
Ketika Tuhan Tidak Menjelaskan Segalanya
“Semakin lama kita mempelajari Alkitab, semakin kita sadar bahwa tidak semua pertanyaan dalam hidup memiliki jawaban yang sempurna.”
BANYAK orang membuka Alkitab dan mencari berbagai jawaban atas apa yang terjadi dalam hidup mereka, dengan harapan menemukan jawaban atas semua misteri kehidupan.
Namun, ketika membacanya dengan saksama, kita justru akan menemukan berbagai macam pertanyaan yang belum dijawab secara rinci..
Misalnya, di manakah Taman Eden sekarang? Ke mana Tabut Perjanjian menghilang? Siapakah Melkisedek sebenarnya?
Apa yang dilakukan Yesus sejak usia 12 hingga 30 tahun? Mengapa Alkitab tidak menjelaskan semuanya?
Apakah Tuhan sengaja menyisakan misteri untuk kita pecahkan?
Nampaknya jawabannya adalah ya. Ada hal-hal yang Allah nyatakan, tetapi ada juga hal-hal yang tetap menjadi rahasia Allah.
Alkitab dengan jelas mengatakan,
“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya…” (Ulangan 29:29)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa tujuan utama belajar Alkitab bukanlah memuaskan rasa ingin tahu kita tentang semua hal, melainkan membawa kita agar mengenal Allah dan memperoleh keselamatan.
Berikut beberapa hal yang kita tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Dan mungkin banyak hal lainnya..
1. Di Mana Taman Eden Sekarang?
Kita semua tahu tentang taman Eden. Itu dicatat di Kejadian 2:8. Itu tempat pertama manusia tinggal. Di sanalah Adam dan Hawa berjalan bersama Allah.
Alkitab menyebutkan ada satu sungai mengalir dan terbagi menjadi empat sungai yang mengalir dari Eden (Kejadian 2:10–14).
Namun sampai hari ini, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan lokasi tepatnya. Semua hanya berdasarkan kemungkinan..
Ada yang mengatakan letaknya didaerah Mesopotamia atau Irak karena penyebutan sungai Efrat dan Tigris (Kej 2:14).
Ada juga yang mengatakan bahwa taman Eden hanyalah cerita mitos semata..
Kemudian ada lagi dugaan, taman itu dihancurkan Tuhan, ketika banjir besar pada zaman Nuh kemungkinan besar telah mengubah permukaan bumi secara drastis.
Yang menarik, Alkitab tidak pernah mengajak kita mencari dimana Eden yang lama.
Sebaliknya, Alkitab mengarahkan pandangan kita kepada Eden yang baru atau bumi baru, tempat dimana Allah akan tinggal bersama umat-Nya selama-lamanya (Wahyu 21:1–4).
2. Di Mana Tabut Perjanjian?
Tabut Perjanjian adalah lambang kehadiran Allah di tengah umat Israel.
Di dalamnya terdapat loh batu Sepuluh Perintah Allah, buli-buli berisi manna, dan tongkat Harun yang bertunas (Ibrani 9:4).
Namun setelah masa kerajaan Yehuda, Tabut Perjanjian menghilang dari catatan sejarah. Entah kemana perginya tabut itu.
Banyak teori bermunculan. Ada yang mengatakan tabut disembunyikan. Ada yang percaya dibawa ke Etiopia.
Ada pula yang menduga telah dihancurkan ketika Babel menyerbu Yerusalem. Sampai hari ini, tidak ada bukti yang dapat memastikan semua teori tersebut.
Namun bagi kita, apa yang terpenting bukanlah menemukan tabut itu, melainkan menyadari bahwa Kristus adalah penggenapan dari semua lambang dalam sistem bait suci.
Apa yang penting adalah Apakah Allah hadir dalam hidup kita setiap hari? Apakah kita menuruti perintah-perintah-Nya?
Apakah kita membaca Firman-Nya sebagai manna atau roti kehidupan? Dan apakah hidup kita bertunas atau berbuah?
Itu merupakan pertanyaan yang kita perlu renungkan dari pada mencari keberadaan tabut perjanjian.
3. Siapakah Melkisedek?
Melkisedek hanya muncul beberapa kali dalam Alkitab, tetapi namanya begitu penting.
Ia disebut sebagai: Raja Salem. Imam Allah Yang Mahatinggi. Ia juga disebut, memberkati Abraham dan menerima perpuluhan dari Abraham.
Kitab Ibrani kemudian memakai Melkisedek sebagai gambaran mengenai keimaman Kristus.
Apakah Melkisedek adalah manusia biasa? Apakah ia adalah penampakan Kristus sebelum inkarnasi?
Alkitab tidak menjawabnya secara langsung.
Yang jelas, fokus kitab Ibrani bukan pada identitas Melkisedek, melainkan pada keunggulan Yesus sebagai Imam Besar yang kekal.
Baca Juga: Siapakah Melkisedek dalam Alkitab?
4. Apa yang Dilakukan Yesus pada Usia 12–30 Tahun?
Banyak orang bertanya-tanya, mengapa kehidupan masa kecil Yesus tidak dicatat?
Alkitab hanya mencatat satu peristiwa ketika Yesus berusia dua belas tahun di Bait Allah (Lukas 2:41–52).
Setelah itu, kisah-Nya baru berlanjut ketika Ia berusia sekitar tiga puluh tahun dan memulai pelayanan publik.
Sekitar delapan belas tahun kehidupan Yesus tidak dijelaskan secara rinci.
Mengapa? Kemungkinan karena masa tersebut tidak diperlukan untuk tujuan utama Injil.
Injil ditulis bukan sebagai biografi lengkap Yesus, melainkan sebagai kesaksian tentang karya keselamatan-Nya.
5. Di Mana Makam Musa?
Musa meninggal di tanah Moab. Namun makamnya tidak ditemukan.
Namun Alkitab mengatakan: “Tidak ada orang yang mengetahui kuburnya sampai hari ini.” (Ulangan 34:6)
Mengapa Allah menyembunyikan makam Musa? Alkitab tidak memberikan alasannya.
Banyak penafsir menduga bahwa Allah mencegah umat Israel menjadikan makam Musa sebagai objek pemujaan.
Dalam sebuah buku dituliskan, “Dalam kebijaksanaan-Nya Tuhan telah menyembunyikan tempat di mana Musa dikuburkan. Allah telah menguburkan dia, dan Allah telah membangkitkan Musa kembali dan membawanya ke surga. Rahasia ini untuk mencegah pemujaan terhadap berhala.” (Membina Keluarga Abadi, 457).
Jadi Musa mati, namun Tuhan bangkitkan untuk dibawa ke Sorga. Bukti Musa hidup, ketika Musa dan Elia menampakkan diri bertemu Yesus di gunung, disaksikan oleh Petrus, Yohanes dan Yakobus..
Kembali kepada soal makam Musa, yang jelas, perhatian Alkitab bukan pada makam seorang pemimpin, melainkan pada Allah yang memimpin umat-Nya.
Pada makam yang terbuka, dimana orang percaya yang telah mati akan dibangkitkan..
6. Siapa Penulis Kitab Ibrani?
Berbeda dengan surat-surat Paulus yang menyebutkan penulisnya, Kitab Ibrani tidak mencantumkan nama penulisnya. Sehingga kita ini tidak diketahui pasti penulisnya..
Namun, berbagai nama telah diusulkan: Paulus. Barnabas. Apolos. Lukas. Priskila.
Namun hingga kini tidak ada kepastian. Hanya, kebanyakan orang menduga, penulisnya adalah Paulus. Tapi itu sebatas dugaan. Bisa ya bisa juga tidak.
Yang menarik, meskipun penulisnya tidak diketahui, pesan kitab itu tetap sangat jelas: Yesus Kristus lebih tinggi daripada malaikat, Musa, imam-imam, dan seluruh sistem korban Perjanjian Lama.
