Asli ke Alkitab yang Kita Baca Sekarang

Perjalanan sederhananya dapat digambarkan seperti ini:

Bahasa Ibrani

↓

Bahasa Aram

↓

Bahasa Yunani

↓

Penyalinan manuskrip

↓

Terjemahan

↓

Alkitab dalam berbagai bahasa

↓

Alkitab bahasa Indonesia

Ini bukan berarti seluruh Alkitab diterjemahkan melalui satu jalur sederhana seperti diagram tersebut. Ini hanya gambaran untuk membantu kita melihat perjalanan lintas bahasa dalam sejarah teks Alkitab.

Kesimpulan

Jadi, dalam bahasa apa Alkitab ditulis? Jawaban singkatnya: Ibrani, Aram, dan Yunani. Namun di balik tiga nama tersebut terdapat sejarah yang panjang.

Bahasa Ibrani menjadi bahasa utama sebagian besar Kitab Suci Israel. Bahasa Aram semakin kuat terutama pada periode Persia dan digunakan dalam bagian-bagian tertentu dari Alkitab.

Kemudian dunia Helenistik membawa pengaruh besar bahasa Yunani, termasuk melalui Septuaginta.

Dan kita juga perlu mengingat satu hal: Bahasa dan aksara bukanlah hal yang sama.

Bahasa Ibrani sendiri pernah ditulis menggunakan bentuk aksara yang berbeda dalam perjalanan sejarahnya.

Karena itu, mengenal bahasa Alkitab bukan sekadar belajar beberapa kata Ibrani atau Yunani.

Kita sedang belajar memasuki dunia tempat Alkitab pertama kali dibaca, didengar, ditulis, dan diwariskan.

Pertanyaan untuk direnungkan

  1. Mengapa Alkitab menggunakan lebih dari satu bahasa?
  2. Apa perbedaan antara bahasa dan aksara?
  3. Mengapa bahasa Aram menjadi semakin penting dalam sejarah Israel?
  4. Mengapa bagian tertentu dari Daniel dan Ezra ditulis dalam bahasa Aram?
  5. Apa yang dapat kita pelajari dari penerjemahan Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Yunani?
  6. Mengapa memahami bahasa asli dapat membantu kita membaca Alkitab dengan lebih teliti?

Catatan sumber:

Pelajaran ini terutama dibangun dari pembahasan William M. Schniedewind dalam How the Bible Became a Book, khususnya pembahasannya mengenai bahasa Ibrani dalam dunia Aram, bahasa Aram pada periode Persia, perkembangan aksara, dan Septuaginta.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *