Yesus mengejutkan murid-murid-Nya dengan memberi tahu mereka tentang orang-orang seperti apa yang akan diberkati oleh Allah. Daftar sifat yang Ia sebutkan itu dikenal sebagai Ucapan Bahagia (Beatitudes), yang berarti “memberkati” atau “membuat bahagia.”

Miskin di hadapan Allah

Istilah ini berasal dari kata Yunani yang berarti “meringkuk” atau “berjongkok.” Kata ini dapat berarti rendah hati, menderita, tak berdaya, tidak mampu mengatasi masalah, kekurangan harta dan pendidikan, atau harus mengemis.

Adakah masalah atau situasi dalam hidup Anda yang berada di luar kendali Anda? Apakah Anda sampai pada titik harus memohon pertolongan Allah? Allah berjanji akan menolong mereka yang miskin di hadapan-Nya.

Berdukacita

Kata ini berarti “meratap.” Maknanya lebih dalam daripada sekadar kesedihan; ini adalah perasaan putus asa dan hancur hati. Apakah Anda mengenal seseorang yang hancur karena kekecewaan hidup? Allah berjanji akan menghibur mereka.

Lembut hati

Kelembutan hati berarti kerendahan hati, kelembutan roh, atau sikap yang tenang dan tidak kasar. Orang yang lembut hati adalah orang yang percaya kepada Allah dan menerima keadaan hari ini sebagai hal terbaik yang Allah berikan bagi mereka, meskipun situasi hidup mereka menyakitkan,

menakutkan, membuat frustrasi, atau menjengkelkan. Dua tokoh paling berpengaruh dalam Alkitab, Yesus dan Musa, disebut sebagai orang yang “lembut hati” (Bil. 12:3; Mat. 11:29; 21:5).

Lapar dan haus akan kebenaran

Orang-orang ini sangat mendambakan (atau menginginkan dengan sungguh-sungguh) kebenaran. Kebenaran berarti hidup kudus dan jujur, sesuai dengan standar Allah.

Murah hati

Orang-orang ini bersikap baik, bahkan kepada mereka yang memperlakukan mereka tanpa rasa hormat. Mereka mengampuni. Allah bersikap baik kepada kita, meskipun terkadang kita memperlakukan Dia dan perintah-perintah-Nya tanpa rasa hormat.

Yesaya 55:7 mengatakan, “Baiklah orang fasik . . . kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihani dia, dan kepada Allah kita, sebab Ia mengampuni dengan limpahnya.” Adakah seseorang yang perlu Anda ampuni? Jika kita menolak untuk mengampuni, Allah tidak akan mengampuni kita.

Suci hati

Orang ini menjalani hidup dengan ketulusan dan tanpa cela. Mazmur 73:1 mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu baik . . . bagi mereka yang suci hatinya.” Pembawa damai

Mereka adalah orang-orang yang menginginkan kedamaian. Mereka tidak memicu pertengkaran atau perdebatan. Mereka tidak mencari-cari alasan untuk mengeluh atau membicarakan hal-hal buruk tentang orang lain. Yakobus 3:18 mengatakan, “Pembawa damai yang menabur dalam damai akan menuai hasil kebenaran.”

Dianiaya karena kebenaran

Orang-orang ini diejek, diganggu, disakiti, atau dibuat susah oleh orang lain karena mereka memilih untuk melakukan apa yang benar.

Yesus berkata, “Seorang hamba tidaklah lebih besar daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yohanes 15:20).

Dia berkata, “Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab upahmu besar di surga” (Lukas 6:23). Kamu akan menerima upah yang besar ketika kamu menderita bagi Tuhan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *