
Saya yakin, kita mempunyai rencana dalam hidup. Boleh jadi rencana untuk sekolah. Menikah. Bekerja. Membuat usaha. Masa depan..dll
Kita berharap semua rencana kita akan berjalan dengan baik. lancar. Tidak ada rintangan. Tetapi kenyataan hidup bisa berbeda.
Segala sesuatu berjalan diluar rencana kita. Kita sudah bekerja keras, tetapi kerjaan kita gagal.
Ada yang membangun keluarga, tetapi harus menghadapi perpisahan.
Ada yang menabung bertahun-tahun, tetapi kehilangan seluruh tabunganya.
Ada yang mengejar impian, tetapi harus berhenti di tengah jalan.
Dan ada hal-hal yang bahkan tidak pernah kita rencanakan:
Kita kehilangan seseorang yang kita cintai karena kematian. Boleh jadi itu orang tua kita, pasangan kita, saudara kita.
Boleh jadi itu kegagalan, penolakan, kekecewaan, atau sebuah kabar yang mengubah hidup dalam sekejap.
Pada saat seperti itu, kita sering bertanya: “Mengapa ini terjadi kepada saya?” Dan seringkali pertanyaan ini tidak pernah terjawab.
Dan mungkin kita tidak selalu membutuhkan jawaban saat itu juga. Seringkali yang kita perlukan adalah seseorang yang mau mendengar..
Seseorang yang tidak buru-buru mengatakan, “Semuanya akan baik-baik saja.”
Karena memang, semua ada waktunya. Ada waktu ketika hidup kita tidak baik-baik saja.
Tetapi satu hal yang penting: kegagalan bukan akhir hidup kita. Boleh jadi justru sebaliknya.. Kegagalan justru cara lain untuk meraih kesuksesan.
Intinya, kalau pun rencana kita berubah. Tidak sesuai yang diharapkan. Kita jatuh. Tetapi selama kita masih bisa berjalan, cerita kita belum selesai.
Mungkin hari ini Anda sedang berada di titik yang paling dalam hidup Anda, jangan buru-buru membuat kesimpulan hidup Anda sudah tamat..
Ingat, kita memang tidak dapat memilih apa yang akan terjadi kepada kita. Tetapi kita masih bisa memilih bagaimana kita melangkah setelah itu..
Masih ada harapan..
Bagikan tulisan ini kepada seseorang yang mungkin sedang menghadapi masa sulit.





