Yesus hidup 2.000 tahun yang lalu…lalu apa hubungannya dengan hidup saya hari ini? Pertanyaan ini normal untuk ditanyakan.

Mungkin kita pernah mendengar tentang Yesus sejak kecil. Atau bahkan sering mendengar namanya disebut-sebut.

Atau mungkin Anda tidak pernah mendengar nama tersebut?

Nama Yesus sering muncul diberbagai baliho pada momen-momen tertentu. Atau Anda pernah membaca nama itu dibanner yang ditempel di dijalan..

Tetapi apa pun posisi kita, pernah atau tidak pernah mendengar nama Yesus, ada satu pertanyaan yang menarik:

Apa hubungan Yesus dengan hidup saya?

Bukannya kita semua menghadapi persoalan hidup yang berbeda-beda?

Sebagian kita saat ini mungkin sedang memikirkan pekerjaan. Tagihan. Keluarga. Kesehatan. Masa depan. Hubungan dengan orang lain sedang bermasalah..

Bahkan saat ini kita sedang berjuang menghadapi diri kita sendiri. Lalu di tengah semua pergumulan itu, di mana tempat Yesus?

Ini menjadi menarik, karena Yesus tidak datang hanya untuk berbicara tentang kehidupan setelah kematian..

Ia berbicara tentang kehidupan yang kita jalani hari ini. Dia juga bicara kepada kita bagaimana menghadapi kekhawatiran hidup..

Bagaimana memperlakukan orang yang menyakiti kita..

Dia juga bicara tentang apa yang harus kita lakukan ketika kita mengalami kegagalan dan menghadapi kehilangan.

Dia juga bicara tentang pengampunan. Bagaimana mengampuni orang yang bersalah kepada kita..

Dan terlebih Dia bicara tentang kasih dan bagaimana mengasihi sesama..

Selain itu, Dia juga bicara tentang bagaimana menemukan kembali arah ketika hidup terasa kehilangan arah.

Dengan kata lain, Yesus tidak hanya berbicara kepada orang yang sedang mencari agama. Ia berbicara kepada semua manusia.

Karena sebagai manusia, kita semua pernah takut, kecewa, merasa diri tidak cukup baik.

Pernah membuat kesalahan. Pernah juga kehilangan sesuatu yang berharga. Dan boleh jadi kita bertanya dalam hati:

“Apakah hidup saya akan selalu seperti ini?”

Mungkin itulah sebabnya mengenal Yesus layak menjadi sebuah perjalanan. Dan kita tidak perlu menerima semuanya hari ini..

Dan kita juga tidak perlu berhenti bertanya..justru sebaliknya. Kita boleh bertanya. Boleh ragu dan mencari..

Tetapi kita juga perlu memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk mengenal Yesus sebelum membuat kesimpulan tentang Dia.

Karena kita tidak boleh mengenal seseorang hanya dari apa yang dikatakan orang lain. Kita perlu melihat sendiri. Mendengar sendiri. Dan mengenal sendiri.

Jadi mungkin pertanyaan kita hari ini bukan lagi: “Apakah Yesus penting?” Tetapi: “Apa yang bisa saya temukan ketika saya mulai mengenal-Nya?”

Besok kita lanjutkan perjalanan ini. Mengapa Yesus datang kepada manusia?

Masih Ada Harapan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *