Lebih dari dua ribu tahun telah berlalu sejak Yesus hidup di dunia. Dunia sudah berubah begitu banyak.

Cara orang bekerja, berkomunikasi, teknologi berubah drastis, sehingga kita melihat dunia juga berubah.

Misalnya, sekarang, ini kita bisa berbicara dengan orang lain yang jaraknya berada ribuan kilometer dari posisi kita.

Kita juga memiliki kecerdasan buatan, kendaraan yang semakin canggih, dan teknologi yang sangat maju dibanding jaman dulu..

Namun ada yang tidak berubah dari dulu hingga sekarang, yaitu pertanyaan manusia tentang hidup..

Karena sejak dulu hingga sekarang, kita masih mempertanyakan arti hidup. Kita masih memilik ketakutan mengenai masa depan.

Kita mencari kasih yang sejati. kita masih mengalami kesepian.

Kita masih bertanya seperti apa hidup dimasa depan. Kita masih menghadapi kegagalan. Kita masih melihat konflik, bencana, kelaparan, peperangan..

Dan kita masih bertanya: “Untuk apa sebenarnya saya hidup?”

Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Yesus masih penting. Bukan karena dunia tidak berubah.

Tetapi kita masih tetap manusia yang rentan..

Pada zamannya, Yesus berbicara kepada orang-orang tentang hal-hal yang sangat sederhana tetapi sangat dalam.

Misalnya, Dia bicara tentang bagaimana memperlakukan orang lain. Dia bicara untuk tidak kuatir. Dia bicara untuk tidak serakah..

Dia bicara tentang kasih, kehilangan, keberanian, harapan… Menariknya, semua hal itu masih kita alami hingga saat ini.

Walau pun kita sudah memiliki teknologi sangat maju, tetapi kita masih merasakan kesepian ditengah keramaian..

Kita mungkin memiliki lebih banyak informasi, tetapi belum tentu memiliki arah hidup yang benar..

Boleh jadi kita memiliki lebih banyak pilihan, tetapi masih bingung menentukan jalan hidup.

Kita mungkin bisa membeli banyak hal dengan uang kita, tetapi tidak bisa membeli ketenangan hati..

Karena semua itu masih kita alami, maka kita perlu mengenal Yesus yang dulu telah berbicara tentang semua topik itu dimasa lalu..

Yesus bukan sekadar tokoh dari masa lalu..

Perkataan-Nya masih layak didengarkan karena Dia berbicara tentang kebutuhan manusia yang tidak banyak berubah.

Tetapi ada sesuatu yang lebih menarik lagi. Ternyata Yesus tidak hanya mengajarkan bagaimana menjalani hidup…

Ia mengundang manusia untuk datang kepada-Nya.

Itulah yang membuat kita perlu mengenal-Nya lebih dekat. Bukan hanya membaca apa yang orang katakan tentang Yesus.

Tetapi melihat sendiri kehidupan-Nya. Melihat bagaimana Ia memperlakukan orang yang terluka.

Bagaimana Ia menghadapi orang yang gagal. Bagaimana Ia berbicara kepada orang yang kehilangan harapan.

Dan mungkin, ketika kita mulai melihat Yesus lebih dekat, kita akan menemukan bahwa pertanyaan tentang Dia bukan hanya:

“Mengapa Yesus masih penting?” Tetapi: “Apa arti Yesus bagi hidup saya?”

Itulah perjalanan yang akan kita mulai. Besok kita akan bertanya: Siapakah Yesus sebenarnya?

Sampai jumpa di renungan berikutnya.

Masih Ada Harapan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *