
Matius 28:2-7 dan Yohanes 20:1-18.
“Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.”
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”Matius 28:2-7
SANGAT kaget para tentara itu. sontak mereka terbangun dari tidur-tidur ayam mereka. Mata mereka terbelalak penuh ketakutan. Berteriak histeris. Seketika mereka tak berdaya..
Apa yang terjadi? Matius melaporkan..
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati..
Kita tidak tahu berapa skala richter kekuatan gempa itu. Apakah itu bersifat lokal, sekitar kubur saja atau meluas kewilayah sekitar?
Boleh jadi orang-orang di wilayah lain merasakan getaran. Bahkan Yerusalem, yang masih dekat dengan kuburan Yesus pasti merasakan getaran tersebut..
Terror dari alam selama tiga hari ini beruntun terjadi. Tentu ini sinyal peringatan untuk mengingatkan mereka bahwa Yesus yang mereka telah bunuh bukan orang biasa..
Karena belum pernah dalam sebuah peristiwa kematian, alam bereaksi. Matahari tidak bersinar.
Ternyata gempa itu terjadi karena kehadiran seorang malaikat yang turun dari Sorga untuk menggulingkan batu penutup kuburan Yesus.
Digambarkan tentang kemuliaan malaikat tersebut. wajahnya seperti kilat. Pakaiannya putih seperti salju. Bersinar terang.
Ketika para tentara melihatnya, mata mereka menjadi silau. Kejadian yang belum pernah mereka lihat seumur hidup..
Ketakutan yang mereka rasakan membuat mereka pingsan.
Itu baru kekuatan satu malaikat, sudah cukup membuat gempat dahsyat dan kilau cahaya. Bagaimana kalau jutaan malaikat?
Kehadairan malaikat ke kubur bukan untuk membangkitkan Yesus. Dia bangkit oleh kuasa-Nya sendiri.
Sebelum malaikat itu datang, kemungkinan Yesus telah keluar dari kubur. Malaikat tidak perlu membantu Dia keluar.
Dalam wujud-Nya yang dimuliakan, Ia dapat keluar dari kubur yang tertutup dengan mudah seperti Ia dapat masuk ke dalam ruangan yang tertutup.
Malaikat memindahkan batu itu bukan untuk mengeluarkan Yesus, tetapi untuk membiarkan para perempuan dan para rasul masuk.
Dari Injil Yohanes kita kita tahu, bahwa Maria Magdalena tampaknya meninggalkan taman itu segera setelah ia “melihat batu itu telah diambil dari kubur” (20:1).
Sebelum malaikat itu muncul, ” Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” (20:2)
Jadi pada waktu Maria tiba dikubur, batu telah terguling dan mereka melihat mayat Yesus sudah tidak lagi disana. Maka dia pikir mayatnya telah dicuri orang..
Tidak terpikir olehnya bahwa Yesus mungkin telah bangkit seperti yang telah Ia nubuatkan, dan ia malah berasumsi bahwa seseorang telah mencuri mayat itu dan menyembunyikannya.
Kita juga melihat bahwa Petrus dan Yohanes juga tidak berpikir tentang kebangkitan, dan mereka segera berlari ke kubur untuk menindak lanjuti laporan Maria (Yohanes 20:3-4).
Sete;ah Petrus dan Yohanes tiba dikubur dan mereka menemukan Yesus tidak ada disana, kain kafan sudah terletak rapi. Tergulung.
Sampai saat itu mereka tidak berpikir tentang kebangkitan. Mereka sementara bingung.
Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. (Yoh 20:9).
Melihat semua peristiwa itu, akhirnya murid-murid lainnya pulang kerumah. Kecuali Maria dan perempuan lainnya.
“Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,” (20:11)
Tak lama kemudian malaikat muncul. Tentu saja mereka kaget. Takut. Tapi tidak sampai pingsan seperti para tentara. Lalu malaikat itu memberitahukan,
“Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Dalam Injil Yohanes dilaporkan bahwa Maria menangis menjenguk kedalam kubur. Sementara dalam kubur itu, malaikat hadir..
Posisi malaika itu, “yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.” (Yoh 20:12)
Malaikat itu bertanya, “”Ibu, mengapa engkau menangis?”
Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya:
“Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!”
Jadi Yesus yang tidak disadari Maria, menyebut Namanya. Seketika dia sadar itu adalah Yesus. Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.
Jadi, Maria adalah orang pertama yang melihat dan bertemu Yesus setelah kebangkitan.
Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”
Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.” (Yohanes 20:17-18)
Pesan Yesus kepada Maria,
“Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”
Poinnya, kata-kata Yesus bahwa Dia akan bangkit benar. Murid-murid tidak menyadari kata-kata-Nya karena dukacita mereka lebih besar daripada iman mereka.
Walau mereka telah melihat Yesus membangkitan orang mati dan berkata Dia akan bangkit hari ketiga, mereka tidak yakin sepenuhnya..
Terkadang hal yang sama dapat terjadi kepada kita. Dukacita atau pergumulan kita yang besar, menutupi kata-kata Tuhan dari ingatan kita..
Gantinya kita beriman, kita justru tenggelam dalam kebimbangan atau keyakinan yang setengah hati.
Belajar dari murid-murid, mari kita meyakini sepenuhnya kata-kata Firman Allah, walau disaat hidup kita sangat terguncang..
Yesus bangkit, maka kepastian akan janji-Nya tidak perlu lagi diragukan. Itulah bukti terbesar bagi kita untuk berharap.








