Siapa dia?

Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah. Diciptakan dalam lingkungan yang sempurna. Tidak ada dosa.

Sebagai manusia pertama, tubuhnya digambarkan tinggi semampai, sempurna dan simetris. Wajahnya mencerminkan keadaan yang sehat dan berseri-seri oleh sinar hidup dan kebahagiaan (PB1. 34.4)

Dalam Alkitab diterangkan bagaimana Allah menciptakan Adam.

“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kejadian 2:7

Adam ada bukan lahir dari seorang perempuan. Dia lahir dari tangan Allah. Dia dibuat dari debu tanah.

Kata Ibrani untuk debu adalah aphar, sedangkan kata Ibrani untuk tanah adalah adamah.

Maknanya bukan sekadar debu yang halus, melainkan menunjuk kepada debu dan tanah liat.

Allah membentuk manusia dari tanah dan tanah liat. Hal ini menekankan bahwa manusia berasal dari tanah.

Kata Ibrani untuk manusia adalah adam, sedangkan kata Ibrani untuk tanah adalah adamah.

Itu sebabnya nama Adam dari kata Ibrani adamah, yang berarti tanah atau debu tanah. Allah membentuk “manusia tanah” dari “tanah”

Dengan kata lain: Adam berasal dari adamah. Manusia berasal dari tanah.

Dengan demikian, manusia dibentuk dari tanah menjadi simbol tentang kerendahan manusia.

Dalam Kejadian 18:27, Abraham berkata: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.”

Setelah Allah membentuk manusia dari debu tanah lalu menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya.

Jadi, Adam bukan hasil kebetulan. Ia dibentuk oleh tangan Allah sendiri.

Ia ditempatkan di Taman Eden, sebuah tempat yang sempurna. Di sana ia memiliki pekerjaan, tanggung jawab, hubungan dengan Allah, dan hubungan dengan ciptaan lainnya.

Adam juga diberi tugas untuk mengusahakan dan memelihara taman (Kej 2:15). Dia juga memberi nama-nama untuk binatang-binatang.

Ia diciptakan dengan tujuan Tuhan.

Sejak awal, Adam diciptakan untuk berhubungan dengan Allah dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai penatalayan milik Allah.

Apa yang terjadi dalam hidupnya?

Adam diciptakan dalam dunia yang sempurna. Tidak ada dosa. Penyakit. Kejahatan. Bencana. Tidak ada rasa takut. Perpisahan. Tidak ada kematian.

Allah menempatkan Adam di Taman Eden dan memberikan kebebasan memilih yang luas. Dia tidak diremote oleh Tuhan seperti robot.

Walau diberi kebebasan tetapi kebebasan itu ada batasnya. Allah berkata:

Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya.” Kejadian 2:17

Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai pasangan Adam. Hubungan mereka dengan Tuhan sempurna. Mereka bertemu Tuhan muka dengan muka.

Sampai suatu hari Iblis datang dengan menyamar dan menggunakan ular untuk menipu Hawa. Apa yang Iblis lakukan adalah mempertanyakan firman Allah.

Dia membuat agar Hawa meragukan dan tidak mempercayai apa kata Tuhan. singkatnya, Hawa mendengar apa kata Iblis dan mengesampingkan Firman Allah..

Hawa mengambil buah dari pohon yang dilarang dan memakannya. Kemudian ia memberikan kepada Adam.

Adam menerima dan memakannya. Apa yang terjadi setelah itu? Pakaian kemuliaan tanggal dalam diri mereka dan mereka sadar mereka telanjang.

Timbul rasa malu dan takut. Mereka segera bersembunyi dari hadapan Allah. Mereka mengambil daun untuk menutupi rasa malu mereka..

Manusia yang sebelumnya menikmati kehadiran Allah sekarang takut bertemu dengan-Nya.

Ketika Allah bertanya, “Di manakah engkau?”, Adam tidak langsung mengakui kesalahannya.

Ia menuduh dan mempersalahkan Hawa..

“Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kejadian 3:12

Mereka telah jatuh dalam dosa. Akibat dosa mereka harus meninggalkan taman Eden. Terusir. Namun kisah Adam tidak berhenti di sana.

Hidup mereka berlanjut diluar taman. Sekarang dia menjadi Ayah. Mereka hidup dalam lingkungan dosa yang merusak.

Ia menyaksikan konflik pertama dan itu terjadi dalam keluarganya. Kain membunuh Habel. Untuk pertama kali dia menyaksikan pertumpahan darah dan kematian.

Kehidupan yang dahulu sempurna kini dipenuhi dengan penderitaan.

Apa pergumulannya?