Mengapa Tuhan Menyisakan Misteri?
Mungkin inilah pertanyaan yang paling penting. Kita tidak tahu. Mengapa Allah tidak menjelaskan semuanya? Kita juga tidak tahu.
Namun, kita bisa ketahui mengapa Allah tidak menyisakan misteri bagi kita?
- Agar Kita Belajar Percaya
Iman bukan berarti mengetahui semua jawaban. Iman adalah mempercayai Allah sekalipun tidak mengetahui semuanya.
- Agar Kita Tetap Rendah Hati
Kesombongan sering muncul ketika manusia merasa telah mengetahui segala sesuatu. Misteri mengingatkan kita bahwa pengetahuan kita terbatas.
- Agar Fokus pada Keselamatan
Banyak orang menghabiskan waktu berdebat mengenai hal-hal yang tidak dijelaskan Alkitab, tetapi melupakan hal-hal yang sudah dijelaskan dengan sangat jelas.
Alkitab berbicara berulang kali tentang: pertobatan, kasih, pengampunan, kekudusan, iman kepada Kristus, dan pengharapan akan kedatangan-Nya kembali.
Inilah intisari berita Alkitab. Kisah kasih Allah yang Maha Besar kepada manusia yang maha besar dosanya.
Jadi kita fokuskan saja pikiran kita kepada Kristus, agar kita serupa dengan tabiat-Nya..
Misteri Terbesar yang Sudah Dijawab
Menariknya, di tengah berbagai misteri yang belum terjawab, Alkitab justru memberikan jawaban yang sangat jelas untuk pertanyaan terpenting.
Bagaimana manusia yang berdosa dapat diselamatkan? Jawabannya adalah melalui kematian Yesus Kristus.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…” (Yohanes 3:16)
Kita mungkin tidak mengetahui di mana Tabut Perjanjian berada.
Kita mungkin tidak mengetahui identitas pasti Melkisedek.
Kita mungkin tidak mengetahui lokasi taman Eden.
Kalau pun Anda dapat menemukan misteri itu, tolong bagikan penemuan Anda.
Tetapi poinnya, bahwa kita dapat mengetahui jalan menuju kehidupan kekal melalui Yesus Kristus, yang telah lahir, mati, bangkit, naik ke sorga dan akan datang kembali..
Itulah jawaban yang paling penting. Dan hal penting berikutnya adalah mari kita tinggal dalam Yesus, setia dan kabarkan Yesus kepada semua orang..
Renungan
Manusia sering ingin mengetahui apa yang Allah sembunyikan, tetapi mengabaikan apa yang sudah Allah nyatakan.
Kita ingin mengetahui kapan Yesus datang, tetapi lupa memberitakan Yesus yang akan datang itu..
Kita ingin mengetahui identitas tokoh-tokoh misterius dalam Alkitab, tetapi lupa menghidupi ajaran Kristus.
Kita ingin memahami semua rahasia surga, tetapi kita tidak setia melakukan kehendak Tuhan hari ini.
Mungkin Tuhan sengaja tidak menjawab semua pertanyaan kita karena Ia tahu bahwa keselamatan tidak bergantung pada seberapa banyak misteri yang kita pecahkan, tetapi pada seberapa sungguh kita mengenal dan mengikut Yesus.
Suatu hari nanti, ketika Kristus datang kembali, semua pertanyaan yang belum terjawab akan terjawab dengan jelas.
Sampai hari itu tiba, marilah kita hidup dengan iman, berjalan dalam ketaatan, dan mempercayai Dia yang mengetahui segala sesuatu.
“Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna…” (1 Korintus 13:12)
Karena pada akhirnya, tidak semua misteri harus kita pahami. Apa yang harus kita pahami adalah Sang Juruselamat yang harus kita kenal dengan baik..
Bila ada misteri Alkitab lainnya, mari berbagi untuk belajar bersama-sama..