Pergumulan terbesar Adam bukan sekadar tentang memakan buah yang dilarang. Pergumulannya adalah kepercayaan kepada Allah.

Adam harus memilih: Apakah saya akan mempercayai perkataan Allah, atau mempercayai suara lain?

Seringkali dosa dimulai bukan ketika tangan mengambil sesuatu, tetapi ketika hati mulai meragukan Allah.

Adam memiliki segala sesuatu. Tetapi satu larangan membuatnya menghadapi sebuah pilihan. Dan ia memilih untuk tidak menaati Allah.

Setelah jatuh dalam dosa dia bergumul dalam dosa. Ia bersembunyi dari Tuhan. Rasa takut, malu, menyalahkan orang lain.

Adam menjadi contoh bagi kita setelah melakukan dosa. Kita merasa bersalah, kita lari dan ingin bersembunyi. Kita mencari alasan dan menyalahkan orang lain atas kegagalan kita..

Adam memperlihatkan kepada kita bahwa dosa bukan hanya merusak hubungan manusia dengan Allah.

Dosa juga merusak cara manusia melihat dirinya sendiri dan orang lain.

Apa yang dapat kita pelajari dari Adam?

  1. Sekali pun kita memiliki banyak hal itu tidak menjamin kita merasa puas dan cukup.

Seperti Adam, dia ingin mencoba sesuatu yang lain diluar batas yang Tuhan sudah atur.

Kemudian, lingkungan yang sempurna tidak otomatis membuat hati manusia selalu benar.

Masalah terbesar manusia bukan hanya lingkungan di luar dirinya. Tetapi persoalan di dalam hati kita.

  1. Kebebasan selalu disertai tanggung jawab.

Allah memberikan Adam kebebasan. Tetapi kebebasan itu bukan tanpa batas. Allah memberikan garis pemisah.

Ketaatan bukan musuh kebebasan. Itu adalah cara manusia menggunakan kebebasannya dengan benar.

  1. Dosa sering dimulai dari keraguan terhadap firman Allah.

Ular tidak langsung berkata, “Jangan percaya kepada Allah.” Ia memulai dengan sebuah pertanyaan: “Tentulah Allah berfirman…?”

Keraguan kecil terhadap firman Allah dapat berkembang menjadi ketidaktaatan. Karena itu, iman bukan hanya percaya bahwa Allah ada.

Iman juga berarti mempercayai apa yang Allah katakan.

  1. Dosa membuat manusia bersembunyi dari Allah.

Sebelum berdosa, Adam menikmati kehadiran Allah. Setelah berdosa, Adam bersembunyi.

Dosa membuat manusia merasa tidak layak datang kepada Allah. Namun Allah datang mencarinya.

  1. Allah tetap mencari manusia yang jatuh.

Salah satu kalimat paling penting dalam kisah Adam adalah pertanyaan Allah: “Di manakah engkau?”

Allah tahu Adam berada di mana. Pertanyaan itu bukan karena Allah kehilangan Adam. Pertanyaan itu adalah undangan untuk kembali kepada Tuhan.

Kisah Adam bukan hanya kisah tentang manusia yang jatuh. Tapi juga kisah tentang Allah yang mencari manusia yang jatuh.

Apa yang Alkitab katakan?

Kisah Adam dimulai dalam Kejadian, tetapi namanya muncul kembali di berbagai bagian Alkitab. Perjanjian Baru bahkan menggunakan Adam untuk menjelaskan karya Kristus.

Paulus menulis bahwa dosa masuk ke dunia melalui satu manusia. Tetapi melalui Kristus, tersedia jalan menuju kehidupan.

Adam menjadi gambaran tentang manusia pertama yang jatuh. Kristus menjadi gambaran tentang manusia yang membawa kehidupan.

“Sebab sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” 1 Korintus 15:22

Karena itu, kisah Adam bukan hanya tentang masa lalu. Ini tentang kita yang hidup masa kini.

Karena kita semua hidup dalam dunia yang telah dirusak dosa. Kita sendiri melakukan dosa. Kita malu, takut, bersembunyi.

Dan seperti Adam, kita membutuhkan Allah yang datang mencari kita.

Adam mengingatkan kita tentang bagaimana dosa masuk. Kristus mengingatkan kita keluar dari dosa dan menerima keselamatan.

Pelajaran utama dari Adam

Kita bisa jatuh dalam dosa ketika ia berhenti mempercayai firman Allah. Saat kita jatuh, Allah tetap datang mencari kita.

Adam adalah cermin manusia. Di dalam dirinya kita melihat diri kita sendiri.

Dan di tengah kegagalannya, kita menemukan satu pertanyaan Allah yang masih bergema sampai hari ini: “Di manakah engkau?”

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *